Behomy Hadirkan Solusi Full Management untuk Kost, Hotel, dan Properti Idle
Selasa, 16 Desember 2025 - 10:08 WIB
loading...
Model hybrid stay, pengelolaan akomodasi yang menggabungkan sewa harian dan sewa bulanan dalam kian dipandang sebagai arah masa depan industri hospitality. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Model hybrid stay—pengelolaan akomodasi yang menggabungkan sewa harian dan sewa bulanan dalam satu properti—kian dipandang sebagai arah masa depan industri hospitality di Indonesia.
Seiring meningkatnya mobilitas, perubahan preferensi penyewa yang menuntut fleksibilitas, serta percepatan digitalisasi, pendekatan ini dinilai mampu menjawab tantangan okupansi dan pendapatan pada model sewa tradisional.
Menjawab kebutuhan tersebut, Behomy hadir sebagai perusahaan property management dan operator hospitality yang menyediakan solusi full management untuk kost, kostel, guest house, hotel budget, hingga konversi properti idle menjadi aset produktif.
Behomy mengusung konsep hybrid stay dengan pengelolaan terintegrasi yang menggabungkan standar operasional ala hotel dan manajemen kost modern—mulai dari strategi pemasaran, pengelolaan tamu, housekeeping, hingga pelaporan keuangan—sehingga properti dapat melayani segmen harian dan bulanan secara bersamaan.
“Perubahan perilaku tinggal membuat permintaan akomodasi semakin dinamis. Hybrid stay adalah model yang memungkinkan properti lebih adaptif: harian untuk menangkap peak demand, dan bulanan untuk menjaga stabilitas cashflow. Namun, kuncinya ada pada manajemen yang profesional, terukur, dan konsisten,” ujar Dr. Joshua Vidi, Co-Founder & Main Commissioner Behomy.
Mengubah Properti Idle Menjadi Aset Produktif
Di banyak kota besar, pemilik properti masih menghadapi tantangan klasik: kamar kosong, pendapatan stagnan, hingga beban operasional yang menyita waktu. Model hybrid, ditopang manajemen profesional, memungkinkan optimasi pendapatan melalui perpaduan segmentasi harian–bulanan, efisiensi operasional, serta pemasaran multichannel.
Behomy menyebut pendekatan ini tidak hanya relevan untuk aset hospitality yang sudah berjalan, tetapi juga efektif untuk properti idle seperti ruko, rumah kontrakan lama, atau bangunan yang kurang optimal.
Seiring meningkatnya mobilitas, perubahan preferensi penyewa yang menuntut fleksibilitas, serta percepatan digitalisasi, pendekatan ini dinilai mampu menjawab tantangan okupansi dan pendapatan pada model sewa tradisional.
Menjawab kebutuhan tersebut, Behomy hadir sebagai perusahaan property management dan operator hospitality yang menyediakan solusi full management untuk kost, kostel, guest house, hotel budget, hingga konversi properti idle menjadi aset produktif.
Behomy mengusung konsep hybrid stay dengan pengelolaan terintegrasi yang menggabungkan standar operasional ala hotel dan manajemen kost modern—mulai dari strategi pemasaran, pengelolaan tamu, housekeeping, hingga pelaporan keuangan—sehingga properti dapat melayani segmen harian dan bulanan secara bersamaan.
“Perubahan perilaku tinggal membuat permintaan akomodasi semakin dinamis. Hybrid stay adalah model yang memungkinkan properti lebih adaptif: harian untuk menangkap peak demand, dan bulanan untuk menjaga stabilitas cashflow. Namun, kuncinya ada pada manajemen yang profesional, terukur, dan konsisten,” ujar Dr. Joshua Vidi, Co-Founder & Main Commissioner Behomy.
Mengubah Properti Idle Menjadi Aset Produktif
Di banyak kota besar, pemilik properti masih menghadapi tantangan klasik: kamar kosong, pendapatan stagnan, hingga beban operasional yang menyita waktu. Model hybrid, ditopang manajemen profesional, memungkinkan optimasi pendapatan melalui perpaduan segmentasi harian–bulanan, efisiensi operasional, serta pemasaran multichannel.
Behomy menyebut pendekatan ini tidak hanya relevan untuk aset hospitality yang sudah berjalan, tetapi juga efektif untuk properti idle seperti ruko, rumah kontrakan lama, atau bangunan yang kurang optimal.
Lihat Juga :