Hati-hati Flu Jenis Baru Subclade K, Bisa Picu Penyakit Lebih Parah
Senin, 24 November 2025 - 11:18 WIB
loading...
Para pakar menemukan ada varian flu baru bernama subclade K yang mulai muncul di sejumlah negara. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Saat cuaca mulai dingin dan memasuki musim hujan , flu memang hal yang biasa terjadi. Tapi tahun ini, para pakar menemukan ada varian flu baru bernama subclade K yang mulai muncul di sejumlah negara.
Subclade K termasuk dalam kelompok influenza A H3N2, jenis flu yang dikenal cepat bermutasi dari tahun ke tahun. Yang membuat varian ini disorot adalah tujuh mutasi barunya, sehingga cukup berbeda dari versi H3N2 yang sudah familiar.
Baca juga: Kasus Flu di Inggris Naik Drastis, Jumlah Pasien Tembus 5.000 Orang
Dr. Thomas Russo, pakar penyakit infeksi dari University at Buffalo, menyebut perubahan ini membuat sistem imun kita kurang siap mengenal virus tersebut. Varian ini sudah terdeteksi di Jepang, Inggris, dan Kanada.
Gejala yang ditimbulkan terasa lebih berat dibanding musim flu biasanya. Mutasi subclade K baru muncul setelah vaksin selesai dirancang.
Baca juga: Gejala Flu Singapura, Waspada jika si Kecil Sariawan
Akibatnya, perlindungan vaksin tidak sepenuhnya pas untuk varian ini. Pada orang usia lanjut, efektivitasnya diperkirakan sekitar 30–40%, sedangkan pada anak-anak bisa mencapai 75%.
Flu varian baru ini disebut-sebut menyebabkan penyakit yang lebih parah. Namun gejala subclade K disebut mirip dengan flu biasa seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, sakit kepala, dan kelelahan.
Dr. Russo mengingatkan untuk tetap waspada karena vaksinasi yang masih rendah dan munculnya varian baru ini. Pencegahan yang bisa dilakukan juga tetap sama yaitu dengan vaksin flu, menghindari ruang tertutup yang padat saat musim flu sedang tinggi, dan menggunakan masker di tempat ramai.
Para pakar berharap masyarakat tetap waspada, menjaga kesehatan, dan tidak meremehkan gejala flu yang terlihat ringan. Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu selama musim hujan dan imunitas tubuh yang mudah menurun, kemunculan subclade K menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati.
Subclade K termasuk dalam kelompok influenza A H3N2, jenis flu yang dikenal cepat bermutasi dari tahun ke tahun. Yang membuat varian ini disorot adalah tujuh mutasi barunya, sehingga cukup berbeda dari versi H3N2 yang sudah familiar.
Baca juga: Kasus Flu di Inggris Naik Drastis, Jumlah Pasien Tembus 5.000 Orang
Dr. Thomas Russo, pakar penyakit infeksi dari University at Buffalo, menyebut perubahan ini membuat sistem imun kita kurang siap mengenal virus tersebut. Varian ini sudah terdeteksi di Jepang, Inggris, dan Kanada.
Gejala yang ditimbulkan terasa lebih berat dibanding musim flu biasanya. Mutasi subclade K baru muncul setelah vaksin selesai dirancang.
Baca juga: Gejala Flu Singapura, Waspada jika si Kecil Sariawan
Akibatnya, perlindungan vaksin tidak sepenuhnya pas untuk varian ini. Pada orang usia lanjut, efektivitasnya diperkirakan sekitar 30–40%, sedangkan pada anak-anak bisa mencapai 75%.
Flu varian baru ini disebut-sebut menyebabkan penyakit yang lebih parah. Namun gejala subclade K disebut mirip dengan flu biasa seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, sakit kepala, dan kelelahan.
Dr. Russo mengingatkan untuk tetap waspada karena vaksinasi yang masih rendah dan munculnya varian baru ini. Pencegahan yang bisa dilakukan juga tetap sama yaitu dengan vaksin flu, menghindari ruang tertutup yang padat saat musim flu sedang tinggi, dan menggunakan masker di tempat ramai.
Para pakar berharap masyarakat tetap waspada, menjaga kesehatan, dan tidak meremehkan gejala flu yang terlihat ringan. Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu selama musim hujan dan imunitas tubuh yang mudah menurun, kemunculan subclade K menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati.
(nnz)
Lihat Juga :