Candaannya Singgung Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono Minta Maaf
Selasa, 04 November 2025 - 15:42 WIB
loading...
Pandji Pragiwaksono. Foto/IG @pandji.pragiwaksono
A
A
A
JAKARTA - Komika Pandji Pragiwaksono buka suara usai heboh video Stand Up Comedy-nya beberapa tahun lalu yang disebut menyinggung adat dan budaya Tana Toraja. Pandji menyampaikan permohonan maafnya terkait video stand up comedy tersebut.
Pandji mengatakan jokes yang ia ungkapkan dalam acara stand up comedy itu berlangsung pada tahun 2013 lalu. Ia menyadari candaan tersebut berlebihan dan telah menyinggung adat serta budaya Toraja.
“Saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai,” tulis Pandji di Instagram-nya @pandji.pragiwaksono, Selasa (4/11/2025).
Baca Juga : Pandji Pragiwaksono Sindir Menkeu Purbaya soal 17+8 Tuntutan Rakyat: yang Gini-gini Bikin Demo
Pandji mengatakan dirinya banyak menerima protes dan kemarahan dari banyak pihak imbas isi materi stand up comedy-nya yang membawa budaya pemakaman masyarakat Toraja.
Tak sampai di situ, Pandji bahkan menerima semua konsekuensi dan juga sanksi yang diberikan padanya imbas kekeliruannya. Pria yang lama menetap di Amerika Serikat ini menjelaskan dirinya akan mengikuti proses hukum negara dan adat.
“Saat ini ada dua proses hukum yang berjalan: proses hukum negara, karena adanya laporan ke kepolisian, dan proses hukum adat. Berdasarkan pembicaraan dengan Ibu Rukka, penyelesaian secara adat hanya dapat dilakukan di Toraja,” papar Pandji.
Di tengah permintaan maafnya pada masyarakat Toraja, Pandji juga menyampaikan pesan pada komika lainnya agar lebih peka dan cermat dalam memilih materi sebelum melakukan stand up comedy di depan khalayak. Namun, ia juga meminta para komika tak henti mengangkat nilai budaya Indonesia dalam materi mereka.
Baca Juga : Tak Terima Divonis 4 Tahun, Nikita Mirzani Resmi Ajukan Banding ke PN Jaksel
“Saya juga berharap kejadian ini tidak membuat para komika berhenti mengangkat nilai dan budaya dalam karya mereka. Menurut saya, anggapan bahwa pelawak tidak boleh membicarakan SARA kurang tepat. Indonesia adalah negara dengan keragaman luar biasa: suku, agama, ras, dan antargolongan adalah bagian dari jati diri bangsa ini,” jelas Pandji.
“Yang penting bukan berhenti membicarakan SARA, tapi bagaimana membicarakannya tanpa merendahkan atau menjelek-jelekkan.”
Sebelumnya, stand up comedy bertajuk Mesakke Bangsaku itu viral lagi di media sosial dan menyoroti materi Pandji Pragiwaksono yang menyinggung soal adat dan budaya Toraja. Dalam stand up comedy di tahun 2013 itu, Pandji membahas perihal tradisi pemakaman di Tanah Toraja yang mengeluarkan banyak biaya.
“Di Toraja kalau ada keluarga yang meninggal, makaminnya itu pakai pesta yang mahal banget. Bahkan banyak orang Toraja yang jatuh miskin habis bikin pesta pemakaman keluarganya,” ucap Pandji dalam stand up comedy itu.
Pandji juga membuat lelucon bila sanak keluarga tak mampu membuat pesta pemakaman sehingga jenazah hanya diletakan di ruang keluarga.
Ungkapan Pandji tersebut membuat masyarakat Toraja meradang hingga mendesak komika ini untuk minta maaf dan mempertanggung jawabkan ucapannya.
Pandji mengatakan jokes yang ia ungkapkan dalam acara stand up comedy itu berlangsung pada tahun 2013 lalu. Ia menyadari candaan tersebut berlebihan dan telah menyinggung adat serta budaya Toraja.
“Saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai,” tulis Pandji di Instagram-nya @pandji.pragiwaksono, Selasa (4/11/2025).
Baca Juga : Pandji Pragiwaksono Sindir Menkeu Purbaya soal 17+8 Tuntutan Rakyat: yang Gini-gini Bikin Demo
Pandji mengatakan dirinya banyak menerima protes dan kemarahan dari banyak pihak imbas isi materi stand up comedy-nya yang membawa budaya pemakaman masyarakat Toraja.
Tak sampai di situ, Pandji bahkan menerima semua konsekuensi dan juga sanksi yang diberikan padanya imbas kekeliruannya. Pria yang lama menetap di Amerika Serikat ini menjelaskan dirinya akan mengikuti proses hukum negara dan adat.
“Saat ini ada dua proses hukum yang berjalan: proses hukum negara, karena adanya laporan ke kepolisian, dan proses hukum adat. Berdasarkan pembicaraan dengan Ibu Rukka, penyelesaian secara adat hanya dapat dilakukan di Toraja,” papar Pandji.
Di tengah permintaan maafnya pada masyarakat Toraja, Pandji juga menyampaikan pesan pada komika lainnya agar lebih peka dan cermat dalam memilih materi sebelum melakukan stand up comedy di depan khalayak. Namun, ia juga meminta para komika tak henti mengangkat nilai budaya Indonesia dalam materi mereka.
Baca Juga : Tak Terima Divonis 4 Tahun, Nikita Mirzani Resmi Ajukan Banding ke PN Jaksel
“Saya juga berharap kejadian ini tidak membuat para komika berhenti mengangkat nilai dan budaya dalam karya mereka. Menurut saya, anggapan bahwa pelawak tidak boleh membicarakan SARA kurang tepat. Indonesia adalah negara dengan keragaman luar biasa: suku, agama, ras, dan antargolongan adalah bagian dari jati diri bangsa ini,” jelas Pandji.
“Yang penting bukan berhenti membicarakan SARA, tapi bagaimana membicarakannya tanpa merendahkan atau menjelek-jelekkan.”
Sebelumnya, stand up comedy bertajuk Mesakke Bangsaku itu viral lagi di media sosial dan menyoroti materi Pandji Pragiwaksono yang menyinggung soal adat dan budaya Toraja. Dalam stand up comedy di tahun 2013 itu, Pandji membahas perihal tradisi pemakaman di Tanah Toraja yang mengeluarkan banyak biaya.
“Di Toraja kalau ada keluarga yang meninggal, makaminnya itu pakai pesta yang mahal banget. Bahkan banyak orang Toraja yang jatuh miskin habis bikin pesta pemakaman keluarganya,” ucap Pandji dalam stand up comedy itu.
Pandji juga membuat lelucon bila sanak keluarga tak mampu membuat pesta pemakaman sehingga jenazah hanya diletakan di ruang keluarga.
Ungkapan Pandji tersebut membuat masyarakat Toraja meradang hingga mendesak komika ini untuk minta maaf dan mempertanggung jawabkan ucapannya.
(wur)
Lihat Juga :