Tumbler Hilang Viral di KRL, KAI Mediasi Anita dan Pegawai Stasiun
Jum'at, 28 November 2025 - 07:59 WIB
loading...
PT KAI mempertemukan pasutri Harris dan Anita pemilil tumbler yang hilang bersama dengan pegawai stasiun yang viral. Foto/PT KAI.
A
A
A
JAKARTA - Viralnya tumbler atau botol minum yang hilang milik seorang penumpang KRL bernama Anita memasuki babak baru. PT KAI mempertemukan pasangan suami istri Anita dan Harris bersama dengan pegawai stasiun yang nyaris dipecat.
Proses mediasi dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) antara Petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung dengan Alvin dan Anita yang sebelumnya melaporkan barang bawaannya tertinggal di dalam kereta.
Pertemuan kekeluargaan yang berlangsung di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta, Kamis (27/11/2025) malam menghasilkan kesepahaman bersama dari seluruh pihak.
Baca juga: KAI Tegaskan Tak Pecat Petugas Kereta yang Viral Karena Tumbler Penumpang Hilang
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa perusahaan menjunjung tinggi profesionalitas layanan, sekaligus memastikan setiap Insan perusahaan memperoleh dukungan penuh dalam menjalankan tugas.
Baca juga: KRL Jakarta Kota-Bogor Gangguan Imbas Kendala Sarana di Stasiun Pasar Minggu
“Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi yang tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (28/11/2025)
Sementara itu, Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa langkah penyelesaian secara kekeluargaan ini merupakan bentuk keterbukaan KAI Group terhadap setiap masukan pelanggan.
Baca juga: Kronologi Viralnya Petugas KAI yang Dipecat Perkara Tumbler Penumpang
“KAI memastikan seluruh proses pelayanan pelanggan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang sebelumnya beredar,” jelas Anne.
Anne menambahkan bahwa KAI Group melalui KAI Commuter dan KAI Wisata akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat koordinasi layanan, termasuk prosedur pengelolaan barang tertinggal (lost and found).
“Kami terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan seluruh pekerja, baik di area stasiun maupun selama perjalanan, agar layanan semakin responsif dan terpercaya,” ujar Anne.
KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap memastikan barang bawaan berada dalam pengawasan, baik di area stasiun maupun selama berada di dalam layanan kereta api, Commuter Line, dan layanan KAI Group lainnya.
Proses mediasi dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) antara Petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung dengan Alvin dan Anita yang sebelumnya melaporkan barang bawaannya tertinggal di dalam kereta.
Pertemuan kekeluargaan yang berlangsung di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta, Kamis (27/11/2025) malam menghasilkan kesepahaman bersama dari seluruh pihak.
Baca juga: KAI Tegaskan Tak Pecat Petugas Kereta yang Viral Karena Tumbler Penumpang Hilang
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa perusahaan menjunjung tinggi profesionalitas layanan, sekaligus memastikan setiap Insan perusahaan memperoleh dukungan penuh dalam menjalankan tugas.
Baca juga: KRL Jakarta Kota-Bogor Gangguan Imbas Kendala Sarana di Stasiun Pasar Minggu
“Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi yang tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (28/11/2025)
Sementara itu, Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa langkah penyelesaian secara kekeluargaan ini merupakan bentuk keterbukaan KAI Group terhadap setiap masukan pelanggan.
Baca juga: Kronologi Viralnya Petugas KAI yang Dipecat Perkara Tumbler Penumpang
“KAI memastikan seluruh proses pelayanan pelanggan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang sebelumnya beredar,” jelas Anne.
Anne menambahkan bahwa KAI Group melalui KAI Commuter dan KAI Wisata akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat koordinasi layanan, termasuk prosedur pengelolaan barang tertinggal (lost and found).
“Kami terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan seluruh pekerja, baik di area stasiun maupun selama perjalanan, agar layanan semakin responsif dan terpercaya,” ujar Anne.
KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap memastikan barang bawaan berada dalam pengawasan, baik di area stasiun maupun selama berada di dalam layanan kereta api, Commuter Line, dan layanan KAI Group lainnya.
(nnz)
Lihat Juga :