Asam Urat Bukan Lagi Penyakit Orang Tua, Kini Mengintai Usia Produktif

Senin, 29 Desember 2025 - 21:00 WIB
loading...
Asam Urat Bukan Lagi...
Asam urat selama ini identik dengan penyakit usia lanjut. Kini keluhan pegal berkepanjangan, sendi kaku, hingga nyeri ringan menyerang kelompok usia produktif. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Asam urat selama ini identik dengan penyakit yang menyerang usia lanjut. Namun dalam beberapa tahun terakhir, keluhan seperti pegal berkepanjangan, sendi kaku, hingga nyeri ringan justru semakin sering dialami oleh kelompok usia produktif . Fenomena ini menandai adanya pergeseran pola risiko, seiring dengan perubahan gaya hidup modern yang semakin minim aktivitas fisik dan penuh tekanan.

Dokter dan pemerhati kesehatan mencatat, meningkatnya kasus asam urat di usia 25–45 tahun tidak terjadi tanpa sebab. Pola kerja yang menuntut duduk terlalu lama, kurang olahraga, konsumsi makanan tinggi purin, jam makan tidak teratur, serta stres kronis menjadi faktor utama yang memicu gangguan metabolisme purin dalam tubuh. Akibatnya, kadar asam urat dapat meningkat tanpa disadari, bahkan sebelum muncul gejala yang jelas. Baca juga: Kenali Gejala Asam Urat di Leher, Nyeri Punggung hingga Leher Kaku

Ironisnya, banyak keluhan awal asam urat pada usia produktif sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa. Pegal setelah bekerja, sendi terasa kaku saat bangun tidur, atau nyeri ringan setelah aktivitas fisik kerap diabaikan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal awal ketidakseimbangan kadar asam urat yang jika dibiarkan berpotensi berkembang menjadi gangguan sendi yang lebih serius.

“Di usia aktif, tubuh memang masih kuat beradaptasi, sehingga gejala asam urat sering tidak disadari. Justru di sinilah pentingnya kesadaran preventif, bukan menunggu keluhan parah,” ujar seorang praktisi kesehatan.

Pendekatan pencegahan kini semakin ditekankan sebagai strategi utama menjaga kesehatan sendi. Selain mengatur pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik, pemenuhan nutrisi harian yang tepat juga berperan penting dalam mendukung metabolisme tubuh. Nutrisi alami dinilai lebih mudah diterima sebagai bagian dari gaya hidup jangka panjang, terutama bagi individu dengan mobilitas dan aktivitas tinggi.

Salah satu nutrisi alami yang mulai banyak dipilih masyarakat adalah susu kambing etawa. Kandungan alami di dalamnya dikenal memiliki profil nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh, termasuk membantu menjaga keseimbangan metabolisme. Dalam konteks kesehatan sendi, susu kambing etawa kerap dikonsumsi sebagai bagian dari upaya mendukung pembuangan purin secara alami dan menjaga kadar asam urat tetap stabil.

Etawanesia, sebagai produk susu kambing etawa yang dikembangkan untuk konsumsi harian, hadir menjawab kebutuhan gaya hidup aktif masyarakat urban. Produk ini diposisikan bukan sebagai pengobatan instan, melainkan sebagai nutrisi pendukung yang dapat dikonsumsi secara rutin untuk membantu menjaga kesehatan sendi sejak usia produktif.

Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pencegahan, pola pikir masyarakat pun mulai bergeser. Asam urat tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang “nanti saja dipikirkan”, melainkan risiko kesehatan yang perlu diantisipasi sejak dini. Pendekatan preventif dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan saat kondisi sudah mengganggu kualitas hidup. Baca juga: Susu Kambing Lebih Sehat daripada Susu Sapi, Ini 5 Alasannya

Banyak dokter kini menganjurkan gaya hidup seimbang yang dibarengi dengan nutrisi harian yang tepat untuk membantu menjaga kesehatan sendi sejak usia produktif. Nutrisi alami seperti susu kambing etawa kerap dipilih sebagai bagian dari pola hidup sehat. Etawanesia menjadi salah satu opsi nutrisi alami yang dikonsumsi secara rutin untuk mendukung aktivitas harian dan menjaga tubuh tetap optimal di tengah tuntutan gaya hidup modern.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
8 Cara Cegah Asam Urat...
8 Cara Cegah Asam Urat dan Kolesterol Naik Saat Lebaran, Jangan Kalap Makan!
Waspada Asam Urat Bisa...
Waspada Asam Urat Bisa Terjadi di Leher, Yuk Kenali Gejalanya!
Sule Sakit Tipes, Anemia,...
Sule Sakit Tipes, Anemia, hingga Asam Urat: Pilih Pemulihan di Rumah demi Anak-Anak
3 Susu yang Boleh Diminum...
3 Susu yang Boleh Diminum Penderita Asam Urat, Cegah Serangan Nyeri
Manfaat Jus Mentimun...
Manfaat Jus Mentimun untuk Kesehatan, Bisa Redakan Asam Urat!
Alvin Lie Sebut Pesawat...
Alvin Lie Sebut Pesawat Tua Bukan Berarti Tidak Aman, Ini Penjelasannya
15 Juta Usia Produktif...
15 Juta Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank, Begini Pesan Ketua LPS
Ini Khasiat Nanas Menurut...
Ini Khasiat Nanas Menurut Ahli Gizi IPB, Baik untuk Sendi, Imunitas, dan Pencernaan
Rekomendasi
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Infografis
5 Penyebab Utama Terserang...
5 Penyebab Utama Terserang Penyakit Asam Urat di Usia Muda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved