Duduk Terlalu Lama Ternyata Bisa Picu Alzheimer, Ini 5 Cara untuk Mencegahnya
Rabu, 12 November 2025 - 07:29 WIB
loading...
Duduk terlalu lama berisiko sebabkan Alzheimer. Foto/WebMD
A
A
A
JAKARTA - Di era serba digital seperti sekarang, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan duduk. Entah itu saat bekerja di depan laptop, menonton film, bermain ponsel, atau sekadar bersantai.
Namun ternyata kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer yaitu gangguan kesehatan otak yang menyebabkan penurunan daya ingat serta kemampuan berpikir. Para ahli menjelaskan bahwa meskipun seseorang rutin berolahraga setiap hari, risiko tersebut tetap bisa muncul apabila ia masih menghabiskan banyak waktu untuk duduk dalam jangka panjang tanpa banyak bergerak.
Dilansir dari Eatingwell, bahkan olahraga 30 menit sehari juga belum cukup jika sisanya dihabiskan hanya duduk dalam waktu yang lama. Ternyata tubuh kita butuh pergerakan teratur untuk menjaga aliran darah tetap lancar, termasuk ke otak.
Baca Juga : Mengenal Trauma Akustik, Gangguan Pendengaran Akibat Suara Keras
Jika terlalu lama duduk, aliran darah menjadi kurang optimal. Padahal otak sangat membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi sehingga pasokannya terganggu, sel-sel otak dapat melemah dari waktu ke waktu.
Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama juga bisa berdampak pada kesehatan jantung dan metabolisme tubuh. Hal ini dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan kolesterol, yang keduanya dikenal sebagai faktor risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Baca Juga : Sering Merasa Lapar saat Bangun Tidur di Pagi Hari? Ternyata Ini Penyebabnya!
Untuk itu ada beberapa hal sederhana yqng bisa dilakukan untuk mengurangi resiko penyakit Alzheimer, di antaranya:
1. Membebaskan diri dari gaya hidup yang tidak aktif adalah langkah pertama yang kuat untuk pengurangan risiko penyakit Alzheimer.
2. Diet Pendukung, karena apa yang dimakan secara langsung berdampak pada otak. Diet dengan menekankan sayuran berdaun hijau, beri, kacang-kacangan, minyak zaitun, biji-bijian, ikan dan unggas sambil membatasi daging merah, dan keju disebut secara signifikan menurunkan risiko Alzheimer.
3. Tantang Pikiranmu. Terlibat dalam aktivitas yang merangsang secara mental membantu membangun cadangan kognitif yaitu kemampuan otak untuk menahan kerusakan.
4. Prioritaskan Koneksi Sosial, dengan aktif di lingkungan dan memperbanyak relasi, bisa memicu kesehatan kognitif dan menghindari kesepian yanv menjadi salah satu faktor risiko demensia.
5. Mengelola Faktor Risiko Kardiovaskular, apa yang baik untuk jantung juga baik untuk otak. Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes bisa meningkatkan resiko terkena penyakit Alzheimer.
Namun ternyata kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer yaitu gangguan kesehatan otak yang menyebabkan penurunan daya ingat serta kemampuan berpikir. Para ahli menjelaskan bahwa meskipun seseorang rutin berolahraga setiap hari, risiko tersebut tetap bisa muncul apabila ia masih menghabiskan banyak waktu untuk duduk dalam jangka panjang tanpa banyak bergerak.
Dilansir dari Eatingwell, bahkan olahraga 30 menit sehari juga belum cukup jika sisanya dihabiskan hanya duduk dalam waktu yang lama. Ternyata tubuh kita butuh pergerakan teratur untuk menjaga aliran darah tetap lancar, termasuk ke otak.
Baca Juga : Mengenal Trauma Akustik, Gangguan Pendengaran Akibat Suara Keras
Jika terlalu lama duduk, aliran darah menjadi kurang optimal. Padahal otak sangat membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi sehingga pasokannya terganggu, sel-sel otak dapat melemah dari waktu ke waktu.
Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama juga bisa berdampak pada kesehatan jantung dan metabolisme tubuh. Hal ini dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan kolesterol, yang keduanya dikenal sebagai faktor risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Baca Juga : Sering Merasa Lapar saat Bangun Tidur di Pagi Hari? Ternyata Ini Penyebabnya!
Untuk itu ada beberapa hal sederhana yqng bisa dilakukan untuk mengurangi resiko penyakit Alzheimer, di antaranya:
1. Membebaskan diri dari gaya hidup yang tidak aktif adalah langkah pertama yang kuat untuk pengurangan risiko penyakit Alzheimer.
2. Diet Pendukung, karena apa yang dimakan secara langsung berdampak pada otak. Diet dengan menekankan sayuran berdaun hijau, beri, kacang-kacangan, minyak zaitun, biji-bijian, ikan dan unggas sambil membatasi daging merah, dan keju disebut secara signifikan menurunkan risiko Alzheimer.
3. Tantang Pikiranmu. Terlibat dalam aktivitas yang merangsang secara mental membantu membangun cadangan kognitif yaitu kemampuan otak untuk menahan kerusakan.
4. Prioritaskan Koneksi Sosial, dengan aktif di lingkungan dan memperbanyak relasi, bisa memicu kesehatan kognitif dan menghindari kesepian yanv menjadi salah satu faktor risiko demensia.
5. Mengelola Faktor Risiko Kardiovaskular, apa yang baik untuk jantung juga baik untuk otak. Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes bisa meningkatkan resiko terkena penyakit Alzheimer.
(wur)
Lihat Juga :