Aero Sport Fest 2025 Hadirkan Aksi Udara Spektakuler di Tanjung Lesung
Kamis, 20 November 2025 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
"Dan saat ini komunitas Bandara Salakanagara (yang berlatih) terus bertambah, diantaranya Indonesian Flying Club, kemudian Bandung Flying Club, kemudian sekolah-sekolah Flying Club yang lain," urai Poernomo Siswoprasetijo.
Sementara itu, Kunto Wijoyo Direktur Operasional Tanjung Lesung menambahkan, Bandara Salakanagara semakin hidup. Di mana saat ini sudah menjadi rumah bagi beragam aktivitas dirgantara, apakah pesawat tipe Cessna, drone, terbang layang, atau para trike.
"Seminggu sekali pasti ada yang landing di sini dari berbagai pihak," kata Kunto Wijoyo.
Optimis Bandara Salakanagara makin dikenal
Kunto Wijoyo juga mengaku optimis dengan perkembangan Bandara Salakanagara akan menjadi pusat olahraga yang bisa mendapat tempat di hati pecinta dirgantara Indonesia. Menurutnya, fase pertama dari hadirnya Bandara Salakanagara sudah selesai, yakni membangun hanggar, airstrip dan mengenalkan Bandara Salakanagara ini ke para komunitas dirgantara. Saat ini, Bandara Salakanagara sudah memasuki fase selanjutnya, yakni fokusnya bukan hanya Bandara Salakanagara semakin dikenal, tapi benar-benar mengembangkan olahraga-olahraga dirgantara di Bandara Salakanagara.
“Ada kemungkinan tahun depan akan dibangun satu hanggar lagi sebagai bagian dari pengembangan menuju pusat kegiatan dirgantara,” katanya.
Terbuka kerja sama berbagai pihak
Sebagai kawasan wisata berstatus KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), Tanjung Lesung terus membuka diri terhadap kolaborasi. Mulai dari flying school, komunitas dirgantara, penyelenggara event outdoor, hingga kegiatan wisata keluarga.
“Tadi saya sudah berbicara dengan Kapusterau, dan mereka siap mendorong pengembangan kedirgantaraan di Tanjung Lesung. Ini sangat menjanjikan, sekaligus bentuk komitmen kami bahwa kami ingin Tanjung Lesung menjadi tempat yang nyaman bagi siapapun yang ingin berkegiatan (olahraga) di laut, darat, maupun udara,” tutup Kunto Wijoyo.
Sementara itu, Kunto Wijoyo Direktur Operasional Tanjung Lesung menambahkan, Bandara Salakanagara semakin hidup. Di mana saat ini sudah menjadi rumah bagi beragam aktivitas dirgantara, apakah pesawat tipe Cessna, drone, terbang layang, atau para trike.
"Seminggu sekali pasti ada yang landing di sini dari berbagai pihak," kata Kunto Wijoyo.
Optimis Bandara Salakanagara makin dikenal
Kunto Wijoyo juga mengaku optimis dengan perkembangan Bandara Salakanagara akan menjadi pusat olahraga yang bisa mendapat tempat di hati pecinta dirgantara Indonesia. Menurutnya, fase pertama dari hadirnya Bandara Salakanagara sudah selesai, yakni membangun hanggar, airstrip dan mengenalkan Bandara Salakanagara ini ke para komunitas dirgantara. Saat ini, Bandara Salakanagara sudah memasuki fase selanjutnya, yakni fokusnya bukan hanya Bandara Salakanagara semakin dikenal, tapi benar-benar mengembangkan olahraga-olahraga dirgantara di Bandara Salakanagara.
“Ada kemungkinan tahun depan akan dibangun satu hanggar lagi sebagai bagian dari pengembangan menuju pusat kegiatan dirgantara,” katanya.
Terbuka kerja sama berbagai pihak
Sebagai kawasan wisata berstatus KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), Tanjung Lesung terus membuka diri terhadap kolaborasi. Mulai dari flying school, komunitas dirgantara, penyelenggara event outdoor, hingga kegiatan wisata keluarga.
“Tadi saya sudah berbicara dengan Kapusterau, dan mereka siap mendorong pengembangan kedirgantaraan di Tanjung Lesung. Ini sangat menjanjikan, sekaligus bentuk komitmen kami bahwa kami ingin Tanjung Lesung menjadi tempat yang nyaman bagi siapapun yang ingin berkegiatan (olahraga) di laut, darat, maupun udara,” tutup Kunto Wijoyo.
(dra)
Lihat Juga :