Pemerintah Batasi Media Sosial Remaja 13–16 Tahun Mulai 2026, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Mental
Senin, 15 Desember 2025 - 06:45 WIB
loading...
A
A
A
Interaksi tatap muka juga melatih empati, kepekaan emosi, dan kemampuan membaca ekspresi orang lain, di mana hal ini sulit diasah jika sebagian besar hubungan terjadi secara digital.
Baca Juga : Rakyat Jerman Dukung Larang Penggunaan Sosmed untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kesehatan Mental Lebih Terjaga
Media sosial sering menjadi tempat perbandingan mulai soal penampilan, popularitas, hingga pencapaian hidup. Bagi remaja yang masih mencari jati diri, paparan ini bisa memicu rasa tidak percaya diri dan kecemasan.
Dengan tidak aktif di media sosial, remaja terbebas dari tekanan untuk terlihat “sempurna”. Mereka bisa fokus mengenal diri sendiri, tanpa harus terus mengukur nilai diri dari likes, komentar, atau jumlah pengikut.
Tidur Lebih Berkualitas
Salah satu manfaat paling terasa dari larangan media sosial adalah pola tidur yang lebih sehat. Tanpa kebiasaan scrolling hingga larut malam, remaja cenderung tidur lebih awal dan bangun dengan kondisi fisik yang lebih segar.
Baca Juga : Rakyat Jerman Dukung Larang Penggunaan Sosmed untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kesehatan Mental Lebih Terjaga
Media sosial sering menjadi tempat perbandingan mulai soal penampilan, popularitas, hingga pencapaian hidup. Bagi remaja yang masih mencari jati diri, paparan ini bisa memicu rasa tidak percaya diri dan kecemasan.
Dengan tidak aktif di media sosial, remaja terbebas dari tekanan untuk terlihat “sempurna”. Mereka bisa fokus mengenal diri sendiri, tanpa harus terus mengukur nilai diri dari likes, komentar, atau jumlah pengikut.
Tidur Lebih Berkualitas
Salah satu manfaat paling terasa dari larangan media sosial adalah pola tidur yang lebih sehat. Tanpa kebiasaan scrolling hingga larut malam, remaja cenderung tidur lebih awal dan bangun dengan kondisi fisik yang lebih segar.
Lihat Juga :