Bukan Cuma Kandungan Kafein, Aroma dan Rasa Kopi Juga Picu Aktivitas Otak
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 18:05 WIB
loading...
Minum kopi bisa memicu aktivitas dan membuat seseorang lebih bersemangat. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Bagi pecinta kopi, rasanya ada yang kurang bila pagi-pagi tak menyeruput secangkir kopi. Rasanya ada sesuatu yang hilang. Tak semangat rasanya memulai hari tanpa kopi, begitulah yang dirasakan para kopi mania.
Berangkat dari hal tersebut, peneliti di Portugal melakukan penelitian tentang anggapan "Apakah kopi atau kafein bisa memberi semangat?"
"Kami ingin memahami mekanisme otak dan pola konektivitas fungsional yang akan membenarkan klaim ini," kata Nuno Sousa, salah satu penulis studi dan seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Minho di Portugal.
Baca Juga : Kopi Sering Disebut Pemicu Jantung Berdebar, Ternyata Ini Faktanya!
Dikutip dari NBCNews, para peneliti merekrut 83 orang yang minum setidaknya satu cangkir kopi sehari untuk menjalani pemindaian MRI agar mereka dapat mengamati aktivitas otak para peserta.
Dari total tersebut, 47 orang dipindai sebelum minum secangkir kopi pagi mereka, kemudian dipindai lagi 30 menit setelah mereka minum secangkir kopi. Sebanyak 36 orang lainnya hanya diberi kafein yang diencerkan dalam air panas, tanpa kopi dan menjalani pemindaian MRI yang sama sebelum dan sesudah mereka mengonsumsi minuman tersebut.
Hasilnya pemindaian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Behavioral Neuroscience, menunjukkan bahwa memang, perubahan tertentu dalam aktivitas otak hanya disebabkan oleh kopi, sementara yang lain juga disebabkan oleh kafein.
Pemindaian mengungkapkan bahwa kedua kelompok, mereka yang mengonsumsi kafein dan mereka yang minum kopi mengalami penurunan aktivitas setelahnya di bagian otak yang membuat orang berada dalam kondisi istirahat.
Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang lebih siap untuk memulai hari mereka dan berinteraksi dengan orang lain setelah mengonsumsi salah satu minuman tersebut. Penelitian selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa kafein, suatu psikostimulan, dapat membantu orang merasa lebih bergairah dan waspada.
Baca Juga : Hati-Hati! Multitasking Bisa Bikin Otak Lelah dan Kerja Jadi Berantakan
Namun, pemindaian MRI menunjukkan bahwa minum kopi meningkatkan aktivitas di bagian otak yang terlibat dalam memori jangka pendek, perhatian, dan fokus, sedangkan mengonsumsi kafein saja tidak.
Para peneliti berteori bahwa melihat, mencium, atau merasakan kopi dapat membantu orang merasa waspada, terlepas dari kandungan kafeinnya.
"Kenikmatan yang dirasakan seseorang yang menyukai kopi di pagi hari, sebenarnya merupakan bagian dari sebuah ritual yang juga penting bagi individu tersebut untuk merasa 'siap untuk hari ini,'" kata Sousa.
Ia menambahkan bahwa orang yang tidak rutin minum kopi mungkin tidak merasakan efek yang sama.
Mark Mattson, seorang profesor neurosains di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa temuan ini tidak mengejutkan, karena orang-orang membentuk asosiasi dengan pengalaman sensorik tertentu dari waktu ke waktu, yang pada gilirannya dapat memengaruhi reaksi mereka di masa mendatang.
Masuk akal, kan? Kopi punya rasa dan aroma, jadi ketika Anda minum kopi, Anda mengaktifkan area otak yang terlibat dalam persepsi rasa kopi, persepsi aroma," kata Mattson.
Dr. Uma Naidoo, seorang psikiater nutrisi di Harvard Medical School, mengatakan bahwa melihat kopi dapat memicu ingatan positif atau membuat seseorang percaya bahwa mereka akan merasa lebih terjaga. "Dampak visual kopi sangat kuat," katanya.
Ketiga peneliti tersebut mengatakan bahwa ada kemungkinan juga bahwa zat kimia alami yang ditemukan dalam kopi memiliki efek independen pada aktivitas otak, selain efek kafein. Sekelompok zat kimia dalam kopi yang disebut epikatekin, misalnya, telah terbukti meningkatkan daya ingat dalam penelitian pada hewan.
Sousa mengatakan tujuan penelitian ini bukan untuk memengaruhi kebiasaan konsumsi kopi seseorang."Kami tidak mengatakan bahwa kopi itu baik atau kopi itu buruk," ujarnya.
Mattson juga menunjukkan bahwa penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, pemindaian MRI mengukur aliran darah, tetapi kafein dapat membatasi aliran darah, sehingga pemindaian tersebut mungkin tidak memberikan gambaran yang jelas tentang dampaknya terhadap aktivitas otak. Mattson juga mencatat bahwa penelitian ini tidak melibatkan orang yang minum kopi tanpa kafein, yang mungkin membantu membedakan efek kopi versus kafein pada otak.
Sementara itu, Naidoo menyoroti bahwa sebagian besar peserta penelitian adalah perempuan, sehingga mungkin ada perbedaan berdasarkan jenis kelamin dalam cara otak orang merespons kopi.
