Sambal Bakar Indonesia Group Akuisisi Eat Sambel
Jum'at, 12 Desember 2025 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Adapun offline, langkah yang diambil adalah memperluas distribusi ke jaringan modern retail dan general trade. “Dengan strategi ini, konsumen dapat mengakses produk SBIG di mana pun, kapan pun secara lebih mudah,” tuturnya.
SBIG telah menyusun rencana jangka pendek, menengah, dan panjang untuk memastikan akuisis ini berjalan efektif. Jangka pendek (Kuartal I/ 2026) akan memperkuat integrasi tim dan supply chain, standarisasi kualitas, hingga penyelarasan visi brand.
Pada kuartal II akan dilakukan rebranding tanpa mengubah identitas utama Eat Sambel, selain itu juga akan ada peluncuran produk baru. Kuartal III akan dilakukan penetrasi agresif ke jalur retail modern dan general trade. Dan secara jangka Panjang akan pembangunan jaringan distribusi nasional serta ekspansi kapasitas produksi.
Dengan akuisis ini, SBIG menargetkan peningkatan kontribusi FMCG menjadi lebih dari 50% dari total revenue dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, sekaligus memperkuat posisi sebagai brand kuliner nasional berbasis budaya rasa Indonesia.
“Kontribusi penjualan FMCG kami saat ini masih di bawah 10%. Dalam 1 hingga 2 tahun ke depan kami menargetkan pertumbuhan dua kali lipat dan secara jangka panjang, ditargetkan kontribusi FMCG bisa lebih dari 50% dari total revenue perusahaan,” ujarnya.
Iben Ma mengatakan aksi korporasi ini lebih dari sekedar akuisisi bisnis, SBIG membawa misi yang lebih besar yakni menjadikan sambal sebagai identitas kuliner nasional yang modern, berdaya saing, dan dicintai lintas generasi.
"Kami ingin membuktikan bahwa brand kuliner Indonesia bisa naik kelas, menjadi grup nasional yang kuat dan kompetitif secara global dan itu semua dimulai dari satu rasa yang sangat Indonesia yaitu sambal," tutup pria yang juga TikToker dengan jumlah pengikut hingga 26 juta tersebut.
SBIG telah menyusun rencana jangka pendek, menengah, dan panjang untuk memastikan akuisis ini berjalan efektif. Jangka pendek (Kuartal I/ 2026) akan memperkuat integrasi tim dan supply chain, standarisasi kualitas, hingga penyelarasan visi brand.
Pada kuartal II akan dilakukan rebranding tanpa mengubah identitas utama Eat Sambel, selain itu juga akan ada peluncuran produk baru. Kuartal III akan dilakukan penetrasi agresif ke jalur retail modern dan general trade. Dan secara jangka Panjang akan pembangunan jaringan distribusi nasional serta ekspansi kapasitas produksi.
Dengan akuisis ini, SBIG menargetkan peningkatan kontribusi FMCG menjadi lebih dari 50% dari total revenue dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, sekaligus memperkuat posisi sebagai brand kuliner nasional berbasis budaya rasa Indonesia.
“Kontribusi penjualan FMCG kami saat ini masih di bawah 10%. Dalam 1 hingga 2 tahun ke depan kami menargetkan pertumbuhan dua kali lipat dan secara jangka panjang, ditargetkan kontribusi FMCG bisa lebih dari 50% dari total revenue perusahaan,” ujarnya.
Iben Ma mengatakan aksi korporasi ini lebih dari sekedar akuisisi bisnis, SBIG membawa misi yang lebih besar yakni menjadikan sambal sebagai identitas kuliner nasional yang modern, berdaya saing, dan dicintai lintas generasi.
"Kami ingin membuktikan bahwa brand kuliner Indonesia bisa naik kelas, menjadi grup nasional yang kuat dan kompetitif secara global dan itu semua dimulai dari satu rasa yang sangat Indonesia yaitu sambal," tutup pria yang juga TikToker dengan jumlah pengikut hingga 26 juta tersebut.
(dra)
Lihat Juga :