Kolaborasi Medis Korea - Indonesia Buka Babak Baru Inovasi Bedah Saraf dan Ortopedi Modern
Sabtu, 08 November 2025 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
"Melalui seminar perdana ini, kami tidak hanya membangun jembatan kolaborasi yang berkelanjutan, tetapi juga menciptakan sebuah platform efektif untuk mendorong peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia demi terciptanya kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik," ujardr. Alif Noeriyanto Rahman, Sp.OT, FIPM, FIPP, CIPS, C.PSH, COMSK, AIFMO, AIFO-K, Komisaris Klinik Artikular Orthopedic, saat jumpa pers disela-sela seminar.
Baca Juga : BPOM Cabut Izin 23 Produk Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!
Personalisasi 3D & Terapi Minim Invasif: Tren Ortopedi Modern
Seminar ini menghadirkan sejumlah topik ilmiah yang menjadi tren global dalam dunia kedokteran.“Kolaborasi internasional sangat penting untuk mempercepat adopsi teknik-teknik bedah saraf terkini di Indonesia. Topik seperti Lumbar Epideuroneurolysis merupakan terobosan bagi pasien yang menolak atau tidak cocok untuk operasi konvensional. Pertukaran ilmu langsung dengan kolega dari Korea memungkinkan kami menawarkan lebih banyak pilihan terapi minim invasif, mengurangi rasa sakit, dan mempercepat pemulihan pasien,” tegas dr. Muhamad Aulia Rahman.
Menurut dokter yang bulan September lalu melakukan course di Gyeonggi , Korea Selatan ini mengatakan, banyak case ortopedi seperti pergeseran tulang belakang yang kompleks bisa ditangani oleh teknologi yang sudah sangat beragam pilihannya dan berstandar tinggi. Kelebihannya juga, Pemerintah Gyeonggi juga memberikan jaminan berupa asuransi kesehatan yang mumpuni untuk warganya sehingga permasalahan cepat ditanggulangi.
Sementara itu, dr. Alif Noeriyanto Rahmanmenambahkan, “Pendekatan Ortopedi modern kini sudah bergeser dari sekadar ‘memperbaiki tulang’ ke arah functional restoration dan pain management yang komprehensif. Teknologi Customized 3D-Printed Titanium Cage untuk TLIF adalah masa depan personalisasi pengobatan. Ini memungkinkan kami menciptakan implan yang sempurna sesuai anatomi pasien, yang akhirnya meningkatkan kesuksesan operasi dan kepuasan pasien. Sinergi antara teknologi mutakhir dan pertukaran keahlian klinis inilah kunci meningkatkan standar pelayanan ortopedi di Indonesia."
Baca Juga : BPOM Cabut Izin 23 Produk Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!
Personalisasi 3D & Terapi Minim Invasif: Tren Ortopedi Modern
Seminar ini menghadirkan sejumlah topik ilmiah yang menjadi tren global dalam dunia kedokteran.“Kolaborasi internasional sangat penting untuk mempercepat adopsi teknik-teknik bedah saraf terkini di Indonesia. Topik seperti Lumbar Epideuroneurolysis merupakan terobosan bagi pasien yang menolak atau tidak cocok untuk operasi konvensional. Pertukaran ilmu langsung dengan kolega dari Korea memungkinkan kami menawarkan lebih banyak pilihan terapi minim invasif, mengurangi rasa sakit, dan mempercepat pemulihan pasien,” tegas dr. Muhamad Aulia Rahman.
Menurut dokter yang bulan September lalu melakukan course di Gyeonggi , Korea Selatan ini mengatakan, banyak case ortopedi seperti pergeseran tulang belakang yang kompleks bisa ditangani oleh teknologi yang sudah sangat beragam pilihannya dan berstandar tinggi. Kelebihannya juga, Pemerintah Gyeonggi juga memberikan jaminan berupa asuransi kesehatan yang mumpuni untuk warganya sehingga permasalahan cepat ditanggulangi.
Sementara itu, dr. Alif Noeriyanto Rahmanmenambahkan, “Pendekatan Ortopedi modern kini sudah bergeser dari sekadar ‘memperbaiki tulang’ ke arah functional restoration dan pain management yang komprehensif. Teknologi Customized 3D-Printed Titanium Cage untuk TLIF adalah masa depan personalisasi pengobatan. Ini memungkinkan kami menciptakan implan yang sempurna sesuai anatomi pasien, yang akhirnya meningkatkan kesuksesan operasi dan kepuasan pasien. Sinergi antara teknologi mutakhir dan pertukaran keahlian klinis inilah kunci meningkatkan standar pelayanan ortopedi di Indonesia."
Lihat Juga :