Namun, satu hal yang disepakati para peneliti adalah bahwa kopi merupakan cara yang lebih sehat untuk mengonsumsi kafein daripada minuman berenergi atau soda.
"Kopi memang mengandung kafein, tetapi juga sangat kaya akan antioksidan dan beberapa polifenol," kata Naidoo.
Berangkat dari hal tersebut, peneliti di Portugal melakukan penelitian tentang anggapan "Apakah kopi atau kafein bisa memberi semangat?"
"Kami ingin memahami mekanisme otak dan pola konektivitas fungsional yang akan membenarkan klaim ini," kata Nuno Sousa, salah satu penulis studi dan seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Minho di Portugal.
Baca Juga : Kopi Sering Disebut Pemicu Jantung Berdebar, Ternyata Ini Faktanya!
Dikutip dari NBCNews, para peneliti merekrut 83 orang yang minum setidaknya satu cangkir kopi sehari untuk menjalani pemindaian MRI agar mereka dapat mengamati aktivitas otak para peserta.
Dari total tersebut, 47 orang dipindai sebelum minum secangkir kopi pagi mereka, kemudian dipindai lagi 30 menit setelah mereka minum secangkir kopi. Sebanyak 36 orang lainnya hanya diberi kafein yang diencerkan dalam air panas, tanpa kopi dan menjalani pemindaian MRI yang sama sebelum dan sesudah mereka mengonsumsi minuman tersebut.
Hasilnya pemindaian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Behavioral Neuroscience, menunjukkan bahwa memang, perubahan tertentu dalam aktivitas otak hanya disebabkan oleh kopi, sementara yang lain juga disebabkan oleh kafein.
Pemindaian mengungkapkan bahwa kedua kelompok, mereka yang mengonsumsi kafein dan mereka yang minum kopi mengalami penurunan aktivitas setelahnya di bagian otak yang membuat orang berada dalam kondisi istirahat.
Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang lebih siap untuk memulai hari mereka dan berinteraksi dengan orang lain setelah mengonsumsi salah satu minuman tersebut. Penelitian selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa kafein, suatu psikostimulan, dapat membantu orang merasa lebih bergairah dan waspada.
Baca Juga : Hati-Hati! Multitasking Bisa Bikin Otak Lelah dan Kerja Jadi Berantakan
Namun, pemindaian MRI menunjukkan bahwa minum kopi meningkatkan aktivitas di bagian otak yang terlibat dalam memori jangka pendek, perhatian, dan fokus, sedangkan mengonsumsi kafein saja tidak.
Para peneliti berteori bahwa melihat, mencium, atau merasakan kopi dapat membantu orang merasa waspada, terlepas dari kandungan kafeinnya.
"Kenikmatan yang dirasakan seseorang yang menyukai kopi di pagi hari, sebenarnya merupakan bagian dari sebuah ritual yang juga penting bagi individu tersebut untuk merasa 'siap untuk hari ini,'" kata Sousa.
Ia menambahkan bahwa orang yang tidak rutin minum kopi mungkin tidak merasakan efek yang sama.
Mark Mattson, seorang profesor neurosains di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa temuan ini tidak mengejutkan, karena orang-orang membentuk asosiasi dengan pengalaman sensorik tertentu dari waktu ke waktu, yang pada gilirannya dapat memengaruhi reaksi mereka di masa mendatang.
Masuk akal, kan? Kopi punya rasa dan aroma, jadi ketika Anda minum kopi, Anda mengaktifkan area otak yang terlibat dalam persepsi rasa kopi, persepsi aroma," kata Mattson.
Dr. Uma Naidoo, seorang psikiater nutrisi di Harvard Medical School, mengatakan bahwa melihat kopi dapat memicu ingatan positif atau membuat seseorang percaya bahwa mereka akan merasa lebih terjaga. "Dampak visual kopi sangat kuat," katanya.
Ketiga peneliti tersebut mengatakan bahwa ada kemungkinan juga bahwa zat kimia alami yang ditemukan dalam kopi memiliki efek independen pada aktivitas otak, selain efek kafein. Sekelompok zat kimia dalam kopi yang disebut epikatekin, misalnya, telah terbukti meningkatkan daya ingat dalam penelitian pada hewan.
Sousa mengatakan tujuan penelitian ini bukan untuk memengaruhi kebiasaan konsumsi kopi seseorang."Kami tidak mengatakan bahwa kopi itu baik atau kopi itu buruk," ujarnya.
Mattson juga menunjukkan bahwa penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, pemindaian MRI mengukur aliran darah, tetapi kafein dapat membatasi aliran darah, sehingga pemindaian tersebut mungkin tidak memberikan gambaran yang jelas tentang dampaknya terhadap aktivitas otak. Mattson juga mencatat bahwa penelitian ini tidak melibatkan orang yang minum kopi tanpa kafein, yang mungkin membantu membedakan efek kopi versus kafein pada otak.
Sementara itu, Naidoo menyoroti bahwa sebagian besar peserta penelitian adalah perempuan, sehingga mungkin ada perbedaan berdasarkan jenis kelamin dalam cara otak orang merespons kopi.
Namun, satu hal yang disepakati para peneliti adalah bahwa kopi merupakan cara yang lebih sehat untuk mengonsumsi kafein daripada minuman berenergi atau soda.
"Kopi memang mengandung kafein, tetapi juga sangat kaya akan antioksidan dan beberapa polifenol," kata Naidoo.
(wur)
Lihat Juga :