Sisi Gelap Industri Kpop: 8 dari 10 Trainee Tak Menstruasi karena Tekanan Fisik dan Mental
Rabu, 15 Oktober 2025 - 18:32 WIB
loading...
Untuk jadi idola, para trainee harus menjalani latihan dengan tekanan fisik dan mental yang keras. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kpop kini telah menjadi fenomena global yang menguasai dunia hiburan, tak hanya di Asia tetapi di seluruh dunia. Fenomena ini bukan terjadi begitu saja. Kpop tumbuh dari sistem industri yang sangat disiplin: pelatihan ketat, strategi pemasaran digital, dan kolaborasi lintas budaya.
Namun di balik suksesnya Kpop ada sisi gelap terutama bagi trainee perempuan. Untuk menjadi seorang idola di Korea harus dibayar dengan biaya yang mahal: tekanan fisik, mental, hingga kehilangan kebebasan pribadi.
Dikutip The Korea Herald, kisah sisi gelap di balik panggung Kpop diungkap oleh sebuah buku investigasi yang ditulis oleh wartawan yang tidak disebutkan namanya. Lewat buku ini pembaca diajak menelusuri kehidupan para trainee, idola, produser, dan eksekutif untuk mengungkap biaya industri yang telah memikat dunia.
Baca Juga : Jennie BLACKPINK Dikabarkan Buat Beauty Brand, Fans Tak Sabar Ingin Beli
Sang penulis sudah melakukan wawancara dengan lebih dari 40 narasumber, termasuk idola, agensi, kritikus, pengacara, anggota parlemen, dan penggemar.
Satu hal yang mengejutkan adalah pengakuan dari tim trainee bahwa 8 dari 10 trainee perempuan tidak mengalami menstruasi. Tekanan yang keras membuat siklus menstruasi mereka kacau. Bayangkan, mereka memulai latihan pukul 5 pagi dan berakhir setelah pukul 2 pagi. Untuk menjaga tubuh tetap langsing, beberapa trainee menghabiskan waktu berminggu-minggu hanya minum air putih.
Citra gemerlap K-pop membuat para trainee rela menjalani rutinitas berat demi menjadi seorang idola. Para idola, yang dilatih sejak usia muda di bawah pengawasan ketat, menanggung tekanan mental dan fisik yang luar biasa. Bagi banyak yang tidak pernah mencapai puncak, biayanya bisa sangat besar.
Baca Juga : Intip Profil EJAE, Pengisi Suara Karakter Rumi dalam Film KPop Demon Hunters
Cerita beratnya para trainee menjalani hari-harinya secara lengkap didokumentasikan di buku ini. Banyak dari trainee yang terlibat "kontrak eksklusif" eksploitatif yang mengikat mereka. Ujungnya seringkali membuat para artis terlilit utang.
Ditulis oleh seorang jurnalis investigasi, buku ini menguraikan kisah-kisah yang tidak dapat dimuat dalam liputan berita, menawarkan laporan paling detail tentang apa yang tersembunyi di balik kesuksesan Kpop yang gemilang.
Namun di balik suksesnya Kpop ada sisi gelap terutama bagi trainee perempuan. Untuk menjadi seorang idola di Korea harus dibayar dengan biaya yang mahal: tekanan fisik, mental, hingga kehilangan kebebasan pribadi.
Dikutip The Korea Herald, kisah sisi gelap di balik panggung Kpop diungkap oleh sebuah buku investigasi yang ditulis oleh wartawan yang tidak disebutkan namanya. Lewat buku ini pembaca diajak menelusuri kehidupan para trainee, idola, produser, dan eksekutif untuk mengungkap biaya industri yang telah memikat dunia.
Baca Juga : Jennie BLACKPINK Dikabarkan Buat Beauty Brand, Fans Tak Sabar Ingin Beli
Sang penulis sudah melakukan wawancara dengan lebih dari 40 narasumber, termasuk idola, agensi, kritikus, pengacara, anggota parlemen, dan penggemar.
Satu hal yang mengejutkan adalah pengakuan dari tim trainee bahwa 8 dari 10 trainee perempuan tidak mengalami menstruasi. Tekanan yang keras membuat siklus menstruasi mereka kacau. Bayangkan, mereka memulai latihan pukul 5 pagi dan berakhir setelah pukul 2 pagi. Untuk menjaga tubuh tetap langsing, beberapa trainee menghabiskan waktu berminggu-minggu hanya minum air putih.
Citra gemerlap K-pop membuat para trainee rela menjalani rutinitas berat demi menjadi seorang idola. Para idola, yang dilatih sejak usia muda di bawah pengawasan ketat, menanggung tekanan mental dan fisik yang luar biasa. Bagi banyak yang tidak pernah mencapai puncak, biayanya bisa sangat besar.
Baca Juga : Intip Profil EJAE, Pengisi Suara Karakter Rumi dalam Film KPop Demon Hunters
Cerita beratnya para trainee menjalani hari-harinya secara lengkap didokumentasikan di buku ini. Banyak dari trainee yang terlibat "kontrak eksklusif" eksploitatif yang mengikat mereka. Ujungnya seringkali membuat para artis terlilit utang.
Ditulis oleh seorang jurnalis investigasi, buku ini menguraikan kisah-kisah yang tidak dapat dimuat dalam liputan berita, menawarkan laporan paling detail tentang apa yang tersembunyi di balik kesuksesan Kpop yang gemilang.
(wur)
Lihat Juga :