Sering Bertanya tentang Arti Hidup? Mungkin Kamu Alami Krisis Eksistensial
Senin, 14 September 2020 - 21:27 WIB
loading...
A
A
A
“Orang dapat mengalami krisis eksistensial ketika mereka mulai bertanya-tanya apa arti hidup, dan apa tujuan hidup mereka secara keseluruhan,” kata Katie Leikam, seorang terapis di Decatur, Georgia, Amerika Serikat, dikutip dari Healthline.
Beberapa psikolog dan psikiater dunia seperti Kazimierz Dabrowski dan Irvin D. Yalom sudah mempelajari krisis eksistensial selama beberapa dekade, dimulai sejak 1929 silam.
![Sering Bertanya tentang Arti Hidup? Mungkin Kamu Alami Krisis Eksistensial]()
Foto: Unsplash
Penyebab Krisis Eksistensial
Sejumlah peristiwa yang dialami oleh seseorang ternyata bisa menjadi penyebab terjadinya krisis keberadaan. (Baca Juga: Peluang Kerja! Ini 5 Profesi Paling Dicari di Bidang Teknologi Digital )
Beberapa penyebab tersebut terbagi menjadi dua, yaitu dalam (internal) dan luar (eksternal). Meskipun begitu, keduanya punya dampak bagi kehidupan seseorang.
Munculnya rasa bersalah ketika melakukan sesuatu dan rasa tidak puas terhadap diri sendiri termasuk golongan dalam (internal) penyebab terjadinya krisis keberadaan.
Sedangkan golongan luar (eksternal) punya dampak yang lebih besar bagi kehidupan seseorang, seperti kehilangan orang yang dicintai akibat kematian atau menghadapi realitas dari kematian itu sendiri, dan merasa tidak terpenuhi secara sosial dalam suatu lingkungan.
Bukan cuma itu, melansir dari Medical News Today, krisis eksistensial juga bisa terjadi setelah timbulnya emosi negatif yang berkepanjangan, seperti perasaan terisolasi dan pemicu stres lainnya (depresi atau kecemasan).
Beberapa psikolog dan psikiater dunia seperti Kazimierz Dabrowski dan Irvin D. Yalom sudah mempelajari krisis eksistensial selama beberapa dekade, dimulai sejak 1929 silam.

Foto: Unsplash
Penyebab Krisis Eksistensial
Sejumlah peristiwa yang dialami oleh seseorang ternyata bisa menjadi penyebab terjadinya krisis keberadaan. (Baca Juga: Peluang Kerja! Ini 5 Profesi Paling Dicari di Bidang Teknologi Digital )
Beberapa penyebab tersebut terbagi menjadi dua, yaitu dalam (internal) dan luar (eksternal). Meskipun begitu, keduanya punya dampak bagi kehidupan seseorang.
Munculnya rasa bersalah ketika melakukan sesuatu dan rasa tidak puas terhadap diri sendiri termasuk golongan dalam (internal) penyebab terjadinya krisis keberadaan.
Sedangkan golongan luar (eksternal) punya dampak yang lebih besar bagi kehidupan seseorang, seperti kehilangan orang yang dicintai akibat kematian atau menghadapi realitas dari kematian itu sendiri, dan merasa tidak terpenuhi secara sosial dalam suatu lingkungan.
Bukan cuma itu, melansir dari Medical News Today, krisis eksistensial juga bisa terjadi setelah timbulnya emosi negatif yang berkepanjangan, seperti perasaan terisolasi dan pemicu stres lainnya (depresi atau kecemasan).
Lihat Juga :