RSUD Dr. Soetomo Ungkap Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Natal dan Tahun Baru, Apa Saja?
Rabu, 24 Desember 2025 - 09:39 WIB
loading...
10 penyakit atau gangguan kesehatan yang menjadi tren saat Nataru. Foto/Medeor Hospital.
A
A
A
JAKARTA - RSUD Dr. Soetomo Surabaya menyiagakan tenaga medis dan nonmedis secara penuh menyambut libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kesiapan ini mengantisipasi peningkatan kunjungan pasien, terutama kasus penyakit medis yang rutin muncul saat periode libur panjang.
Baca juga: Ada Ibadah Natal, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo, Cita Rosita Sigit Prakoeswa menyebutkan 10 penyakit atau gangguan kesehatan yang menjadi tren saat Nataru. Tren ini berdasarkan data selama empat tahun terakhir di RSUD Dr Soetomo.
Pasien yang datang ke IGD ternyata buka kasus kecelakaan lalu lintas, melainkan pasien dengan kasus medis, seperti anemia gangguan elektrolit, mual, muntah, dispepsia, diabetes, dan hipertensi.
"Salah satu penyebabnya adalah pola makan dan kondisi tubuh saat liburan," ujar Cita dalam konferensi pers, Selasa (23/12/2025).
Baca juga: 6 Rekomendasi Film dan Series untuk Libur Natal dan Tahun Baru
Cita mengibaratkan, selama Natal dan Tahun baru, pola makan masyarakat cenderung berubah, kurang selektif karena tersedia banyak jenis makanan.
Kepada masyarakat, Cita mengimbau kalau berlibur tetap jaga makanan dan kesehatan. Masyarakat juga diminta mewaspadai makanan kedaluwarsa.
Dia juga mengungkapkan, kesiapsiagaan tenaga medis dan manajemen siaga sejak 25 hingga 28 Desember 2025.
“Untuk Nataru kami telah siap dan menyiagakan dokter, perawat, dan tenaga lain yang jaga on-site dalam sistem shift pagi, siang, sore dan malam,” terangnya.
RSUD Dr. Soetomo juga menyiapkan tenaga on-call sebagai cadangan. Tenaga on-call ini berjumlah 804 orang yang terdiri dari unsur managemen 35 orang, unsur pelayanan 529 orang dan medis 240 orang.
“Manajemen dan jajaran direksi turut disiagakan untuk memastikan respons cepat jika terjadi peningkatan kebutuhan layanan,” tambah Cita.
RSUD Dr. Soetomo menyiagakan dokter spesialis onsite dari bidang bedah, penyakit dalam, pediatri, paru, dan anestesi sebanyak lima orang per hari. Dokter spesialis lain seperti neurologi, bedah subspesialis, dermatologi, dan psikiatri disiagakan secara on-call.
Kesiapan ini mengantisipasi peningkatan kunjungan pasien, terutama kasus penyakit medis yang rutin muncul saat periode libur panjang.
Baca juga: Ada Ibadah Natal, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo, Cita Rosita Sigit Prakoeswa menyebutkan 10 penyakit atau gangguan kesehatan yang menjadi tren saat Nataru. Tren ini berdasarkan data selama empat tahun terakhir di RSUD Dr Soetomo.
Pasien yang datang ke IGD ternyata buka kasus kecelakaan lalu lintas, melainkan pasien dengan kasus medis, seperti anemia gangguan elektrolit, mual, muntah, dispepsia, diabetes, dan hipertensi.
"Salah satu penyebabnya adalah pola makan dan kondisi tubuh saat liburan," ujar Cita dalam konferensi pers, Selasa (23/12/2025).
Baca juga: 6 Rekomendasi Film dan Series untuk Libur Natal dan Tahun Baru
Cita mengibaratkan, selama Natal dan Tahun baru, pola makan masyarakat cenderung berubah, kurang selektif karena tersedia banyak jenis makanan.
Kepada masyarakat, Cita mengimbau kalau berlibur tetap jaga makanan dan kesehatan. Masyarakat juga diminta mewaspadai makanan kedaluwarsa.
Dia juga mengungkapkan, kesiapsiagaan tenaga medis dan manajemen siaga sejak 25 hingga 28 Desember 2025.
“Untuk Nataru kami telah siap dan menyiagakan dokter, perawat, dan tenaga lain yang jaga on-site dalam sistem shift pagi, siang, sore dan malam,” terangnya.
RSUD Dr. Soetomo juga menyiapkan tenaga on-call sebagai cadangan. Tenaga on-call ini berjumlah 804 orang yang terdiri dari unsur managemen 35 orang, unsur pelayanan 529 orang dan medis 240 orang.
“Manajemen dan jajaran direksi turut disiagakan untuk memastikan respons cepat jika terjadi peningkatan kebutuhan layanan,” tambah Cita.
RSUD Dr. Soetomo menyiagakan dokter spesialis onsite dari bidang bedah, penyakit dalam, pediatri, paru, dan anestesi sebanyak lima orang per hari. Dokter spesialis lain seperti neurologi, bedah subspesialis, dermatologi, dan psikiatri disiagakan secara on-call.
(nnz)
Lihat Juga :