Mochtar Riady: Siloam Bakal Jadi Hospital AI Pertama di Indonesia
Kamis, 20 November 2025 - 17:16 WIB
loading...
Founder Lippo Grup, Mochtar Riady mengatakan saat Grand Opening Mochtar Riady Center for Advance Care (MRCAC) di Siloam Hospital Surabaya. Foto/Masdarul Khoiri.
A
A
A
SURABAYA - Founder Lippo Grup, Mochtar Riady mengatakan, Siloam Hospital akan menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang berbasis Artificial Intelligence (AI). Pernyataan ini diungkapkannya saat Grand Opening Mochtar Riady Center for Advance Care (MRCAC) di Siloam Hospital Surabaya, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, AI sudah menjadi tuntutan jaman dan kebutuhan di setiap sektor kehidupan, termasuk di bidang kesehatan.
“Perkembangan teknologi selalu membawa kemakmuran manusia dan bangsa. Sekarang manusia telah memasuki revolusi industri ke-4. Sekaligus ada 8 macam teknologi yang salah satunya adalah AI,” terangnya saat sambutan.
Baca juga: Mengenal Rumah Sakit Kardiologi Emirate-Indonesia di Solo
Dia menambahkan, saat ini dunia kedokteran semua harus menuju kepada AI. “Karenanya, Siloam ingin menjadi hospital pertama di Indonesia yang berbasis AI,” tambahnya.
Mochtar juga mengajak masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur dan Indonesia timur tidak minder dengan luar negeri. Masyarakat harus punya visi dan keberanian.
Dia berharap Siloam bisa adaptif dengan perkembangan, pertumbuhan teknologi terbaru agar bisa memberikan pelayanan yang bagus kepada masyarakat.
Baca juga: Prabowo Minta Menkes Bangun 66 Rumah Sakit Canggih seperti RS Emirates-Indonesia
“Masyarakat cukup berobat di Indonesia, gak perlu di Singapura. Peralatan kedokteran di Indonesia tak kalah canggih dengan luar negeri,” pungkasnya.
Presiden Direktur Siloam Hospital, David Utama menjelaskan, bukan hanya membangun aplikasi saja namun foundation dari AI nya juga akan dibangun.
Menurutnya, AI bekerja berdasarkan data. Nah, data di Siloam itu akan membuat foundation AI. “Kenapa data kita kenapa memungkinkan? Karena electronic medical record kita sudah terpusat terintegrasi di satu tempat sehingga sehg bisa dipakai untuk 41 rumah sakit,” paparnya.
Penerapan AI sudah mulai dilakukan di Siloam. Di Intensif Care Unit (ICU) misalnya. Masyarakat akan lebih impresif dengan ICU Siloam karena sudah dilengkapi dengan teknologi AI yang seyogyanya bisa mendeteksi pasien sebelum jatuh kritis.
“Dengan AI, kita bisa mendeteksi pasien 30 menit sebelum kondisinya drop. Itulah AI. Dulu, pasien ICU drop, tim medis baru bereaksi,” ungkapnya.
Sementara itu, CEO Siloam Hospital, Caroline Riyadi mengaku senang setelah bertahun-tahun Mochtar Riady Center for Advance Care akhirnya berdiri dengan segenap fasilitas yang ada.
“Keberadaan rumah sakit ini bukan hanya menyembuhkan, tetapi memberi harapan yang lebih baik,” kata Caroline.
MRCAC dilengkapi dengan 11 lantai, 212 tempat tidur dan berbagai teknologi medis terkini, seperti CT Scan 512 Slices yang menghasilkan pencitraan detail tinggi dengan paparan radiasi lebih rendah, PET scan yang merupakan pencitraan mutakhir yang mampu mendeteksi sel kanker sejak tahap awal, MRI 1.5 Tesla yang mampu memberikan gambar pencitraan medis tanpa radiasi lebih detail dan akurat, dengan pemindaian cepat untuk kenyamanan pasien.
Kemudian Cath Lab yang merupakan teknologi real-time imaging untuk mendukung dokter memberikan perawatan yang lebih tepat sasaran, dan Linear Accelerator (LINAC) yang menghadirkan radioterapi presisi tinggi dengan waktu tindakan lebih singkat dan efek samping minimal.
Juga menghadirkan teknologi robotik CUVIS Joint, tim dokter ortopedi di MRCAC dapat melakukan pembedahan berbasis navigasi untuk akurasi implan lebih tinggi, hasil operasi optimal, serta pemulihan lebih cepat.
Untuk mendukung rehabilitasi, fasilitas terkini berupa Hydrotherapy Pool juga tersedia untuk rehabilitasi pascaoperasi ortopedi, stroke, dan gangguan saraf, dan layanan terpadu lain seperti snoezelen room, sensory integration, pediatric & adult gym, fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara.
