Netizen Pertanyakan Kemenangan Lagu Terbuang dalam Waktu di FFI 2025: Harusnya Ost Jumbo
Sabtu, 22 November 2025 - 19:58 WIB
loading...
Lagu Terbuang Dalam Waktu milik Barasuara menjadi pemenang kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Foto/IG Barasuara.
A
A
A
JAKARTA - Lagu “Terbuang Dalam Waktu” milik Barasuara menjadi pemenang kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Namun lagu yang dijadikan soundtrack film Sore: Istri dari Masa Depan ini dinilai tidak layak memenangkan penghargaan tersebut.
Alasannya karena lagu Terbuang Dalam Waktu tidak ditulis khusus untuk film Sore: Istri dari Masa Depan. Lagu itu sudah dirilis Barasuara jauh sebelum filmnya tayang, dan baru kemudian dipilih sutradara sebagai soundtrack.
Baca juga: FFI 2025 Tampilkan Logo Baru dan Buka Voting Publik
Karena hal inilah, sebagian warganet menilai lagu itu tidak memenuhi esensi lagu tema, yaitu karya yang dibuat dan diciptakan untuk memperkuat cerita film. Perdebatan soal hal ini juga dibahas di akun X @TarizSolis.
"Terbuang Dalam Waktu itu lagu yang bagus. Bagus banget malah.
Cuma nggak semestinya masuk nominasi Pencipta Lagu Tema Terbaik FFI 2025 karena bukan lagu asli yang diciptakan khusus buat film.
Lha kok malah dimenangkan, piye to ini?" cuit akun tersebut.
Bahkan ada yang menyebut bahwa kemenangan tersebut tidak adil untuk karya yang memang dibuat original untuk film, salah satunya adalah lagu “Selalu Ada di Nadimu”, soundtrack film Jumbo yang dinilai lebih sesuai menjadi pemenang.
Menurut komentar warganet, Jumbo dianggap lebih tepat karena lagu tersebut benar-benar dibuat khusus untuk filmnya. Lirik dan nuansanya juga terasa menyatu dengan tokoh dan cerita.
Proses kreatif lagu Selalu Ada di Nadimu juga dikembangkan langsung bersama tim film. Beberapa penonton juga mengatakan bahwa lagu Jumbo sangat kuat secara emosional di film, membuatnya lebih memiliki jiwa soundtrack dibanding Terbuang Dalam Waktu yang dianggap hanya “dipinjamkan” ke film Sore.
"harusnya ost Jumbo yg lebih layak menang," tulis akun X @zulment.
"Apa, OST Jumbo kalah? Lagu Jumbo itu selama berbulan2 terngiang2 terus lho padahal," cuit akun X @stolensummer.
Meski begitu, ada juga yang membela FFI. Mereka menyebut bahwa yang dinilai bukan soal lagu dibuat khusus atau tidak, tapi bagaimana lagu tersebut bekerja secara sinematis dalam film.
Dan dalam film Sore: Istri dari Masa Depan, Terbuang Dalam Waktu dianggap mampu mengangkat emosi cerita dan memperkuat karakter utama. Perdebatan ini pun terus bergulir, terutama karena kategori lagu tema terbaik adalah salah satu kategori yang paling subjektif setiap tahunnya.
Alasannya karena lagu Terbuang Dalam Waktu tidak ditulis khusus untuk film Sore: Istri dari Masa Depan. Lagu itu sudah dirilis Barasuara jauh sebelum filmnya tayang, dan baru kemudian dipilih sutradara sebagai soundtrack.
Baca juga: FFI 2025 Tampilkan Logo Baru dan Buka Voting Publik
Karena hal inilah, sebagian warganet menilai lagu itu tidak memenuhi esensi lagu tema, yaitu karya yang dibuat dan diciptakan untuk memperkuat cerita film. Perdebatan soal hal ini juga dibahas di akun X @TarizSolis.
"Terbuang Dalam Waktu itu lagu yang bagus. Bagus banget malah.
Cuma nggak semestinya masuk nominasi Pencipta Lagu Tema Terbaik FFI 2025 karena bukan lagu asli yang diciptakan khusus buat film.
Lha kok malah dimenangkan, piye to ini?" cuit akun tersebut.
Bahkan ada yang menyebut bahwa kemenangan tersebut tidak adil untuk karya yang memang dibuat original untuk film, salah satunya adalah lagu “Selalu Ada di Nadimu”, soundtrack film Jumbo yang dinilai lebih sesuai menjadi pemenang.
Menurut komentar warganet, Jumbo dianggap lebih tepat karena lagu tersebut benar-benar dibuat khusus untuk filmnya. Lirik dan nuansanya juga terasa menyatu dengan tokoh dan cerita.
Proses kreatif lagu Selalu Ada di Nadimu juga dikembangkan langsung bersama tim film. Beberapa penonton juga mengatakan bahwa lagu Jumbo sangat kuat secara emosional di film, membuatnya lebih memiliki jiwa soundtrack dibanding Terbuang Dalam Waktu yang dianggap hanya “dipinjamkan” ke film Sore.
"harusnya ost Jumbo yg lebih layak menang," tulis akun X @zulment.
"Apa, OST Jumbo kalah? Lagu Jumbo itu selama berbulan2 terngiang2 terus lho padahal," cuit akun X @stolensummer.
Meski begitu, ada juga yang membela FFI. Mereka menyebut bahwa yang dinilai bukan soal lagu dibuat khusus atau tidak, tapi bagaimana lagu tersebut bekerja secara sinematis dalam film.
Dan dalam film Sore: Istri dari Masa Depan, Terbuang Dalam Waktu dianggap mampu mengangkat emosi cerita dan memperkuat karakter utama. Perdebatan ini pun terus bergulir, terutama karena kategori lagu tema terbaik adalah salah satu kategori yang paling subjektif setiap tahunnya.
(nnz)
Lihat Juga :