Risiko Osteoporosis Meningkat, Pemerintah Ajak Masyarakat Aktif Bergerak
Selasa, 25 November 2025 - 15:41 WIB
loading...
Dua dari lima penduduk Indonesia berpotensi mengalami osteoporosis. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa dua dari lima penduduk Indonesia berpotensi mengalami osteoporosis . Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan sejak usia muda.
“Sejak 2002, Kementerian Kesehatan bersama PEROSI dan mitra strategis seperti Anlene terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan osteoporosis. Penyakit ini tergolong silent disease yang dapat menurunkan produktivitas masyarakat,” ujar Siti Nadia, melalui siaran pers, dikutip Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mengampanyekan pencegahan melalui olahraga teratur serta pemenuhan nutrisi penting seperti kalsium, vitamin D, dan protein.
Baca juga: Osteoporosis Mengintai saat Menopause, Ini 5 Nutrisi Penting untuk Kesehatan Tulang
Suasana penuh semangat tampak di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) ketika lebih dari 12.000 warga Jakarta mengikuti Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K. Kegiatan ini menjadi puncak kampanye nasional Anlene bersama Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dalam rangka Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2025.
Acara serupa sudah digelar di Medan dan akan berlanjut ke Surabaya. Melalui gerakan ini, Anlene dan PEROSI mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tingginya risiko osteoporosis di Indonesia, sekaligus mendorong pola hidup sehat sejak dini melalui nutrisi seimbang dan olahraga rutin.
Peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan tulang gratis sebagai pengingat pentingnya menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot.
Hasil kampanye menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Dari lebih dari 500.000 pemeriksaan Bone Scan di 16 kota, lebih dari 50% responden memiliki risiko osteoporosis. Data juga mengungkap bahwa Gen X memiliki risiko dua kali lebih tinggi dibandingkan generasi Milenial, serta hampir 2,7 kali lebih tinggi dibandingkan Gen Z.
Di Jakarta, lebih dari 60% peserta terdeteksi berisiko osteoporosis. Mereka yang jarang berjalan kaki tercatat memiliki risiko 1,4 kali lebih besar dibandingkan peserta yang aktif berjalan. Temuan ini mempertegas pentingnya memulai pencegahan sejak dini, termasuk dengan membiasakan berjalan 10.000 langkah per hari untuk menjaga kekuatan tulang, sendi, dan otot hingga usia lanjut.
Siti Nadia menambahkan bahwa kolaborasi melalui Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan PEROSI merupakan bagian dari upaya bersama mendorong masyarakat berolahraga minimal 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama lima hari.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Octoviana Carolina S mengatakan bahwa temuan risiko osteoporosis di ibu kota mencapai lebih dari 60%. Hal ini menunjukkan perlunya meningkatkan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Ia mengapresiasi kegiatan Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah karena sejalan dengan program Cek Kesehatan Gratis yang tengah digencarkan oleh pemerintah daerah. “Warga Jakarta perlu mencegah osteoporosis sejak dini melalui olahraga teratur dan pemenuhan nutrisi yang mencakup kalsium, vitamin D, protein, dan kolagen,” ujarnya.
Ketua Umum PEROSI, Dr. dr. Tirza Z. Tamin menjelaskan bahwa osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena gejalanya tidak tampak pada tahap awal, tetapi berpotensi menyebabkan patah tulang yang mengganggu kualitas hidup. Ia menekankan pentingnya melakukan langkah pencegahan melalui aktivitas fisik seperti berjalan dan latihan weight bearing untuk menjaga kepadatan tulang.
President Director Fonterra Brands Indonesia, Yauwanan Wigneswaran, mengungkapkan bahwa selama lebih dari dua dekade, Anlene konsisten mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mencegah osteoporosis dan tetap aktif. Survei terhadap lebih dari 500.000 orang menunjukkan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi Anlene memiliki risiko osteoporosis dua kali lebih rendah dibandingkan yang tidak.
“Kami bangga kembali menghadirkan OsteoWalk 10.000 Langkah di Jakarta setelah sukses di Medan. Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak masyarakat melakukan pencegahan sejak usia muda karena hal ini sangat penting,” katanya.
“Sejak 2002, Kementerian Kesehatan bersama PEROSI dan mitra strategis seperti Anlene terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan osteoporosis. Penyakit ini tergolong silent disease yang dapat menurunkan produktivitas masyarakat,” ujar Siti Nadia, melalui siaran pers, dikutip Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mengampanyekan pencegahan melalui olahraga teratur serta pemenuhan nutrisi penting seperti kalsium, vitamin D, dan protein.
Baca juga: Osteoporosis Mengintai saat Menopause, Ini 5 Nutrisi Penting untuk Kesehatan Tulang
Suasana penuh semangat tampak di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) ketika lebih dari 12.000 warga Jakarta mengikuti Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K. Kegiatan ini menjadi puncak kampanye nasional Anlene bersama Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dalam rangka Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2025.
Acara serupa sudah digelar di Medan dan akan berlanjut ke Surabaya. Melalui gerakan ini, Anlene dan PEROSI mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tingginya risiko osteoporosis di Indonesia, sekaligus mendorong pola hidup sehat sejak dini melalui nutrisi seimbang dan olahraga rutin.
Peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan tulang gratis sebagai pengingat pentingnya menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot.
Hasil kampanye menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Dari lebih dari 500.000 pemeriksaan Bone Scan di 16 kota, lebih dari 50% responden memiliki risiko osteoporosis. Data juga mengungkap bahwa Gen X memiliki risiko dua kali lebih tinggi dibandingkan generasi Milenial, serta hampir 2,7 kali lebih tinggi dibandingkan Gen Z.
Di Jakarta, lebih dari 60% peserta terdeteksi berisiko osteoporosis. Mereka yang jarang berjalan kaki tercatat memiliki risiko 1,4 kali lebih besar dibandingkan peserta yang aktif berjalan. Temuan ini mempertegas pentingnya memulai pencegahan sejak dini, termasuk dengan membiasakan berjalan 10.000 langkah per hari untuk menjaga kekuatan tulang, sendi, dan otot hingga usia lanjut.
Siti Nadia menambahkan bahwa kolaborasi melalui Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan PEROSI merupakan bagian dari upaya bersama mendorong masyarakat berolahraga minimal 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama lima hari.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Octoviana Carolina S mengatakan bahwa temuan risiko osteoporosis di ibu kota mencapai lebih dari 60%. Hal ini menunjukkan perlunya meningkatkan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Ia mengapresiasi kegiatan Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah karena sejalan dengan program Cek Kesehatan Gratis yang tengah digencarkan oleh pemerintah daerah. “Warga Jakarta perlu mencegah osteoporosis sejak dini melalui olahraga teratur dan pemenuhan nutrisi yang mencakup kalsium, vitamin D, protein, dan kolagen,” ujarnya.
Ketua Umum PEROSI, Dr. dr. Tirza Z. Tamin menjelaskan bahwa osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena gejalanya tidak tampak pada tahap awal, tetapi berpotensi menyebabkan patah tulang yang mengganggu kualitas hidup. Ia menekankan pentingnya melakukan langkah pencegahan melalui aktivitas fisik seperti berjalan dan latihan weight bearing untuk menjaga kepadatan tulang.
President Director Fonterra Brands Indonesia, Yauwanan Wigneswaran, mengungkapkan bahwa selama lebih dari dua dekade, Anlene konsisten mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mencegah osteoporosis dan tetap aktif. Survei terhadap lebih dari 500.000 orang menunjukkan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi Anlene memiliki risiko osteoporosis dua kali lebih rendah dibandingkan yang tidak.
“Kami bangga kembali menghadirkan OsteoWalk 10.000 Langkah di Jakarta setelah sukses di Medan. Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak masyarakat melakukan pencegahan sejak usia muda karena hal ini sangat penting,” katanya.
(nnz)
Lihat Juga :