Musim Hujan Tiba, Ini 4 Penyakit yang Perlu Anda Waspadai

Senin, 03 November 2025 - 07:15 WIB
loading...
Musim Hujan Tiba, Ini...
Influenza adalah salah satu penyakit yang rentang menyerang di musim hujan. Foto/Healthday
A A A
JAKARTA - Musim hujan mulai melanda sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Jabodetabek. Curah hujan tinggi khususnya di sore hari menyebabkan banyak genangan hingga banjir dan udara dingin yang patut diwaspadai masyarakat.

Di musim hujan ini, masyarakat juga perlu mewaspadai beberapa penyakit yang mengintai. Terjadi peningkatan penyakit selama musim hujan karena kombinasi faktor lingkungan yang mendorong penyebaran kuman dan menurunkan daya tahan tubuh.

Air yang terkontaminasi akibat banjir dan hujan deras dapat menyebarkan penyakit yang ditularkan melalui air, sementara genangan air menciptakan tempat berkembang biak bagi nyamuk pembawa penyakit seperti demam berdarah dan malaria.

Baca Juga : Ada di Air Hujan, Mikroplastik Juga Sudah Mencemari Buah dan Sayuran

Selain itu, perubahan suhu dan kelembapan yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat orang lebih rentan terhadap virus dan bakteri penyebab penyakit pernapasan dan infeksi lainnya.

Untuk itu, penting memahami penyakit apa saja yang kerap terjadi di musim hujan. Berikut informasinya yang dirangkum iNews Media Group, Minggu (2/11/2025).

1. Diare

Diare jadi salah satu penyakit yang kerap terjadi di musim hujan. Diare adalah masalah pencernaan yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Penyakit ini sering menyerang masyarakat di dataran rendah, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir.

Melansir Medi Call, diare akan menjadi masalah serius yang menyebabkan dehidrasi akut. Untuk mengatasi penyakit ini, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak cairan, terapi cairan intravena, oralit, atau minuman lain yang mengandung elektrolit. Hal ini dilakukan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang atau terapi intravena.

Baca Juga : Studi Baru Ungkap Otak Pria Menyusut Lebih Cepat Dibanding Perempuan Seiring Bertambahnya Usia

2. Influenza

Influenza biasanya tidak hanya terjadi selama musim hujan. Namun, orang-orang sangat rentan terhadap virus influenza selama musim hujan dan udara yang dingin.

Influenza adalah penyakit menular yang menyebar melalui batuk, bersin, atau menyentuh benda-benda yang telah terkontaminasi oleh penderitanya. Dalam kondisi yang parah, influenza dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, gagal ginjal, gagal hati, dan bahkan kematian. Cara paling efektif untuk mencegah Anda dan keluarga terinfeksi influenza adalah dengan menyuntikkan vaksin influenza.

3. Demam Berdarah

Selanjutnya ialah demam berdarah. Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi selama musim hujan. Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Pada musim hujan, umumnya terdapat banyak genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Demam berdarah dengue menyebabkan nyeri sendi dan otot hingga tulang terasa retak. Demam berdarah dengue yang parah, yang dikenal sebagai demam berdarah, dapat menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah mendadak (syok), bahkan kematian. Setelah musim hujan tiba, disarankan untuk menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak bertelur dan berkembang biak, mengganti air dalam vas bunga, dan membersihkan semua tempat penampungan air seminggu sekali.

4. Demam Tifoid

Satu lagi ada dema tifoid yang patut diwaspadai saat musim hujan. Demam tifoid adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi. Bakteri ini dapat ditemukan pada makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Tubuh yang terserang tifoid biasanya akan mengalami demam tinggi, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, kelelahan, dan nyeri perut. Pada kasus tertentu, tifoid juga menyebabkan ruam dan sembelit. Jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis, dan gagal jantung.

Penyakit ini umumnya terjadi di negara tropis, terutama saat musim hujan. Langkah pencegahan penyakit ini adalah dengan hanya minum air bersih dan matang, mencuci dan memasak makanan dengan benar terutama buah dan sayuran mentah, menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah perkembangbiakan serangga dan tikus. Pencegahan efektif lainnya adalah dengan mendapatkan vaksin tifoid.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Jangan Anggap Sepele!...
Jangan Anggap Sepele! Flu Singapura pada Anak Bisa Picu Radang Otak dan Kelumpuhan
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Kasus Hantavirus Ditemukan...
Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Kemenkes Pastikan Situasi Masih Terkendali
Kasus Influenza Masih...
Kasus Influenza Masih Jadi Tantangan, Akses Vaksinasi Harus Diperluas
Meski Sudah Dinyatakan...
Meski Sudah Dinyatakan Sembuh Kanker Bisa Muncul Lagi, Ini Penjelasan Dokter
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
BMKG Prediksi Jakarta...
BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan pada Besok Sore
4 Fakta Hantavirus yang...
4 Fakta Hantavirus yang Mewabah di Kapal Pesiar MV Hondius, Salah Satunya Belum Ada Obatnya
Rekomendasi
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Wakil dari Sumut Ini Ingin Menginspirasi Perempuan Indonesia
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved