Dua Chef Ternama Ungkap Filosofi Kuliner dan Masa Depan Masakan Asia
Kamis, 04 Desember 2025 - 20:39 WIB
loading...
Chef Syrco Bakker dan Chef Will Goldfarb berbagi semangat yang sama dalam berkarya, menghargai budaya, dan seni memasak. Foto/evian.
A
A
A
JAKARTA - evian Chef Series adalah sebuah kampanye yang berfokus pada prestasi para chef Asia yang berhasil membawa perspektif baru akan kemurnian, keseimbangan, dan kreativitas berkarya.
Dalam kesempatan ini, evian mengangkat dua chef ternama di Bali, Chef Syrco Bakker (Chef Owner dari Syrco BASÈ) dan Chef Will Goldfarb (Founder dan Chef dari Room4Dessert), yang akan bercerita tentang filosofi dan ide dari setiap masakan, sekaligus berbagi nilai yang diadopsi dalam keberlanjutan, budaya, dan proses untuk menikmati setiap makanan.
“Melalui kolaborasi ini, saya ingin menunjukkan dari mana saya berasal, apa yang telah saya lakukan di Belanda, dan apa yang ingin saya tampilkan di sini. Saat ini saya juga berada dalam fase pembaruan kreativitas, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai yang telah lama saya adopsi,” kata Chef Syrco Bakker, melalui siaran pers, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: My Chef In Crime Bakal Angkat Kuliner Indonesia, Serial Baru Segera Tayang di Vision+
"Bersama kampanye ini saya ingin merayakan keberadaan saya di Bali, komunitas yang berhasil saya bangun, efek positif setiap makanan yang kita konsumsi, dan rasa hormat saya pada kearifan lokal,” Chef Will Goldfarb menambahkan.
Chef Will dan Chef Syrco hadir dari dua perjalanan kuliner yang berbeda. Satu berakar pada inovasi pastry global, sementara yang lain bertumpu pada warisan Indonesia yang diperkaya dengan teknik Eropa.
Namun mereka memiliki kesamaan perspektif ide, tentang bagaimana keseimbangan tidak hanya berbicara rasa, tapi juga tergantung pada tujuan, rasa hormat, dan emosi.
“Saya selalu ingin menghadirkan masakan yang istimewa. Bagi kami, kunci untuk ini adalah tetap rendah hati dan tidak berhenti untuk belajar. Kami ingin selalu memberikan kebahagiaan bagi orang lain. Melalui setiap kue kering dan es krim yang disajikan di restoran, kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu," ujar Chef Will, yang menggemari makanan penutup dalaman yang terbuat dari santan bakar, karya Chef Jero Yudi dari Desa Les.
"Setiap hari kami bangun dengan semangat untuk membahagiakan para tamu saat mencoba makanan penutup yang kami sajikan,” urainya.
Chef Syrco, yang sering mengundang para produsen, petani, dan nelayan untuk merasakan sendiri hasil bumi mereka di restorannya menjelaskan. "Bagi saya ada tiga hal yang sangat penting yaitu asal, alam, dan transparansi. Kami selalu ingin tahu dari mana setiap produk berasal, perjalanannya hingga mencapai dapur restoran, dan siapa sosok di baliknya. Pada dasarnya, bahan masakan yang mungkin terasa biasa bagi masyarakat Indonesia, sesungguhnya sangat istimewa di mata dunia," terangnya.
Kedua chef sangat menghargai bahan masakan lokal dan memiliki kesukaan masing-masing. Chef Will menyukai kelapa dan pala yang mampu memberikan rasa berbeda. Sementara Chef Syrco sangat mengandalkan kecombrang karena memiliki karakter asam yang menyegarkan.
Bagi Chef Syrco, keberlanjutan seharusnya juga menjadi hal normal. “Keberlanjutan tidak harus terus menerus dibicarakan, karena seharusnya jadi sesuatu hal yang normal. Jadi tahun ini kami akan berfokus pada produk lokal, dan ingin memberikan ruang lebih bagi para produsen lokal.” Sementara bagi Chef Will, keberlanjutan diawali dengan menghormati lingkungan sekitar, termasuk tanah, masyarakat, dan juga tradisi yang ada.
