Hormonal dan Gaya Hidup: Kunci Cegah Osteoporosis di Usia Muda
Kamis, 23 Oktober 2025 - 07:45 WIB
loading...
Selain faktor hormon, gaya hidup juga sangat memengaruhi kesehatan tulang. Foto/Universti of Utah Health
A
A
A
JAKARTA - Kesehatan tulang mungkin sering diabaikan oleh masyarakat, dan akhirnya baru dirasakan dampaknya ketika lanjut usia (lansia). Ada berbagai faktor yang mempengaruhi kesehatan tulang, salah satunya adalah hormon.
Biasanya usia di atas 40 tahun sudah berisiko mengalami osteoporosis karena berbagai faktor, salah satunya penurunan hormon.
Hormon seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria sangat berpengaruh pada osteoporosis. Jika kadar hormon berkurang, maka risiko pengeroposan tulang juga meningkat.
Pada pria, hormon testosteron penting untuk kesehatan tulang. Untuk wanita, hormon estrogen berperan menjaga kepadatan tulang.
Baca Juga : Jangan Asal Minum Obat, Ini Efek Samping Antidepresan bagi Kesehatan Mental
Pada wanita, hormon estrogen akan menurun drastis setelah menopause sehingga menyebabkan wanita lebih rentan terkena osteoporosis. Apalagi ketika wanita hamil, banyak kalsium yang diserap bayi dalam kandungan mereka sehingga wanita membutuhkan lebih banyak kandungan kalsium.
Kalsium ini juga dibutuhkan untuk bayi yang mereka kandung agar terhindar dari stunting. Begitu juga wanita akan kehilangan banyak kalsium ketika memasuki fase menyusui.
Hal itu dijelaskan dalam rangka peringatan Hari Osteoporosis Nasional 2025 dengan tema "Peduli Tulang Kuat Indonesia untuk Hidup Berdikari" pada Rabu (22/10/2025).
Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Anita Hutagalung mengatakan, Perwatusi mengajak masyarakat untuk bergerak. Di mana Perwatusi ingin mengembangkan program ke seluruh Indonesia agar edukasi tentang mencegah osteoporosis sejak dini bisa disebarkan.
Menurutnya, osteoporosis bisa dicegah sejak dini, karena tulang yang kuat adalah pondasi bangsa yang kuat. Perwatusi memiliki berbagai program, salah satunya dengan memberikan senam virtual bagi masyarakat.
Baca Juga : Mengandung Mikroplastik, Dokter Imbau Mandi usai Terkena Air Hujan Jakarta
Senam ini bisa diikuti dari berbagai kalangan usia, dari yang muda hingga lansia. Untuk kalangan muda, ada senam yang dinamakan 'osteo dance', dan untuk lansia, ada gerakan senam yang bisa dipraktekkan sembari duduk di kursi.
"Tentunya program kami satu, untuk mengembangkan Perwatusi ke seluruh Indonesia. Kami melatih instruktur senam yang akan menjadi perpanjangan tangan Perwatusi untuk mengajak bergerak. Sehingga mereka (masyarakat) mengenal mengenai penyakit osteoporosis ini," jelas Anita pada jumpa pers di PYC Bulungan, Jakarta Selatan.
Ini adalah wujud keseriusan untuk mengedukasi pentingnya menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis pada masyarakat.
Biasanya usia di atas 40 tahun sudah berisiko mengalami osteoporosis karena berbagai faktor, salah satunya penurunan hormon.
Hormon seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria sangat berpengaruh pada osteoporosis. Jika kadar hormon berkurang, maka risiko pengeroposan tulang juga meningkat.
Pada pria, hormon testosteron penting untuk kesehatan tulang. Untuk wanita, hormon estrogen berperan menjaga kepadatan tulang.
Baca Juga : Jangan Asal Minum Obat, Ini Efek Samping Antidepresan bagi Kesehatan Mental
Pada wanita, hormon estrogen akan menurun drastis setelah menopause sehingga menyebabkan wanita lebih rentan terkena osteoporosis. Apalagi ketika wanita hamil, banyak kalsium yang diserap bayi dalam kandungan mereka sehingga wanita membutuhkan lebih banyak kandungan kalsium.
Kalsium ini juga dibutuhkan untuk bayi yang mereka kandung agar terhindar dari stunting. Begitu juga wanita akan kehilangan banyak kalsium ketika memasuki fase menyusui.
Hal itu dijelaskan dalam rangka peringatan Hari Osteoporosis Nasional 2025 dengan tema "Peduli Tulang Kuat Indonesia untuk Hidup Berdikari" pada Rabu (22/10/2025).
Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Anita Hutagalung mengatakan, Perwatusi mengajak masyarakat untuk bergerak. Di mana Perwatusi ingin mengembangkan program ke seluruh Indonesia agar edukasi tentang mencegah osteoporosis sejak dini bisa disebarkan.
Menurutnya, osteoporosis bisa dicegah sejak dini, karena tulang yang kuat adalah pondasi bangsa yang kuat. Perwatusi memiliki berbagai program, salah satunya dengan memberikan senam virtual bagi masyarakat.
Baca Juga : Mengandung Mikroplastik, Dokter Imbau Mandi usai Terkena Air Hujan Jakarta
Senam ini bisa diikuti dari berbagai kalangan usia, dari yang muda hingga lansia. Untuk kalangan muda, ada senam yang dinamakan 'osteo dance', dan untuk lansia, ada gerakan senam yang bisa dipraktekkan sembari duduk di kursi.
"Tentunya program kami satu, untuk mengembangkan Perwatusi ke seluruh Indonesia. Kami melatih instruktur senam yang akan menjadi perpanjangan tangan Perwatusi untuk mengajak bergerak. Sehingga mereka (masyarakat) mengenal mengenai penyakit osteoporosis ini," jelas Anita pada jumpa pers di PYC Bulungan, Jakarta Selatan.
Ini adalah wujud keseriusan untuk mengedukasi pentingnya menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis pada masyarakat.
(wur)
Lihat Juga :