Manfaat Rutin Jalan Kaki bagi Kesehatan, Bikin Jantung Sehat dan Tekanan Darah Normal
Kamis, 06 November 2025 - 09:01 WIB
loading...
Jalan kaki sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan. Foto/victoria walk
A
A
A
JAKARTA - Berjalan kaki mungkin terdengar seperti aktivitas sederhana yang biasa dilakukan sehari-hari. Namun, ternyata kebiasaan berjalan khususnya mencapai sekitar 10.000 langkah per hari, dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Di era gaya hidup serba cepat dan duduk dalam waktu lama menjadi kebiasaan, rutinitas berjalan kaki bisa menjadi solusi yang mudah, murah, dan bisa dilakukan siapa saja. Dilansir dari EatingWell, menurut para ahli, berjalan kaki teratur membantu meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah dengan lebih efisien.
Ketika jantung menjadi lebih kuat, tekanan yang diberikan pada pembuluh darah menurun, sehingga berkontribusi langsung pada penurunan tekanan darah. Selain itu, aktivitas ini juga merangsang tubuh untuk melepaskan nitric oxide, senyawa yang membantu melebarkan pembuluh darah, memperlancar aliran darah, dan mengurangi beban kerja sistem kardiovaskular.
Baca Juga : Jalan Kaki 2 Menit setelah Makan Bisa Kurangi Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung
Manfaat berjalan kaki tidak selalu bergantung pada angka 10.000 langkah. Para peneliti menyebutkan bahwa efek positif mulai terlihat sejak 3.000 hingga 5.000 langkah per hari, terutama jika dilakukan secara konsisten dan dengan intensitas yang cukup, seperti jalan cepat.
Pasalnya, konsistensi lebih penting daripada mengejar angka tertentu. Dengan kata lain, kebiasaan berjalan ringan namun rutin lebih bermanfaat daripada berjalan jauh tetapi hanya sesekali.
Selain berdampak pada kesehatan fisik, berjalan kaki juga terbukti mampu menurunkan tingkat stres. Kegiatan ini membantu menyeimbangkan hormon tubuh, termasuk menekan produksi kortisol yang dikenal sebagai hormon stres.
Baca Juga : Tak Selalu Lebih Baik Mentah, Ini 5 Sayuran yang Lebih Bergizi Setelah Dimasak
Ini dia 5 tips yang dapat dilakukan agar berjalan kaki bisa menjadi kebiasaan:
1. Tidak harus memaksakan 10.000 langkah per hari.Manfaat berjalan kaki sudah mulai terlihat mulai 3.000–5.000 langkah per hari, selama dilakukan secara konsisten. Sehingga fokuslah pada mengejar konsistensi, bukan angka.
2. Gunakan kecepatan berjalan yang sedikit lebih cepat (brisk walk).Jalan cepat memberi efek penurunan tekanan darah yang lebih besar dibanding berjalan sangat pelan.
3. Bagi dalam beberapa sesi pendek.Berjalan kaki sebanyak 3 kali dengan waktu 10–15 menit sehari bisa sama efektifnya dengan satu sesi panjang. Untuk itu berjalan kaki bisa dilakukan di sela aktivitas harian.Misalnya dengan parkir kendaraan lebih jauh, memilih tangga daripada lift, dan mengambil rute yang sedikit lebih panjang.
4. Gunakan alat hitung langkah Anda bisa melakukan tracking untuk membantu memonitor progres agar kebiasaan lebih mudah dipertahankan, bukan untuk mengejar angka, tapi melihat pola.
5. Jadikan aktivitasnya menyenangkan.Anda bisa melakukan kegiatan berjalan kaki dibarengi hal-hal yang disukai, seperti mendengar musik, jalan bersama teman, dan lainnya. Kegiatan ini juga bisa menurunkan stres yang berpengaruh pada tekanan darah.
Di era gaya hidup serba cepat dan duduk dalam waktu lama menjadi kebiasaan, rutinitas berjalan kaki bisa menjadi solusi yang mudah, murah, dan bisa dilakukan siapa saja. Dilansir dari EatingWell, menurut para ahli, berjalan kaki teratur membantu meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah dengan lebih efisien.
Ketika jantung menjadi lebih kuat, tekanan yang diberikan pada pembuluh darah menurun, sehingga berkontribusi langsung pada penurunan tekanan darah. Selain itu, aktivitas ini juga merangsang tubuh untuk melepaskan nitric oxide, senyawa yang membantu melebarkan pembuluh darah, memperlancar aliran darah, dan mengurangi beban kerja sistem kardiovaskular.
Baca Juga : Jalan Kaki 2 Menit setelah Makan Bisa Kurangi Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung
Manfaat berjalan kaki tidak selalu bergantung pada angka 10.000 langkah. Para peneliti menyebutkan bahwa efek positif mulai terlihat sejak 3.000 hingga 5.000 langkah per hari, terutama jika dilakukan secara konsisten dan dengan intensitas yang cukup, seperti jalan cepat.
Pasalnya, konsistensi lebih penting daripada mengejar angka tertentu. Dengan kata lain, kebiasaan berjalan ringan namun rutin lebih bermanfaat daripada berjalan jauh tetapi hanya sesekali.
Selain berdampak pada kesehatan fisik, berjalan kaki juga terbukti mampu menurunkan tingkat stres. Kegiatan ini membantu menyeimbangkan hormon tubuh, termasuk menekan produksi kortisol yang dikenal sebagai hormon stres.
Baca Juga : Tak Selalu Lebih Baik Mentah, Ini 5 Sayuran yang Lebih Bergizi Setelah Dimasak
Ini dia 5 tips yang dapat dilakukan agar berjalan kaki bisa menjadi kebiasaan:
1. Tidak harus memaksakan 10.000 langkah per hari.Manfaat berjalan kaki sudah mulai terlihat mulai 3.000–5.000 langkah per hari, selama dilakukan secara konsisten. Sehingga fokuslah pada mengejar konsistensi, bukan angka.
2. Gunakan kecepatan berjalan yang sedikit lebih cepat (brisk walk).Jalan cepat memberi efek penurunan tekanan darah yang lebih besar dibanding berjalan sangat pelan.
3. Bagi dalam beberapa sesi pendek.Berjalan kaki sebanyak 3 kali dengan waktu 10–15 menit sehari bisa sama efektifnya dengan satu sesi panjang. Untuk itu berjalan kaki bisa dilakukan di sela aktivitas harian.Misalnya dengan parkir kendaraan lebih jauh, memilih tangga daripada lift, dan mengambil rute yang sedikit lebih panjang.
4. Gunakan alat hitung langkah Anda bisa melakukan tracking untuk membantu memonitor progres agar kebiasaan lebih mudah dipertahankan, bukan untuk mengejar angka, tapi melihat pola.
5. Jadikan aktivitasnya menyenangkan.Anda bisa melakukan kegiatan berjalan kaki dibarengi hal-hal yang disukai, seperti mendengar musik, jalan bersama teman, dan lainnya. Kegiatan ini juga bisa menurunkan stres yang berpengaruh pada tekanan darah.
(wur)
Lihat Juga :