Di tengah kompleksitas rasa dan teknik, kedua chef menganggap air sebagai elemen pendamping penting yang menonjolkan rasa asli, membersihkan indera perasa, dan menyatukan setiap proses memasak.
“Air adalah sebuah bahan memasak yang sering dianggap sepele, padahal memiliki peran penting di dapur. Kita sering tidak menyadarinya, tapi tanpa air seluruh proses memasak tidak akan bisa berjalan, karena air mendukung setiap proses persiapan, dan menyatukan semua elemen yang ada,” kata Chef Syrco.
Bagi Chef Will, air adalah kunci kesuksesan proses memasak makanan penutup,” Air akan mengontrol suhu, tekstur, dan rasa. Jika tidak bisa mengontrol air, maka sorbet tidak akan bisa membeku, meringue tidak akan bisa dibuat, serta saus tidak akan bisa disiapkan. Air akan mensukseskan setiap teknik memasak, dan meningkatkan rasa.”
Chef Will percaya bahwa air bisa menjadi pasangan terbaik dari setiap masakan. Sementara Chef Syrco menambahkan bahwa dibandingkan wine, infused water bisa lebih menyeimbangkan masakan dan menonjolkan cita rasa setiap makanan.
Kedua chef sepakat bahwa masa depan dunia kuliner terletak pada pentingnya kesadaran diri. Memahami asal setiap bahan masakan, menghargai alam, dan merangkul budaya lokal serta menjadikannya sebagai dasar dari kreativitas memasak.
Chef Will ingin terus berkolaborasi bersama orang yang berpikiran sejalan, agar dapat menghasilkan kreasi masakan yang bermakna. Chef Syrco ingin agar masyarakat Indonesia dapat lebih menghargai nilai dari bahan masakan lokal.
”Jika kita tidak bisa menghargai bahan pangan lokal, maka kita tidak akan tertarik untuk mempromosikannya ke dunia luar. Namun saya lihat hal ini mulai berubah, dan semakin banyak chef yang mulai mempromosikan rasa dan tradisi Indonesia, karena yang kita miliki sangat istimewa.”
Dalam kesempatan ini, evian mengangkat dua chef ternama di Bali, Chef Syrco Bakker (Chef Owner dari Syrco BASÈ) dan Chef Will Goldfarb (Founder dan Chef dari Room4Dessert), yang akan bercerita tentang filosofi dan ide dari setiap masakan, sekaligus berbagi nilai yang diadopsi dalam keberlanjutan, budaya, dan proses untuk menikmati setiap makanan.
“Melalui kolaborasi ini, saya ingin menunjukkan dari mana saya berasal, apa yang telah saya lakukan di Belanda, dan apa yang ingin saya tampilkan di sini. Saat ini saya juga berada dalam fase pembaruan kreativitas, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai yang telah lama saya adopsi,” kata Chef Syrco Bakker, melalui siaran pers, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: My Chef In Crime Bakal Angkat Kuliner Indonesia, Serial Baru Segera Tayang di Vision+
"Bersama kampanye ini saya ingin merayakan keberadaan saya di Bali, komunitas yang berhasil saya bangun, efek positif setiap makanan yang kita konsumsi, dan rasa hormat saya pada kearifan lokal,” Chef Will Goldfarb menambahkan.
Chef Will dan Chef Syrco hadir dari dua perjalanan kuliner yang berbeda. Satu berakar pada inovasi pastry global, sementara yang lain bertumpu pada warisan Indonesia yang diperkaya dengan teknik Eropa.
Namun mereka memiliki kesamaan perspektif ide, tentang bagaimana keseimbangan tidak hanya berbicara rasa, tapi juga tergantung pada tujuan, rasa hormat, dan emosi.
“Saya selalu ingin menghadirkan masakan yang istimewa. Bagi kami, kunci untuk ini adalah tetap rendah hati dan tidak berhenti untuk belajar. Kami ingin selalu memberikan kebahagiaan bagi orang lain. Melalui setiap kue kering dan es krim yang disajikan di restoran, kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu," ujar Chef Will, yang menggemari makanan penutup dalaman yang terbuat dari santan bakar, karya Chef Jero Yudi dari Desa Les.
"Setiap hari kami bangun dengan semangat untuk membahagiakan para tamu saat mencoba makanan penutup yang kami sajikan,” urainya.
Chef Syrco, yang sering mengundang para produsen, petani, dan nelayan untuk merasakan sendiri hasil bumi mereka di restorannya menjelaskan. "Bagi saya ada tiga hal yang sangat penting yaitu asal, alam, dan transparansi. Kami selalu ingin tahu dari mana setiap produk berasal, perjalanannya hingga mencapai dapur restoran, dan siapa sosok di baliknya. Pada dasarnya, bahan masakan yang mungkin terasa biasa bagi masyarakat Indonesia, sesungguhnya sangat istimewa di mata dunia," terangnya.
Kedua chef sangat menghargai bahan masakan lokal dan memiliki kesukaan masing-masing. Chef Will menyukai kelapa dan pala yang mampu memberikan rasa berbeda. Sementara Chef Syrco sangat mengandalkan kecombrang karena memiliki karakter asam yang menyegarkan.
Bagi Chef Syrco, keberlanjutan seharusnya juga menjadi hal normal. “Keberlanjutan tidak harus terus menerus dibicarakan, karena seharusnya jadi sesuatu hal yang normal. Jadi tahun ini kami akan berfokus pada produk lokal, dan ingin memberikan ruang lebih bagi para produsen lokal.” Sementara bagi Chef Will, keberlanjutan diawali dengan menghormati lingkungan sekitar, termasuk tanah, masyarakat, dan juga tradisi yang ada.
Air Sebagai Elemen Pendamping yang Penting
Di tengah kompleksitas rasa dan teknik, kedua chef menganggap air sebagai elemen pendamping penting yang menonjolkan rasa asli, membersihkan indera perasa, dan menyatukan setiap proses memasak.
“Air adalah sebuah bahan memasak yang sering dianggap sepele, padahal memiliki peran penting di dapur. Kita sering tidak menyadarinya, tapi tanpa air seluruh proses memasak tidak akan bisa berjalan, karena air mendukung setiap proses persiapan, dan menyatukan semua elemen yang ada,” kata Chef Syrco.
Bagi Chef Will, air adalah kunci kesuksesan proses memasak makanan penutup,” Air akan mengontrol suhu, tekstur, dan rasa. Jika tidak bisa mengontrol air, maka sorbet tidak akan bisa membeku, meringue tidak akan bisa dibuat, serta saus tidak akan bisa disiapkan. Air akan mensukseskan setiap teknik memasak, dan meningkatkan rasa.”
Chef Will percaya bahwa air bisa menjadi pasangan terbaik dari setiap masakan. Sementara Chef Syrco menambahkan bahwa dibandingkan wine, infused water bisa lebih menyeimbangkan masakan dan menonjolkan cita rasa setiap makanan.
Masa Depan Masakan Asia
Kedua chef sepakat bahwa masa depan dunia kuliner terletak pada pentingnya kesadaran diri. Memahami asal setiap bahan masakan, menghargai alam, dan merangkul budaya lokal serta menjadikannya sebagai dasar dari kreativitas memasak.
Chef Will ingin terus berkolaborasi bersama orang yang berpikiran sejalan, agar dapat menghasilkan kreasi masakan yang bermakna. Chef Syrco ingin agar masyarakat Indonesia dapat lebih menghargai nilai dari bahan masakan lokal.
”Jika kita tidak bisa menghargai bahan pangan lokal, maka kita tidak akan tertarik untuk mempromosikannya ke dunia luar. Namun saya lihat hal ini mulai berubah, dan semakin banyak chef yang mulai mempromosikan rasa dan tradisi Indonesia, karena yang kita miliki sangat istimewa.”
(nnz)
Lihat Juga :