Dari 2.220 ke 146 Kasus: Campak Turun Tajam, Kewaspadaan Tetap Diperlukan

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:45 WIB
loading...
Dari 2.220 ke 146 Kasus:...
Kasus campak di Indonesia turun sepanjang awal tahun 2026. Foto: Dok Kemenkes
A A A
JAKARTA - Kasus campak di Indonesia menunjukkan penurunan yang sangat signifikan sepanjang awal tahun 2026. Data dari Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hingga minggu ke-12, jumlah kasus harian—baik suspek maupun terkonfirmasi—turun hingga 93 persen. Jika pada minggu pertama sempat mencapai puncak 2.220 kasus, angka tersebut kini merosot menjadi sekitar 146 kasus pada pertengahan Maret.

Penurunan ini tidak terjadi secara sporadis, melainkan terlihat konsisten di berbagai wilayah. Setidaknya 14 provinsi serta 10 kabupaten/kota yang sebelumnya mengalami lonjakan pada akhir 2025 hingga awal 2026 kini memperlihatkan tren yang membaik.

Pemerintah memastikan bahwa data tersebut tetap akurat, meskipun dikumpulkan selama periode libur Lebaran. Sistem pemantauan berjalan secara real-time melalui fasilitas kesehatan, lalu diverifikasi oleh dinas kesehatan daerah.

Baca Juga : Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak untuk Tenaga Medis dan Kesehatan, Ini Isinya

Meski situasi secara umum membaik, kewaspadaan tetap diperlukan. Sepanjang 2026, tercatat 10 kasus kematian akibat campak. Salah satu yang menjadi sorotan adalah meninggalnya seorang dokter internsip berusia 25 tahun di Kabupaten Cianjur.

Ia diduga terpapar saat menangani pasien campak, namun tetap melanjutkan tugas meskipun telah mengalami gejala awal seperti demam. Kondisinya kemudian memburuk, ditandai dengan munculnya ruam hingga penurunan kesadaran, sebelum akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif. Pemeriksaan laboratorium memastikan bahwa ia positif terinfeksi campak, dengan komplikasi yang menyerang jantung dan otak.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa campak tidak hanya berisiko bagi anak-anak, tetapi juga dapat menyerang orang dewasa. Secara nasional, sekitar 8 persen kasus terjadi pada kelompok usia di atas 18 tahun. Pada kelompok ini, risiko keparahan cenderung meningkat, terutama jika disertai penyakit penyerta atau paparan virus yang tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hepatitis B Kronis Tak...
Hepatitis B Kronis Tak Bisa Sembuh Total, Penderita Harus Minum Obat Seumur Hidup
Menkes Pastikan Pasien...
Menkes Pastikan Pasien Hantavirus di Indonesia Sudah Pulang dan Tidak Menular
Jangan Tutup Batuk dengan...
Jangan Tutup Batuk dengan Telapak Tangan, Ini Bahayanya!
Menkes Budi Gunadi:...
Menkes Budi Gunadi: Setiap 4 Menit Satu Orang Indonesia Meninggal karena TBC
WHO Umumkan Darurat...
WHO Umumkan Darurat Ebola Global, Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus di Indonesia
Malaria Monyet Terdeteksi...
Malaria Monyet Terdeteksi di Aceh! Yuk Kenali Gejala dan Pola Penularannya
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Rekomendasi
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU
Febrie Adriansyah Mundur,...
Febrie Adriansyah Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus
Berita Terkini
Momen Seru Meet n Greet...
Momen Seru Meet n Greet KIKO di FOMBEX (Forever Mom & Baby Expo) ICE BSD
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 20: Kampung Sindang Barang Semakin Tegang, Telepon dari Adit Mengubah Segalanya
Rayakan Ultah ke-28,...
Rayakan Ultah ke-28, Ini Harapan Terbesar Aurel Hermansyah
Mengapa Api Jadi Simbol...
Mengapa Api Jadi Simbol Penyucian? Ki Atmo Akhirnya Ungkap Filosofi di Balik Ritual Ini
Ki Atmo Ungkap Alasan...
Ki Atmo Ungkap Alasan Tapa Bisu Harus Dilakukan Tanpa Berbicara, Ternyata Punya Makna Mendalam
Beauty Matchmaking 2026,...
Beauty Matchmaking 2026, Otto Media Perkuat Koneksi Brand Kecantikan-Kreator Konten
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved