Studi: Vitamin C dan Karotenoid Bisa Menunda Menopause hingga Satu Tahun
Minggu, 30 November 2025 - 07:04 WIB
loading...
Konsumsi vitamin C bisa menunda menopause hingga satu tahun. Foto/the nutrition
A
A
A
JAKARTA - Menopause adalah fase alami yang pasti dialami setiap wanita. Namun, waktu terjadinya menopause ternyata dapat dipengaruhi oleh pola makan dan jenis nutrisi yang dikonsumsi.
Dikutip dari EatingWell, sebuah studi terbaru dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa dua nutrisi—vitamin C dan karotenoid—berpotensi menunda terjadinya menopause serta memperpanjang masa reproduksi.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menggunakan Composite Dietary Antioxidant Index (CDAI) untuk mengukur total asupan enam nutrisi antioksidan, yaitu zinc, selenium, vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan karotenoid.
Baca Juga : Cuaca Panas Terik Berbahaya Bagi Tubuh, Ini 4 Tips Mudah Mencegah Heatstroke
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan asupan antioksidan tertinggi mengalami menopause hampir satu tahun lebih lambat dibandingkan kelompok dengan asupan terendah. Selain itu, masa reproduksi mereka juga sekitar satu tahun lebih panjang.
Penelitian ini juga mencatat bahwa kelompok dengan asupan antioksidan tinggi memiliki risiko 27 persen lebih rendah mengalami menopause dini (sebelum usia 45 tahun). Dari semua nutrisi tersebut, vitamin C dan karotenoid memiliki pengaruh paling signifikan.
Vitamin C
Vitamin C tidak hanya penting untuk daya tahan tubuh, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan jaringan reproduksi. Nutrisi ini bertindak sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel telur dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan stres oksidatif yang lebih terkendali, proses penuaan sel reproduksi dapat berjalan lebih lambat.
Baca Juga : Waspada! Asupan Protein Tinggi Bisa Tingkatkan Risiko Jantung pada Usia di Atas 55 Tahun
Karotenoid
Karotenoid adalah pigmen alami berwarna kuning, merah, dan oranye yang terdapat pada berbagai buah dan sayuran. Zat ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, serta sangat berpengaruh dalam memperlambat proses menopause. Efek tersebut berasal dari kemampuannya mengurangi stres oksidatif pada ovarium dan menjaga kesehatan sel.
Namun, manfaat vitamin C dan karotenoid tidak muncul secara instan. Efek optimal diperoleh melalui pola makan yang stabil, seimbang, dan berkelanjutan.
Sumber vitamin C mudah ditemukan pada jeruk, lemon, jeruk bali, jambu biji, kiwi, stroberi, brokoli, dan paprika. Sementara karotenoid banyak terdapat dalam wortel, tomat, ubi jalar, labu kuning, pepaya, mangga, semangka, hingga sayuran berdaun hijau.
Karena itu, wanita yang memasuki usia perimenopause disarankan untuk memperhatikan pola makan. Selain untuk membantu menunda menopause, pola makan sehat juga mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh, mulai dari kulit, metabolisme, hingga energi harian.
Dikutip dari EatingWell, sebuah studi terbaru dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa dua nutrisi—vitamin C dan karotenoid—berpotensi menunda terjadinya menopause serta memperpanjang masa reproduksi.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menggunakan Composite Dietary Antioxidant Index (CDAI) untuk mengukur total asupan enam nutrisi antioksidan, yaitu zinc, selenium, vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan karotenoid.
Baca Juga : Cuaca Panas Terik Berbahaya Bagi Tubuh, Ini 4 Tips Mudah Mencegah Heatstroke
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan asupan antioksidan tertinggi mengalami menopause hampir satu tahun lebih lambat dibandingkan kelompok dengan asupan terendah. Selain itu, masa reproduksi mereka juga sekitar satu tahun lebih panjang.
Penelitian ini juga mencatat bahwa kelompok dengan asupan antioksidan tinggi memiliki risiko 27 persen lebih rendah mengalami menopause dini (sebelum usia 45 tahun). Dari semua nutrisi tersebut, vitamin C dan karotenoid memiliki pengaruh paling signifikan.
Vitamin C
Vitamin C tidak hanya penting untuk daya tahan tubuh, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan jaringan reproduksi. Nutrisi ini bertindak sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel telur dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan stres oksidatif yang lebih terkendali, proses penuaan sel reproduksi dapat berjalan lebih lambat.
Baca Juga : Waspada! Asupan Protein Tinggi Bisa Tingkatkan Risiko Jantung pada Usia di Atas 55 Tahun
Karotenoid
Karotenoid adalah pigmen alami berwarna kuning, merah, dan oranye yang terdapat pada berbagai buah dan sayuran. Zat ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, serta sangat berpengaruh dalam memperlambat proses menopause. Efek tersebut berasal dari kemampuannya mengurangi stres oksidatif pada ovarium dan menjaga kesehatan sel.
Namun, manfaat vitamin C dan karotenoid tidak muncul secara instan. Efek optimal diperoleh melalui pola makan yang stabil, seimbang, dan berkelanjutan.
Sumber vitamin C mudah ditemukan pada jeruk, lemon, jeruk bali, jambu biji, kiwi, stroberi, brokoli, dan paprika. Sementara karotenoid banyak terdapat dalam wortel, tomat, ubi jalar, labu kuning, pepaya, mangga, semangka, hingga sayuran berdaun hijau.
Karena itu, wanita yang memasuki usia perimenopause disarankan untuk memperhatikan pola makan. Selain untuk membantu menunda menopause, pola makan sehat juga mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh, mulai dari kulit, metabolisme, hingga energi harian.
(nnz)
Lihat Juga :