Kolaborasi RCTI+ dan Shopee, BIG Group Nilai Dorong Penguatan UMKM
Jum'at, 14 November 2025 - 11:24 WIB
loading...
RCTI+ dan Shopee berkolaborasi dalam menghadirkan fitur belanja langsung dalam satu aplikasi. Foto/IMG/Azis Indra.
A
A
A
JAKARTA - RCTI+ dan Shopee berkolaborasi dalam menghadirkan fitur belanja langsung dalam satu aplikasi. Inovasi ini mendapat sambutan positif dari berbagai pelaku industri, termasuk BIG Group.
General Manager BIG Group Ninov Akbar menilai langkah inovatif ini bukan hanya membuka peluang baru bagi konsumen untuk berbelanja dengan mudah, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem digital dan mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Baca juga: Baru di ShopeeVIP! Gratis Akses Nonton di OTT Buat Kamu!
"Karena memang produk yang kami jual ini cukup masif di Indonesia dan memang perusahaan yang saya pimpin ini sudah berjalan 17 tahun. Kita ingin membangun dan membentuk upaya memperkuat UMKM di seluruh Indonesia. Jadi produk kita tuh gak cuma ada lampu, kita ada rice cooker, ada speaker noise, kemudian ada headlamp dan sebagainya," kata Ninov di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Barat, Kamis (13/11/2025).
Sebagai perusahaan yang telah beroperasi hampir dua dekade, BIG Group kini memiliki lima pabrik di Tangerang dengan sekitar 3.000 karyawan. Dengan pendapatan mencapai sekitar Rp400 miliar per bulan, Ninov menegaskan bahwa BIG Group berkomitmen untuk terus tumbuh melalui inovasi dan kolaborasi strategis di ranah digital.
Baca juga: Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Angkat Cerita UMKM yang Menginspirasi
"Artinya dengan angka yang lumayan signifikan dan tentunya dengan nama besar RCTI+, harapannya ke depannya kita bisa melakukan sinergi yang memang terpusat kepada digitalisasi dan juga lebih kepada easy to pay," ucapnya.
Konsep easy to pay dikatakan Ninov merujuk pada kemudahan bertransaksi tanpa harus keluar dari aplikasi saat sedang menonton konten. Ia mengatakan kebiasaan masyarakat Indonesia kini sudah berubah, di mana menginginkan kemudahan dan kecepatan dalam berbelanja, bahkan di saat sedang menikmati hiburan.
"Easy to pay artinya karena customer itu kan udah nggak mau ke mana-mana. Kadang lagi pengen nonton, sambil nih ada stimulus nih, ada promosi nih, ada apa nih. Ini memang harus sambil belanja seperti itu. Karena gak cuman jualan offline, tapi sekarang kan market sudah berubah untuk lebih ke online ya," ujarnya.
Baca juga: SPayLater Mendukung Pertumbuhan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
Ninov juga menilai bahwa integrasi belanja dan hiburan yang dihadirkan RCTI+ bersama Shopee merupakan langkah strategis yang unik dan relevan dengan gaya hidup masyarakat modern. Di tengah maraknya platform marketplace, inovasi ini dianggap menjadi cara yang tepat dalam menggaet konsumen.
"Tapi dengan banyaknya marketplace, dengan utilitas segala macem, dengan uniqueness yang memang diberikan oleh RCTI+ ini, itu suatu hal yang baru buat kita. Artinya dengan hobi orang suka nonton, ditambah suka belanja, itu kan juga peluang yang bagus," tuturnya.
Bagi BIG Group, kolaborasi ini bukan hanya soal inovasi, tetapi juga bagian dari upaya untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal dan memperkuat peran UMKM dalam ekonomi digital.
General Manager BIG Group Ninov Akbar menilai langkah inovatif ini bukan hanya membuka peluang baru bagi konsumen untuk berbelanja dengan mudah, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem digital dan mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Baca juga: Baru di ShopeeVIP! Gratis Akses Nonton di OTT Buat Kamu!
"Karena memang produk yang kami jual ini cukup masif di Indonesia dan memang perusahaan yang saya pimpin ini sudah berjalan 17 tahun. Kita ingin membangun dan membentuk upaya memperkuat UMKM di seluruh Indonesia. Jadi produk kita tuh gak cuma ada lampu, kita ada rice cooker, ada speaker noise, kemudian ada headlamp dan sebagainya," kata Ninov di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Barat, Kamis (13/11/2025).
Sebagai perusahaan yang telah beroperasi hampir dua dekade, BIG Group kini memiliki lima pabrik di Tangerang dengan sekitar 3.000 karyawan. Dengan pendapatan mencapai sekitar Rp400 miliar per bulan, Ninov menegaskan bahwa BIG Group berkomitmen untuk terus tumbuh melalui inovasi dan kolaborasi strategis di ranah digital.
Baca juga: Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Angkat Cerita UMKM yang Menginspirasi
"Artinya dengan angka yang lumayan signifikan dan tentunya dengan nama besar RCTI+, harapannya ke depannya kita bisa melakukan sinergi yang memang terpusat kepada digitalisasi dan juga lebih kepada easy to pay," ucapnya.
Konsep easy to pay dikatakan Ninov merujuk pada kemudahan bertransaksi tanpa harus keluar dari aplikasi saat sedang menonton konten. Ia mengatakan kebiasaan masyarakat Indonesia kini sudah berubah, di mana menginginkan kemudahan dan kecepatan dalam berbelanja, bahkan di saat sedang menikmati hiburan.
"Easy to pay artinya karena customer itu kan udah nggak mau ke mana-mana. Kadang lagi pengen nonton, sambil nih ada stimulus nih, ada promosi nih, ada apa nih. Ini memang harus sambil belanja seperti itu. Karena gak cuman jualan offline, tapi sekarang kan market sudah berubah untuk lebih ke online ya," ujarnya.
Baca juga: SPayLater Mendukung Pertumbuhan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
Ninov juga menilai bahwa integrasi belanja dan hiburan yang dihadirkan RCTI+ bersama Shopee merupakan langkah strategis yang unik dan relevan dengan gaya hidup masyarakat modern. Di tengah maraknya platform marketplace, inovasi ini dianggap menjadi cara yang tepat dalam menggaet konsumen.
"Tapi dengan banyaknya marketplace, dengan utilitas segala macem, dengan uniqueness yang memang diberikan oleh RCTI+ ini, itu suatu hal yang baru buat kita. Artinya dengan hobi orang suka nonton, ditambah suka belanja, itu kan juga peluang yang bagus," tuturnya.
Bagi BIG Group, kolaborasi ini bukan hanya soal inovasi, tetapi juga bagian dari upaya untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal dan memperkuat peran UMKM dalam ekonomi digital.
(nnz)
Lihat Juga :