Hati-Hati, Stres di Tempat Kerja Terbukti Tingkatkan Risiko Stroke
Selasa, 18 November 2025 - 07:30 WIB
loading...
Ternyata stres, terutama yang terjadi saat bekerja, tidak boleh diremehkan. Foto/Deposit Photo.
A
A
A
JAKARTA - Stres seringkali dianggap sebagai hal biasa yang muncul akibat tuntutan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari lainnya. Namun, ternyata stres, terutama yang terjadi saat bekerja, tidak boleh diremehkan.
Menurut penelitian yang dilakukan Cleveland Clinic, stres kerja bukan hanya memengaruhi suasana hati dan produktivitas, tetapi juga dapat meningkatkan risiko stroke .
Hal ini diperkuat oleh penjelasan dr. Irene Katzan, ahli saraf dari Cleveland Clinic, yang menyebut bahwa stres kronis di tempat kerja dapat memicu perubahan fisiologis pada tubuh.
Baca juga: Konsumsi 2 Buah Kiwi sebelum Tidur Bisa Redakan Stres
Tekanan mental yang berlangsung lama dapat meningkatkan detak jantung, memicu peradangan, serta menyebabkan lonjakan tekanan darah.
Tiga kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke. Temuan ini berasal dari analisis enam studi besar yang melibatkan lebih dari 138.000 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja dengan tuntutan psikologis tinggi namun kontrol pekerjaan rendah memiliki peningkatan risiko stroke sekitar 22% dibanding mereka yang bekerja dalam lingkungan yang lebih terkendali.
Baca juga:Sering Merasa Lapar saat Bangun Tidur di Pagi Hari? Ternyata Ini Penyebabnya!
Situasi ini kerap ditemukan pada pekerjaan dengan deadline ketat, tuntutan multitasking, atau tekanan tinggi dari atasan.
Selain itu, stres kerja sering tanpa disadari mendorong munculnya kebiasaan hidup tidak sehat, seperti merokok, makan berlebihan, hingga kurang bergerak. Kombinasi antara stres dan gaya hidup buruk inilah yang semakin memperkuat risiko stroke.
Meski begitu, para ahli mengungkapkan bahwa dampak stres dapat dikurangi melalui kebiasaan sederhana. Teknik pernapasan, meditasi singkat, atau mendengarkan musik diyakini dapat membantu menurunkan ketegangan saat bekerja.
Mengatur ruang kerja agar lebih nyaman—misalnya dengan menambahkan tanaman, pencahayaan lembut, atau warna yang menenangkan—juga dapat membantu mengurangi beban stres.
Para ahli juga mendorong pekerja untuk rutin memeriksa tekanan darah, terutama bagi mereka yang sering merasa stres atau memiliki faktor risiko lain.
Menurut penelitian yang dilakukan Cleveland Clinic, stres kerja bukan hanya memengaruhi suasana hati dan produktivitas, tetapi juga dapat meningkatkan risiko stroke .
Hal ini diperkuat oleh penjelasan dr. Irene Katzan, ahli saraf dari Cleveland Clinic, yang menyebut bahwa stres kronis di tempat kerja dapat memicu perubahan fisiologis pada tubuh.
Baca juga: Konsumsi 2 Buah Kiwi sebelum Tidur Bisa Redakan Stres
Tekanan mental yang berlangsung lama dapat meningkatkan detak jantung, memicu peradangan, serta menyebabkan lonjakan tekanan darah.
Tiga kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke. Temuan ini berasal dari analisis enam studi besar yang melibatkan lebih dari 138.000 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja dengan tuntutan psikologis tinggi namun kontrol pekerjaan rendah memiliki peningkatan risiko stroke sekitar 22% dibanding mereka yang bekerja dalam lingkungan yang lebih terkendali.
Baca juga:Sering Merasa Lapar saat Bangun Tidur di Pagi Hari? Ternyata Ini Penyebabnya!
Situasi ini kerap ditemukan pada pekerjaan dengan deadline ketat, tuntutan multitasking, atau tekanan tinggi dari atasan.
Selain itu, stres kerja sering tanpa disadari mendorong munculnya kebiasaan hidup tidak sehat, seperti merokok, makan berlebihan, hingga kurang bergerak. Kombinasi antara stres dan gaya hidup buruk inilah yang semakin memperkuat risiko stroke.
Meski begitu, para ahli mengungkapkan bahwa dampak stres dapat dikurangi melalui kebiasaan sederhana. Teknik pernapasan, meditasi singkat, atau mendengarkan musik diyakini dapat membantu menurunkan ketegangan saat bekerja.
Mengatur ruang kerja agar lebih nyaman—misalnya dengan menambahkan tanaman, pencahayaan lembut, atau warna yang menenangkan—juga dapat membantu mengurangi beban stres.
Para ahli juga mendorong pekerja untuk rutin memeriksa tekanan darah, terutama bagi mereka yang sering merasa stres atau memiliki faktor risiko lain.
(nnz)
Lihat Juga :