Aksi Sosial Klinik Gigi Bantu Atasi Masalah Kesehatan Mulut Masyarakat
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 20:20 WIB
loading...
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 56,9% penduduk usia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi dan mulut, dengan 88% di antaranya menderita karies. Foto/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia saat ini dalam kondisi yang kurang memuaskan, ditandai dengan tingginya prevalensi masalah karies (gigi berlubang) dan rendahnya praktik menyikat gigi yang benar di masyarakat.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 56,9% penduduk usia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi dan mulut, dengan 88% di antaranya menderita karies. Tantangan utamanya meliputi akses layanan yang terbatas, edukasi yang kurang, serta kebiasaan konsumsi makanan manis.
Dalam rangka merayakan 10 tahun perjalanannya, Bogor Dental Center – bagian dari Hi!Dental Group menyelenggarakan program aksi sosial dengan tema 10 Tahun Bersama, Merangkai Cerita Lewat Senyum – Bogor Dental Center Charity Day.
Baca juga: Senyum Sehat Lewat Aksi Sikat Gigi Bersama dan Pemeriksaan Gratis
Founder Hi!Dental Group drg Melisa mengatakan, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 10 Oktober 2025 di mana Bogor Dental Center akan memberikan pemeriksaan dan tindakan gigi gratis kepada 100 pasien.
“Bagi kami, perjalanan 10 tahun ini penuh makna. Melalui program ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mengingatkan bahwa senyum sehat adalah aset berharga bagi setiap orang,” ungkap Melisa dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/10/2025).
Melisa menambahkan, acara ini menjadi bentuk nyata komitmen Bogor Dental Center dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Selama satu dekade hadir di tengah warga Bogor, kata Melisa, klinik ini ingin memberikan kembali kepada komunitas yang telah setia mendukung dan mempercayakan kesehatannya.
“Sebagai bagian dari Hi!Dental Group, yang juga memiliki cabang di Thamrin Dental Clinic (Jakarta Pusat) dan Hi!Dental Serpong (Tangerang Selatan), Bogor Dental Center menegaskan komitmennya untuk menghadirkan standar pelayanan yang konsisten di semua cabang. Nilai utama yang dijunjung adalah memanusiakan manusia. Pendekatan ini memastikan bahwa layanan kesehatan gigi bukan hanya hubungan profesional antara dokter dan pasien, tetapi interaksi yang lebih personal dan penuh empati sesuai kebutuhan masing-masing individu,” jelas Melisa.
Menurut Melisa, masih banyak daerah di Indonesia yang mengalami disparitas dalam akses terhadap layanan kesehatan gigi. Selain itu, pengetahuan masyarakat tentang praktik kebersihan mulut yang benar dan pentingnya merawat kesehatan gigi masih juga perlu ditingkatkan.
Karena itu, Melisa berharap, pemeriksaan gigi gratis kepada 100 pasien ini bisa membantu masyarakat yang selama ini mungkin belum pernah memeriksan kesehatan giginya ke dokter.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyoroti tingginya angka permasalahan gigi dan mulut berdasarkan data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau hampir 9 juta penduduk.
Menurut Menkes, masalah kesehatan gigi yang dialami masyarakat melebihi angka hipertensi. Sekitar 50% masyarakat usia 0–60 tahun mengalami gigi berlubang, 37% kehilangan gigi, dan 12,4% mengalami masalah gusi.
Karena itu, Menkes mengajak masyarakat untuk membiasakan pemeriksaan gigi setiap enam bulan, dan mendorong peran aktif dokter gigi sebagai edukator yang ramah dan dekat dengan anak-anak dan juga masyarakat.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 56,9% penduduk usia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi dan mulut, dengan 88% di antaranya menderita karies. Tantangan utamanya meliputi akses layanan yang terbatas, edukasi yang kurang, serta kebiasaan konsumsi makanan manis.
Dalam rangka merayakan 10 tahun perjalanannya, Bogor Dental Center – bagian dari Hi!Dental Group menyelenggarakan program aksi sosial dengan tema 10 Tahun Bersama, Merangkai Cerita Lewat Senyum – Bogor Dental Center Charity Day.
Baca juga: Senyum Sehat Lewat Aksi Sikat Gigi Bersama dan Pemeriksaan Gratis
Founder Hi!Dental Group drg Melisa mengatakan, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 10 Oktober 2025 di mana Bogor Dental Center akan memberikan pemeriksaan dan tindakan gigi gratis kepada 100 pasien.
“Bagi kami, perjalanan 10 tahun ini penuh makna. Melalui program ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mengingatkan bahwa senyum sehat adalah aset berharga bagi setiap orang,” ungkap Melisa dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/10/2025).
Melisa menambahkan, acara ini menjadi bentuk nyata komitmen Bogor Dental Center dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Selama satu dekade hadir di tengah warga Bogor, kata Melisa, klinik ini ingin memberikan kembali kepada komunitas yang telah setia mendukung dan mempercayakan kesehatannya.
“Sebagai bagian dari Hi!Dental Group, yang juga memiliki cabang di Thamrin Dental Clinic (Jakarta Pusat) dan Hi!Dental Serpong (Tangerang Selatan), Bogor Dental Center menegaskan komitmennya untuk menghadirkan standar pelayanan yang konsisten di semua cabang. Nilai utama yang dijunjung adalah memanusiakan manusia. Pendekatan ini memastikan bahwa layanan kesehatan gigi bukan hanya hubungan profesional antara dokter dan pasien, tetapi interaksi yang lebih personal dan penuh empati sesuai kebutuhan masing-masing individu,” jelas Melisa.
Menurut Melisa, masih banyak daerah di Indonesia yang mengalami disparitas dalam akses terhadap layanan kesehatan gigi. Selain itu, pengetahuan masyarakat tentang praktik kebersihan mulut yang benar dan pentingnya merawat kesehatan gigi masih juga perlu ditingkatkan.
Karena itu, Melisa berharap, pemeriksaan gigi gratis kepada 100 pasien ini bisa membantu masyarakat yang selama ini mungkin belum pernah memeriksan kesehatan giginya ke dokter.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyoroti tingginya angka permasalahan gigi dan mulut berdasarkan data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau hampir 9 juta penduduk.
Menurut Menkes, masalah kesehatan gigi yang dialami masyarakat melebihi angka hipertensi. Sekitar 50% masyarakat usia 0–60 tahun mengalami gigi berlubang, 37% kehilangan gigi, dan 12,4% mengalami masalah gusi.
Karena itu, Menkes mengajak masyarakat untuk membiasakan pemeriksaan gigi setiap enam bulan, dan mendorong peran aktif dokter gigi sebagai edukator yang ramah dan dekat dengan anak-anak dan juga masyarakat.
(nnz)
Lihat Juga :