Industri Kecantikan Terbukti Tangguh, Beauty World Ekspansi dengan Gerai Baru
Kamis, 04 Desember 2025 - 21:20 WIB
loading...
Industri kecantikan di Indonesia masih resilience menghadapi kondisi perekonomian yang lesu. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Industri kecantikan di Indonesia masih resilience menghadapi kondisi perekonomian yang lesu. Salah satu bukti dari daya tahan industri kecantikan di tanah air adalah langkah perusahaan kecantikan Beauty World Indonesia membuka gerai baru.
CEO Beauty World Indonesia Efendi Tan mengatakan, industri kecantikan memang tidak pernah sepi. Ini karena indudstri kecantikan paling mampu menahan krisis. Bahkan, ketika terjadi krisis pun, bisnis Beauty World Indonesia tetap berkembang.
Efendi menambahkan, gerai baru Beauty World di Jalan Samanhudi Jakarta sebenarnya sudah berdiri sejak 2015. Namun, gerai tersebut direnovasi secara besar-besaran.
“Gerai baru ini menawarkan pengalaman berbelanja kecantikan yang semakin lengkap, lebih nyaman, dan lebih aesthetic. Dengan pembaruan total di lokasi Samanhudi, Beauty World Store kini hadir dengan konsep modern dan instagrammable. Toko ini dirancang untuk memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan: setiap sudutnya aesthetic, cocok sebagai spot foto kekinian, sekaligus tetap menyajikan rangkaian produk yang super lengkap,” jelas Efendi saat membuka kembali gerai Beauty World Indonesia di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Efendi menambahkan, pembukaan kembali gerai di Jalan Samanhudi ini menjadi bukti komitmen Beauty World Indonesia untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan, baik profesional maupun beauty enthusiasts.
“Pengunjung kini juga bisa menikmati suasana santai di area “Hands On”, sebuah coffee corner di dalam store yang menyajikan kopi, teh, matcha, dan berbagai minuman favorit lainnya. Kini belanja produk kecantikan bisa sambil nongkrong dan menikmati waktu bersama teman—menjadikan Beauty World bukan hanya destinasi belanja, tetapi juga lifestyle space baru di Jakarta,” ungkap Efendi.
Efendi menjelaskan, Beauty World Indonesia memasang target untuk punya pabrik sendiri agar bisa menciptakan merek-merek lokal. Selama ini, kata dia, produk-produk di Beauty World berasal dari Itali, Jerman, Cyprus, Korea, Jepang dan Cina.
Aesthetic Doctor dr. Maria Angelina mengungkapkan, biaya untuk kecantikan itu pada dasarnya tidak sama untuk setiap orang. Ini yang dilakukan Beauty World dengan menyediakan produk dari tingkatan paling rendah hingga yang paling tinggi.
“Dan butuh spend berapa duit sih kita untuk cantik itu? Cantik itu sebenarnya kayak kepatah ya, It's on the eyes of the beholder. Jadi apa yang kamu lihat itu ya menurut versi cantiknya kamu sendiri. Dan menurut saya yang namanya budget itu kita nggak bisa terapkan untuk tiap orang sama. Karena pasti kebutuhan akan berbeda-beda. That's why beauty world bisa afford dari yang paling lowest grade-nya sampai highest grade-nya Itu kita sudah support. That's why kalau dibilang cantik itu seperti apa It depends on your eyes,” pungkas Maria.
CEO Beauty World Indonesia Efendi Tan mengatakan, industri kecantikan memang tidak pernah sepi. Ini karena indudstri kecantikan paling mampu menahan krisis. Bahkan, ketika terjadi krisis pun, bisnis Beauty World Indonesia tetap berkembang.
Efendi menambahkan, gerai baru Beauty World di Jalan Samanhudi Jakarta sebenarnya sudah berdiri sejak 2015. Namun, gerai tersebut direnovasi secara besar-besaran.
“Gerai baru ini menawarkan pengalaman berbelanja kecantikan yang semakin lengkap, lebih nyaman, dan lebih aesthetic. Dengan pembaruan total di lokasi Samanhudi, Beauty World Store kini hadir dengan konsep modern dan instagrammable. Toko ini dirancang untuk memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan: setiap sudutnya aesthetic, cocok sebagai spot foto kekinian, sekaligus tetap menyajikan rangkaian produk yang super lengkap,” jelas Efendi saat membuka kembali gerai Beauty World Indonesia di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Efendi menambahkan, pembukaan kembali gerai di Jalan Samanhudi ini menjadi bukti komitmen Beauty World Indonesia untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan, baik profesional maupun beauty enthusiasts.
“Pengunjung kini juga bisa menikmati suasana santai di area “Hands On”, sebuah coffee corner di dalam store yang menyajikan kopi, teh, matcha, dan berbagai minuman favorit lainnya. Kini belanja produk kecantikan bisa sambil nongkrong dan menikmati waktu bersama teman—menjadikan Beauty World bukan hanya destinasi belanja, tetapi juga lifestyle space baru di Jakarta,” ungkap Efendi.
Efendi menjelaskan, Beauty World Indonesia memasang target untuk punya pabrik sendiri agar bisa menciptakan merek-merek lokal. Selama ini, kata dia, produk-produk di Beauty World berasal dari Itali, Jerman, Cyprus, Korea, Jepang dan Cina.
Aesthetic Doctor dr. Maria Angelina mengungkapkan, biaya untuk kecantikan itu pada dasarnya tidak sama untuk setiap orang. Ini yang dilakukan Beauty World dengan menyediakan produk dari tingkatan paling rendah hingga yang paling tinggi.
“Dan butuh spend berapa duit sih kita untuk cantik itu? Cantik itu sebenarnya kayak kepatah ya, It's on the eyes of the beholder. Jadi apa yang kamu lihat itu ya menurut versi cantiknya kamu sendiri. Dan menurut saya yang namanya budget itu kita nggak bisa terapkan untuk tiap orang sama. Karena pasti kebutuhan akan berbeda-beda. That's why beauty world bisa afford dari yang paling lowest grade-nya sampai highest grade-nya Itu kita sudah support. That's why kalau dibilang cantik itu seperti apa It depends on your eyes,” pungkas Maria.
(dra)
Lihat Juga :