Rahasia Sehat dari Bekam Modern, Perpaduan Tradisi dan Inovasi Medis
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 23:30 WIB
loading...
Bekam telah lama dikenal sebagai salah satu metode pengobatan alternatif untuk mengeluarkan darah kotor dan racun dari tubuh. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Bekam telah lama dikenal sebagai salah satu metode pengobatan alternatif untuk mengeluarkan darah kotor dan racun dari tubuh. Prosesnya dilakukan dengan menggunakan cangkir khusus yang dipanaskan atau divakum, lalu ditempelkan pada bagian kulit tertentu untuk menarik darah kotor keluar.
Pemandangan serupa terlihat di salah satu masjid di Kota Bandung. Puluhan orang tampak mengikuti terapi bekam massal yang digelar oleh Bekam Ruqyah Center (BRC). Meski kerap dianggap sebagai pengobatan tradisional yang kurang higienis, BRC hadir dengan pendekatan baru: menghadirkan bekam yang lebih aman, bersih, dan sesuai dengan standar kesehatan modern.
“Dulu bekam sering dianggap kuno, tapi kami percaya kalau dilakukan dengan benar, manfaatnya besar sekali untuk kebugaran dan sirkulasi tubuh,” ujar Kang Azri, penerus generasi kedua BRC, Selasa (21/10/2025).
Nama BRC bukanlah hal baru di dunia terapi alternatif. Lembaga ini pernah mencatatkan dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), masing-masing untuk kategori Bekam Kepala Terbanyak dan Terapi Lintah. Namun, Kang Azri menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama.
“Yang penting bagi kami bukan rekor, tapi keberlanjutan. Bagaimana bekam bisa bertahan, diterima, dan diajarkan dengan cara yang benar,” jelasnya.
Pemandangan serupa terlihat di salah satu masjid di Kota Bandung. Puluhan orang tampak mengikuti terapi bekam massal yang digelar oleh Bekam Ruqyah Center (BRC). Meski kerap dianggap sebagai pengobatan tradisional yang kurang higienis, BRC hadir dengan pendekatan baru: menghadirkan bekam yang lebih aman, bersih, dan sesuai dengan standar kesehatan modern.
“Dulu bekam sering dianggap kuno, tapi kami percaya kalau dilakukan dengan benar, manfaatnya besar sekali untuk kebugaran dan sirkulasi tubuh,” ujar Kang Azri, penerus generasi kedua BRC, Selasa (21/10/2025).
Nama BRC bukanlah hal baru di dunia terapi alternatif. Lembaga ini pernah mencatatkan dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), masing-masing untuk kategori Bekam Kepala Terbanyak dan Terapi Lintah. Namun, Kang Azri menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama.
“Yang penting bagi kami bukan rekor, tapi keberlanjutan. Bagaimana bekam bisa bertahan, diterima, dan diajarkan dengan cara yang benar,” jelasnya.
Lihat Juga :