Benarkah Bawang Putih Bisa Sembuhkan Flu? Ini Faktanya
Jum'at, 02 Januari 2026 - 08:07 WIB
loading...
Bawang putih mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Foto/EatingWell
A
A
A
JAKARTA - Bawang putih selama ini dikenal punya manfaat untuk kesehatan. Banyak orang percaya bahwa bawang putih bisa membantu melawan flu , pilek, dan penyaki lainnya.
Bawang putih dikenal mengandung senyawa sulfur aktif seperti allicin, yang terbentuk ketika bawang putih dihancurkan atau dicincang. Senyawa ini disebut-sebut memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi, yang dapat membantu tubuh melawan virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu.
Namun, meskipun bawang putih menunjukkan aktivitas terhadap mikroba tertentu, efek ini belum terbukti kuat pada manusia ketika dikonsumsi sehari-hari atau dalam pengobatan flu dan pilek.
Baca Juga : Waspada! Kemenkes Temukan 62 Kasus "Super Flu", Perempuan dan Anak-Anak Rentan Terserang
Beberapa studi memang menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi bawang putih mungkin memiliki frekuensi flu atau pilek yang sedikit lebih rendah dibanding yang tidak. Namun bukti ilmiah ini masih terbatas dan belum cukup kuat untuk membuat bawang putih sebagai pengobatan utama pada flu dan pilek.
Meski klaim penyembuhan belum kuat didukung bukti, bawang putih tetap bisa menjadi bagian dari diet sehat. Ada beberapa cara mengonsumsi bawang putih untuk mendapatkan manfaatnya, seperti:
- Makan mentah atau dicincang, dapat memaksimalkan pembentukan allicin.
- Tambahkan ke masakan sehari-hari seperti tumis sayuran, sup, atau pasta.
- Konsumsi suplemen bawang putih jika diperlukan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Baca Juga : "Super Flu" Sudah Masuk Indonesia, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai!
Para ahli menyatakan bahwa bawang putih memang punya komponen yang menjanjikan secara biologis, tetapi belum benar-benar terbukti dapat menjadi obat utama pilek maupun flu. Sampai saat ini, bawang putih hanya menjadi bagian dari pola makan sehat daripada sebagai obat flu.
Vitamin, mineral, pola makan seimbang, cukup tidur, hidrasi yang baik dan kebiasaan hidup sehat lainnya tetap menjadi cara utama dalam menjaga daya tahan tubuh.
Bawang putih dikenal mengandung senyawa sulfur aktif seperti allicin, yang terbentuk ketika bawang putih dihancurkan atau dicincang. Senyawa ini disebut-sebut memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi, yang dapat membantu tubuh melawan virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu.
Namun, meskipun bawang putih menunjukkan aktivitas terhadap mikroba tertentu, efek ini belum terbukti kuat pada manusia ketika dikonsumsi sehari-hari atau dalam pengobatan flu dan pilek.
Baca Juga : Waspada! Kemenkes Temukan 62 Kasus "Super Flu", Perempuan dan Anak-Anak Rentan Terserang
Beberapa studi memang menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi bawang putih mungkin memiliki frekuensi flu atau pilek yang sedikit lebih rendah dibanding yang tidak. Namun bukti ilmiah ini masih terbatas dan belum cukup kuat untuk membuat bawang putih sebagai pengobatan utama pada flu dan pilek.
Meski klaim penyembuhan belum kuat didukung bukti, bawang putih tetap bisa menjadi bagian dari diet sehat. Ada beberapa cara mengonsumsi bawang putih untuk mendapatkan manfaatnya, seperti:
- Makan mentah atau dicincang, dapat memaksimalkan pembentukan allicin.
- Tambahkan ke masakan sehari-hari seperti tumis sayuran, sup, atau pasta.
- Konsumsi suplemen bawang putih jika diperlukan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Baca Juga : "Super Flu" Sudah Masuk Indonesia, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai!
Para ahli menyatakan bahwa bawang putih memang punya komponen yang menjanjikan secara biologis, tetapi belum benar-benar terbukti dapat menjadi obat utama pilek maupun flu. Sampai saat ini, bawang putih hanya menjadi bagian dari pola makan sehat daripada sebagai obat flu.
Vitamin, mineral, pola makan seimbang, cukup tidur, hidrasi yang baik dan kebiasaan hidup sehat lainnya tetap menjadi cara utama dalam menjaga daya tahan tubuh.
(wur)
Lihat Juga :