Kak Seto: Pendidikan Tegas Tanpa Kekerasan, SMPN 123 Harus Jadi Sekolah Ramah Anak
Minggu, 19 Oktober 2025 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengingatkan, Undang-Undang Perlindungan Anak melarang segala bentuk kekerasan, baik fisik, mental, maupun seksual, terhadap anak di lingkungan pendidikan.
“Bullying itu bisa fisik, bisa mental, bahkan bisa seksual. Semua itu dilarang. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan bahagia bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia mengajak guru dan alumni untuk bersama-sama mengampanyekan “Sekolah Ramah Anak dan Anti-Bullying”, serta menghargai semua bentuk prestasi siswa, baik akademik maupun non-akademik.
“Anak yang pintar menari, menggambar, atau berakting juga harus diapresiasi. Semua anak harus dimanusiakan dan dihargai,” tutur Kak Seto.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 123 Jakarta Utara, Tri Hartini G Rahayu, turut menyampaikan rasa harunya atas pelaksanaan reuni yang berlangsung hangat dan penuh makna.
“Saya senang sekali hari ini. Para alumni luar biasa, mereka tidak hanya bernostalgia tapi juga berbagi kebahagiaan dengan kegiatan sosial,” ungkap Tri.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi siswa yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMPN 123.
Perwakilan alumni, Rouli Rajagukguk, menegaskan, reuni Angkatan 1997 bukan hanya ajang temu kangen, melainkan juga wadah untuk memberikan kontribusi nyata kepada sekolah dan siswa.
“Bullying itu bisa fisik, bisa mental, bahkan bisa seksual. Semua itu dilarang. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan bahagia bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia mengajak guru dan alumni untuk bersama-sama mengampanyekan “Sekolah Ramah Anak dan Anti-Bullying”, serta menghargai semua bentuk prestasi siswa, baik akademik maupun non-akademik.
“Anak yang pintar menari, menggambar, atau berakting juga harus diapresiasi. Semua anak harus dimanusiakan dan dihargai,” tutur Kak Seto.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 123 Jakarta Utara, Tri Hartini G Rahayu, turut menyampaikan rasa harunya atas pelaksanaan reuni yang berlangsung hangat dan penuh makna.
“Saya senang sekali hari ini. Para alumni luar biasa, mereka tidak hanya bernostalgia tapi juga berbagi kebahagiaan dengan kegiatan sosial,” ungkap Tri.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi siswa yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMPN 123.
Perwakilan alumni, Rouli Rajagukguk, menegaskan, reuni Angkatan 1997 bukan hanya ajang temu kangen, melainkan juga wadah untuk memberikan kontribusi nyata kepada sekolah dan siswa.
Lihat Juga :