Irene Hartono Angkat Kuliner Indonesia lewat Pendekatan Modern
Kamis, 25 Desember 2025 - 05:40 WIB
loading...
Irene Wahyuni Hartono atau akrab disapa Icen menjadi salah salah satu kreator kuliner Indonesia yang aktif mengembangkan resep dan edukasi baking. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Irene Wahyuni Hartono atau akrab disapa Icen menjadi salah salah satu kreator kuliner Indonesia yang aktif mengembangkan resep dan edukasi baking berbasis konten digital.
Kecintaannya pada masakan Nusantara, membuatnya tergantung untuk terus mengeksplorasi kuliner yang ada di Indonesia. Namun, Icen membawakan dengan pendekatan yang modern sehingga bisa dengan mudah diterima masyarakat.
"Iya saya memang suka kuliner tradisional Indonesia, saya mengangkat kuliner Tanah Air," kata Icen.
Sejak 2018, ia konsisten menghadirkan eksplorasi kuliner yang memadukan teknik modern dengan kekayaan rasa tradisional Indonesia.
Bidang yang digeluti Icen mencakup masakan Indonesia, jajanan pasar, pastry, boulangerie, hingga teknik fermentasi seperti sourdough. Pendekatannya menitikberatkan pada pemahaman proses, tekstur, dan keseimbangan rasa, bukan semata hasil akhir.
Sejak kecil, wanita kelahiran Tulungagung, Jawa Timur pada 7 Februari 1984 ini sudah menyukai berbagai masakan khan Indonesia, meski dia memiliki latar belakang pendidikan di bidang Desain Komunikasi Visual dari Universitas Kristen Petra Surabaya.
Namun, pendidikan tersebut berperan besar dalam pembentukan karakter kontennya yang kuat secara visual dan sistematis dalam penyampaian materi.
Selain sebagai kreator konten, Icen juga aktif sebagai recipe developer dan baking instructor. Ia dikenal konsisten mengangkat kuliner tradisional Indonesia dengan pendekatan yang lebih modern, tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Pada 2025, Icen menjadi salah satu peserta MasterChef Indonesia musim ke-13. Partisipasinya di ajang ini semakin memperluas eksposur terhadap gaya memasaknya yang eksploratif dan berakar pada tradisi kuliner Nusantara.
Dengan latar kreatif, konsistensi berkarya, dan fokus pada edukasi, Icen menjadi salah satu figur yang memperkaya lanskap kuliner dan gaya hidup di Indonesia saat ini.
Kecintaannya pada masakan Nusantara, membuatnya tergantung untuk terus mengeksplorasi kuliner yang ada di Indonesia. Namun, Icen membawakan dengan pendekatan yang modern sehingga bisa dengan mudah diterima masyarakat.
"Iya saya memang suka kuliner tradisional Indonesia, saya mengangkat kuliner Tanah Air," kata Icen.
Sejak 2018, ia konsisten menghadirkan eksplorasi kuliner yang memadukan teknik modern dengan kekayaan rasa tradisional Indonesia.
Bidang yang digeluti Icen mencakup masakan Indonesia, jajanan pasar, pastry, boulangerie, hingga teknik fermentasi seperti sourdough. Pendekatannya menitikberatkan pada pemahaman proses, tekstur, dan keseimbangan rasa, bukan semata hasil akhir.
Sejak kecil, wanita kelahiran Tulungagung, Jawa Timur pada 7 Februari 1984 ini sudah menyukai berbagai masakan khan Indonesia, meski dia memiliki latar belakang pendidikan di bidang Desain Komunikasi Visual dari Universitas Kristen Petra Surabaya.
Namun, pendidikan tersebut berperan besar dalam pembentukan karakter kontennya yang kuat secara visual dan sistematis dalam penyampaian materi.
Selain sebagai kreator konten, Icen juga aktif sebagai recipe developer dan baking instructor. Ia dikenal konsisten mengangkat kuliner tradisional Indonesia dengan pendekatan yang lebih modern, tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Pada 2025, Icen menjadi salah satu peserta MasterChef Indonesia musim ke-13. Partisipasinya di ajang ini semakin memperluas eksposur terhadap gaya memasaknya yang eksploratif dan berakar pada tradisi kuliner Nusantara.
Dengan latar kreatif, konsistensi berkarya, dan fokus pada edukasi, Icen menjadi salah satu figur yang memperkaya lanskap kuliner dan gaya hidup di Indonesia saat ini.
(dra)
Lihat Juga :