Viral! Ikan di Hunan China Dikasih Makan 5 Ton Cabai per Hari Agar Dagingnya Lebih Lezat
Jum'at, 21 November 2025 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
“Pada waktu puncak, kami memberi makan hingga 5.000 kilogram cabai setiap hari,” Kuang berbagi dengan Jiupai News.
“Jenis cabai yang sama yang biasa dikonsumsi orang juga dapat digunakan untuk memberi makan ikan. Kami menggunakan cabai kerucut dan cabai millet. Setelah mengonsumsinya, ikan-ikan tersebut memiliki bentuk tubuh yang lebih baik, rasa yang lebih nikmat, dan bahkan sisik berwarna keemasan yang berkilau,” ucapnya dikutip South China Morning Post.
Kuang menambahkan bahwa awalnya, ikan-ikan ragu untuk makan cabai. Tapi sekarang, ketika kita menambahkan rumput dan cabai, mereka justru lebih suka cabai. "Ketika kita makan makanan pedas, kita minum air, kan? Ya, mereka hidup di air, jadi meskipun pedas, mereka minum lebih banyak untuk mengatasinya,” tambahnya.
Baca Juga : Penelitian: Ubah Pola Makan ke Diet Mediterania Bisa Tambah Umur Bertahun-Tahun
Jiang menjelaskan bahwa ikan tidak memiliki indra perasa seperti manusia. Sebaliknya, mereka terutama mengandalkan indra penciuman, yang berarti mereka tidak terpengaruh oleh rasa pedas.
“Jenis cabai yang sama yang biasa dikonsumsi orang juga dapat digunakan untuk memberi makan ikan. Kami menggunakan cabai kerucut dan cabai millet. Setelah mengonsumsinya, ikan-ikan tersebut memiliki bentuk tubuh yang lebih baik, rasa yang lebih nikmat, dan bahkan sisik berwarna keemasan yang berkilau,” ucapnya dikutip South China Morning Post.
Kuang menambahkan bahwa awalnya, ikan-ikan ragu untuk makan cabai. Tapi sekarang, ketika kita menambahkan rumput dan cabai, mereka justru lebih suka cabai. "Ketika kita makan makanan pedas, kita minum air, kan? Ya, mereka hidup di air, jadi meskipun pedas, mereka minum lebih banyak untuk mengatasinya,” tambahnya.
Baca Juga : Penelitian: Ubah Pola Makan ke Diet Mediterania Bisa Tambah Umur Bertahun-Tahun
Jiang menjelaskan bahwa ikan tidak memiliki indra perasa seperti manusia. Sebaliknya, mereka terutama mengandalkan indra penciuman, yang berarti mereka tidak terpengaruh oleh rasa pedas.
Lihat Juga :