Risiko Osteoporosis Meningkat, Pemerintah Ajak Masyarakat Aktif Bergerak
Selasa, 25 November 2025 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Acara serupa sudah digelar di Medan dan akan berlanjut ke Surabaya. Melalui gerakan ini, Anlene dan PEROSI mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tingginya risiko osteoporosis di Indonesia, sekaligus mendorong pola hidup sehat sejak dini melalui nutrisi seimbang dan olahraga rutin.
Peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan tulang gratis sebagai pengingat pentingnya menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot.
Hasil kampanye menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Dari lebih dari 500.000 pemeriksaan Bone Scan di 16 kota, lebih dari 50% responden memiliki risiko osteoporosis. Data juga mengungkap bahwa Gen X memiliki risiko dua kali lebih tinggi dibandingkan generasi Milenial, serta hampir 2,7 kali lebih tinggi dibandingkan Gen Z.
Di Jakarta, lebih dari 60% peserta terdeteksi berisiko osteoporosis. Mereka yang jarang berjalan kaki tercatat memiliki risiko 1,4 kali lebih besar dibandingkan peserta yang aktif berjalan. Temuan ini mempertegas pentingnya memulai pencegahan sejak dini, termasuk dengan membiasakan berjalan 10.000 langkah per hari untuk menjaga kekuatan tulang, sendi, dan otot hingga usia lanjut.
Siti Nadia menambahkan bahwa kolaborasi melalui Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan PEROSI merupakan bagian dari upaya bersama mendorong masyarakat berolahraga minimal 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama lima hari.
Peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan tulang gratis sebagai pengingat pentingnya menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot.
Hasil kampanye menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Dari lebih dari 500.000 pemeriksaan Bone Scan di 16 kota, lebih dari 50% responden memiliki risiko osteoporosis. Data juga mengungkap bahwa Gen X memiliki risiko dua kali lebih tinggi dibandingkan generasi Milenial, serta hampir 2,7 kali lebih tinggi dibandingkan Gen Z.
Di Jakarta, lebih dari 60% peserta terdeteksi berisiko osteoporosis. Mereka yang jarang berjalan kaki tercatat memiliki risiko 1,4 kali lebih besar dibandingkan peserta yang aktif berjalan. Temuan ini mempertegas pentingnya memulai pencegahan sejak dini, termasuk dengan membiasakan berjalan 10.000 langkah per hari untuk menjaga kekuatan tulang, sendi, dan otot hingga usia lanjut.
Siti Nadia menambahkan bahwa kolaborasi melalui Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan PEROSI merupakan bagian dari upaya bersama mendorong masyarakat berolahraga minimal 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama lima hari.
Lihat Juga :