Lagi Viral di Indonesia, Inhaler Thailand Hong Thai Ternyata Terkontaminasi Mikroba Berbahaya!
Kamis, 30 Oktober 2025 - 16:30 WIB
loading...
Inhaler Hong Thai. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Publik baru-baru ini dihebohkan dengan viralnya inhaler asal Thailand Hong Thai yang disebut terkontaminasi mikroba dan bisa memberikan ancaman kesehatan bagi penggunanya. Hal ini bermula dari peringatan resmi FDA Thailand atas produk Hong Thai Herbal Inhaler Formula 2 yang gagal memenuhi standar keamanan.
Sementara itu, inhaler Hong Thai ini lagi viral digunakan banyak masyarakat Indonesia. Produk tersebut populer dan kerap dibeli turis Indonesia hingga masuk dalam jasa titip atau jastip di Bangkok, Thailand.
Lantas, bagaimana risiko kesehatan yang mengancam dari temuan mikroba yang ada dalam inhaler Hong Thai, Thailand ini.
Baca Juga : Jalani Pola Hidup Sehat, Kak Seto Selamat dari Stroke Berat
Dokter epidemiolog, dr. Dicky Budiman menyoroti kasus inhaler asal Thailnad ini. Ia mengatakan kontaminasi mikroba mengandung organisme hidup baik itu bisa bakteri, jamur, ataupun organisme lain dalam jumlah atau jenis yang tidak boleh ada menurut standar keamanan.
“Dalam kasus Hong Tai Formula, laboratorium menemukan adanya total aerobic microbial count yang melebihi batas, dan clostridium SPP atau bakteri pembentuk spora yang terdeteksi ini bukti kontrol mutu atau GMP sterilisasi dan preservatif di pabrik dari pemproduksi Hong Tai Formula 2 ini tidak memadai,” ungkap dr. Dicky saat dihubungi iNews Media Group, Kamis (29/10/2025).
dr. Dicky mengatakan kontaminasi mikroba ini memungkinkan pertumbuhan bakteri dan bisa mengubah produk secara kimia fisik dan menurunkan mutu. Kontaminasi ini juga menghasilkan spora dan metabolit misalnya mikotoksin atau enzim yang bisa mengiritasi saluran nafas.
“Keberadaan jamur di produk inhalasi itu sangat tidak boleh, sangat dilarang,” tambahnya.
Baca Juga : 5 Dokter dengan Follower Instagram Terbanyak, Siapa Saja Mereka?
Risiko Kesehatan bila Terhirup
Adanya kandungan mikroba tersebut membuat para pengguna inhaler Thailand waspda dan mengecek nomor edar dari produk mereka. dr. Dicky mengatakan bila inhaler dengan kontaminasi mikroba ini masih terhirup bisa menyebabkan risiko gangguan pernapasan ringan hingga akut.
“Kalau dia menghirup inhaler yang terkontaminasi ya iritasi ringan sampai sedang bisa terjadi dalam bentuk batuk, tenggorokan gatal, rasa tidak nyaman dan paling umum ini biasanya terjadi untuk orang sehat yang daya tahannya bagus,” jelas dr. Dicky.
Tak hanya itu, masalah kesehatan pernapasan juga bisa lebih serius, khususnya untuk masyarakat dengan kondisi imunitas yang lemah hingga memiliki riwayat penyakit komorbid yang dapat memperparah infeksi pada pernasapan.
“Misalnya dia penyandang asma, punya infeksi PPOK, penyakit paru obstruktikoronik atau yang memiliki gangguan daya tahan tubuh,” nah inhalasi atau menghirup mikroba ini bisa memicu infeksi serius,” tambahnya.
Sementara itu, inhaler Hong Thai ini lagi viral digunakan banyak masyarakat Indonesia. Produk tersebut populer dan kerap dibeli turis Indonesia hingga masuk dalam jasa titip atau jastip di Bangkok, Thailand.
Lantas, bagaimana risiko kesehatan yang mengancam dari temuan mikroba yang ada dalam inhaler Hong Thai, Thailand ini.
Baca Juga : Jalani Pola Hidup Sehat, Kak Seto Selamat dari Stroke Berat
Dokter epidemiolog, dr. Dicky Budiman menyoroti kasus inhaler asal Thailnad ini. Ia mengatakan kontaminasi mikroba mengandung organisme hidup baik itu bisa bakteri, jamur, ataupun organisme lain dalam jumlah atau jenis yang tidak boleh ada menurut standar keamanan.
“Dalam kasus Hong Tai Formula, laboratorium menemukan adanya total aerobic microbial count yang melebihi batas, dan clostridium SPP atau bakteri pembentuk spora yang terdeteksi ini bukti kontrol mutu atau GMP sterilisasi dan preservatif di pabrik dari pemproduksi Hong Tai Formula 2 ini tidak memadai,” ungkap dr. Dicky saat dihubungi iNews Media Group, Kamis (29/10/2025).
dr. Dicky mengatakan kontaminasi mikroba ini memungkinkan pertumbuhan bakteri dan bisa mengubah produk secara kimia fisik dan menurunkan mutu. Kontaminasi ini juga menghasilkan spora dan metabolit misalnya mikotoksin atau enzim yang bisa mengiritasi saluran nafas.
“Keberadaan jamur di produk inhalasi itu sangat tidak boleh, sangat dilarang,” tambahnya.
Baca Juga : 5 Dokter dengan Follower Instagram Terbanyak, Siapa Saja Mereka?
Risiko Kesehatan bila Terhirup
Adanya kandungan mikroba tersebut membuat para pengguna inhaler Thailand waspda dan mengecek nomor edar dari produk mereka. dr. Dicky mengatakan bila inhaler dengan kontaminasi mikroba ini masih terhirup bisa menyebabkan risiko gangguan pernapasan ringan hingga akut.
“Kalau dia menghirup inhaler yang terkontaminasi ya iritasi ringan sampai sedang bisa terjadi dalam bentuk batuk, tenggorokan gatal, rasa tidak nyaman dan paling umum ini biasanya terjadi untuk orang sehat yang daya tahannya bagus,” jelas dr. Dicky.
Tak hanya itu, masalah kesehatan pernapasan juga bisa lebih serius, khususnya untuk masyarakat dengan kondisi imunitas yang lemah hingga memiliki riwayat penyakit komorbid yang dapat memperparah infeksi pada pernasapan.
“Misalnya dia penyandang asma, punya infeksi PPOK, penyakit paru obstruktikoronik atau yang memiliki gangguan daya tahan tubuh,” nah inhalasi atau menghirup mikroba ini bisa memicu infeksi serius,” tambahnya.
(wur)
Lihat Juga :