Marco dari Blora Tembus 3 Publikasi Scopus Tanpa Bayar
Sabtu, 22 November 2025 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Di balik keberhasilannya, peran pembimbingnya, Bobby Ardiansyahmiraja, M.MT., sangat besar. Sang dosen menanamkan etika publikasi yang tegas, terutama di tengah maraknya jurnal predator. Bobby menekankan pentingnya memilih jurnal bereputasi dan menjaga integritas akademik.
Prinsip itu sejalan dengan keyakinan Marco. “Publikasi di Scopus itu tidak pernah mahal. Saya jawab, gratis. Kampus saya pun tidak mengeluarkan sepeser pun untuk publikasi saya,” tegasnya, sembari menekankan bahwa publikasi Scopus tidak harus berbayar. Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua jurnal berbayar adalah predator, sebab banyak jurnal bereputasi yang transparan dalam menetapkan Article Processing Charge (APC), meski tiga jurnal yang ia pilih tidak memungut APC sama sekali.
Di usianya yang baru 20 tahun, Marco memiliki ambisi besar. Ia ingin mendalami bidang Leisure Studies & Football Management dan suatu hari menjadi profesor pertama Indonesia di bidang tersebut. “Sampai sekarang masih belum ada profesor di bidang ini sehingga saya sangat tertarik menjadi yang pertama di Indonesia,” tuturnya.
Ia menilai pertumbuhan industri sepak bola Asia—termasuk Indonesia—semakin bergeser ke arah manajemen berbasis sains. Bagi Marco, perjalanannya membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah mana pun, termasuk kota kecil seperti Blora, bisa menembus panggung internasional jika berani bermimpi, konsisten berkarya, dan memegang etika akademik.
Prinsip itu sejalan dengan keyakinan Marco. “Publikasi di Scopus itu tidak pernah mahal. Saya jawab, gratis. Kampus saya pun tidak mengeluarkan sepeser pun untuk publikasi saya,” tegasnya, sembari menekankan bahwa publikasi Scopus tidak harus berbayar. Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua jurnal berbayar adalah predator, sebab banyak jurnal bereputasi yang transparan dalam menetapkan Article Processing Charge (APC), meski tiga jurnal yang ia pilih tidak memungut APC sama sekali.
Di usianya yang baru 20 tahun, Marco memiliki ambisi besar. Ia ingin mendalami bidang Leisure Studies & Football Management dan suatu hari menjadi profesor pertama Indonesia di bidang tersebut. “Sampai sekarang masih belum ada profesor di bidang ini sehingga saya sangat tertarik menjadi yang pertama di Indonesia,” tuturnya.
Ia menilai pertumbuhan industri sepak bola Asia—termasuk Indonesia—semakin bergeser ke arah manajemen berbasis sains. Bagi Marco, perjalanannya membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah mana pun, termasuk kota kecil seperti Blora, bisa menembus panggung internasional jika berani bermimpi, konsisten berkarya, dan memegang etika akademik.
(dra)
Lihat Juga :