Tentunya, penanganan dilakukan oleh tenaga profesional dengan pendekatan multidisiplin untuk memastikan kenyamanan pasien sekaligus membantu pasien mencapai fungsi optimal dan kualitas hidup lebih baik.
Menurutnya, AI sudah menjadi tuntutan jaman dan kebutuhan di setiap sektor kehidupan, termasuk di bidang kesehatan.
“Perkembangan teknologi selalu membawa kemakmuran manusia dan bangsa. Sekarang manusia telah memasuki revolusi industri ke-4. Sekaligus ada 8 macam teknologi yang salah satunya adalah AI,” terangnya saat sambutan.
Baca juga: Mengenal Rumah Sakit Kardiologi Emirate-Indonesia di Solo
Dia menambahkan, saat ini dunia kedokteran semua harus menuju kepada AI. “Karenanya, Siloam ingin menjadi hospital pertama di Indonesia yang berbasis AI,” tambahnya.
Mochtar juga mengajak masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur dan Indonesia timur tidak minder dengan luar negeri. Masyarakat harus punya visi dan keberanian.
Dia berharap Siloam bisa adaptif dengan perkembangan, pertumbuhan teknologi terbaru agar bisa memberikan pelayanan yang bagus kepada masyarakat.
Baca juga: Prabowo Minta Menkes Bangun 66 Rumah Sakit Canggih seperti RS Emirates-Indonesia
“Masyarakat cukup berobat di Indonesia, gak perlu di Singapura. Peralatan kedokteran di Indonesia tak kalah canggih dengan luar negeri,” pungkasnya.
Presiden Direktur Siloam Hospital, David Utama menjelaskan, bukan hanya membangun aplikasi saja namun foundation dari AI nya juga akan dibangun.
Menurutnya, AI bekerja berdasarkan data. Nah, data di Siloam itu akan membuat foundation AI. “Kenapa data kita kenapa memungkinkan? Karena electronic medical record kita sudah terpusat terintegrasi di satu tempat sehingga sehg bisa dipakai untuk 41 rumah sakit,” paparnya.
Penerapan AI sudah mulai dilakukan di Siloam. Di Intensif Care Unit (ICU) misalnya. Masyarakat akan lebih impresif dengan ICU Siloam karena sudah dilengkapi dengan teknologi AI yang seyogyanya bisa mendeteksi pasien sebelum jatuh kritis.
“Dengan AI, kita bisa mendeteksi pasien 30 menit sebelum kondisinya drop. Itulah AI. Dulu, pasien ICU drop, tim medis baru bereaksi,” ungkapnya.
Sementara itu, CEO Siloam Hospital, Caroline Riyadi mengaku senang setelah bertahun-tahun Mochtar Riady Center for Advance Care akhirnya berdiri dengan segenap fasilitas yang ada.
“Keberadaan rumah sakit ini bukan hanya menyembuhkan, tetapi memberi harapan yang lebih baik,” kata Caroline.
Komitmen untuk Layanan Kesehatan Berstandar Global
MRCAC dilengkapi dengan 11 lantai, 212 tempat tidur dan berbagai teknologi medis terkini, seperti CT Scan 512 Slices yang menghasilkan pencitraan detail tinggi dengan paparan radiasi lebih rendah, PET scan yang merupakan pencitraan mutakhir yang mampu mendeteksi sel kanker sejak tahap awal, MRI 1.5 Tesla yang mampu memberikan gambar pencitraan medis tanpa radiasi lebih detail dan akurat, dengan pemindaian cepat untuk kenyamanan pasien.
Kemudian Cath Lab yang merupakan teknologi real-time imaging untuk mendukung dokter memberikan perawatan yang lebih tepat sasaran, dan Linear Accelerator (LINAC) yang menghadirkan radioterapi presisi tinggi dengan waktu tindakan lebih singkat dan efek samping minimal.
Juga menghadirkan teknologi robotik CUVIS Joint, tim dokter ortopedi di MRCAC dapat melakukan pembedahan berbasis navigasi untuk akurasi implan lebih tinggi, hasil operasi optimal, serta pemulihan lebih cepat.
Untuk mendukung rehabilitasi, fasilitas terkini berupa Hydrotherapy Pool juga tersedia untuk rehabilitasi pascaoperasi ortopedi, stroke, dan gangguan saraf, dan layanan terpadu lain seperti snoezelen room, sensory integration, pediatric & adult gym, fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara.
Tentunya, penanganan dilakukan oleh tenaga profesional dengan pendekatan multidisiplin untuk memastikan kenyamanan pasien sekaligus membantu pasien mencapai fungsi optimal dan kualitas hidup lebih baik.
(nnz)
Lihat Juga :