Sambal Bakar Indonesia Group Akuisisi Eat Sambel
Jum'at, 12 Desember 2025 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Eat Sambel sendiri dikenal sebagai salah satu pionir sambal online yang populer di kalangan pelanggan digital karena menghadirkan sambal autentik dengan sentuhan modern. Berangkat dari dapur rumahan, kini Eat Sambel telah menjual lebih dari 26 juta botol di seluruh Indonesia dan meraih berbagai penghargaan di marketplace.
“Bergabung dengan SBIG memberikan kami ruang yang jauh lebih besar untuk tumbuh, memperluas distribusi ke berbagai kanal, serta mengembangkan varian sambal Nusantara yang lebih inovatif. Ini momentum baru bagi Eat Sambel,” ujar Yansen Gunawan, Co-Founder Eat Sambel.
Director of Corporate Communication & Relations SBIG, Benjamin Master A. Surya mengatakan pasca mengakuisisi Eat Sambel, SBIG menargetkan sinergi pada tiga sektor utama. Pertama dari sisi produk dengan menggabungkan kekuatan inovasi resep dan varian rasa dari kedua brand sehingga akan memperkaya portofolio sambal siap saji di pasar nasional.
Kedua dari sisi operasional akan ada integrasi gudang, distribusi, dan rantai pasok untuk meningkatkan meningkatkan efisiensi logistik secara signifikan. Ketiga dalam hal brand identity dengan menjaga Eat Sambel sebagai sub-brand di bawah SBIG, dengan karakter khasnya.
Menurut Benjamin, dengan menyatukan dua brand yang sama-sama kuat, SBIG kini berada pada posisi yang lebih strategis di industri sambal modern. Akuisisi ini memungkinkan SBIG memperkuat kehadiran rantai pasok, kualitas produk, dan perluasan pasar.
“Produk sambal adalah DNA kami. Dengan sinergi jaringan restoran dan FMCG, kami ingin sambal hadir sebagai pendamping utama makanan masyarakat Indonesia, baik di restoran maupun konsumsi rumahan,” jelasnya pria yang akrab disapa Iben Ma ini.
Director Of Marketing & Branding SBIG Renaldo Akhira Ruslan mengatakan, untuk memperluas jaringan bisnisnya, SBIG tengah menyiapkan skema distribusi digital dan offline. Distribusi secara digital dilakukan dengan memperkuat kehadiran di TikTok Shop, Shopee, dan Tokopedia melalui kampanye kreator serta strategi konten tematik nasional.
“Bergabung dengan SBIG memberikan kami ruang yang jauh lebih besar untuk tumbuh, memperluas distribusi ke berbagai kanal, serta mengembangkan varian sambal Nusantara yang lebih inovatif. Ini momentum baru bagi Eat Sambel,” ujar Yansen Gunawan, Co-Founder Eat Sambel.
Director of Corporate Communication & Relations SBIG, Benjamin Master A. Surya mengatakan pasca mengakuisisi Eat Sambel, SBIG menargetkan sinergi pada tiga sektor utama. Pertama dari sisi produk dengan menggabungkan kekuatan inovasi resep dan varian rasa dari kedua brand sehingga akan memperkaya portofolio sambal siap saji di pasar nasional.
Kedua dari sisi operasional akan ada integrasi gudang, distribusi, dan rantai pasok untuk meningkatkan meningkatkan efisiensi logistik secara signifikan. Ketiga dalam hal brand identity dengan menjaga Eat Sambel sebagai sub-brand di bawah SBIG, dengan karakter khasnya.
Menurut Benjamin, dengan menyatukan dua brand yang sama-sama kuat, SBIG kini berada pada posisi yang lebih strategis di industri sambal modern. Akuisisi ini memungkinkan SBIG memperkuat kehadiran rantai pasok, kualitas produk, dan perluasan pasar.
“Produk sambal adalah DNA kami. Dengan sinergi jaringan restoran dan FMCG, kami ingin sambal hadir sebagai pendamping utama makanan masyarakat Indonesia, baik di restoran maupun konsumsi rumahan,” jelasnya pria yang akrab disapa Iben Ma ini.
Director Of Marketing & Branding SBIG Renaldo Akhira Ruslan mengatakan, untuk memperluas jaringan bisnisnya, SBIG tengah menyiapkan skema distribusi digital dan offline. Distribusi secara digital dilakukan dengan memperkuat kehadiran di TikTok Shop, Shopee, dan Tokopedia melalui kampanye kreator serta strategi konten tematik nasional.
Lihat Juga :