Mengenal Dry January, Tantangan Sebulan Tanpa Alkohol dan Manfaatnya bagi Tubuh
Sabtu, 03 Januari 2026 - 20:29 WIB
loading...
Istilah Dry January atau tantangan untuk tidak minum alkohol selama sebulan penuh di awal tahun ternyata memiliki dampak signifikan bagi kesehatan. Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Istilah Dry January atau tantangan untuk tidak minum alkohol selama sebulan penuh di awal tahun ternyata memiliki dampak signifikan bagi kesehatan. Apalagi bagi mereka yang memiliki masalah tekanan darah dan gangguan jantung.
Selain manfaat yang sering dibicarakan seperti tidur lebih nyenyak atau energi yang meningkat, salah satu efek fisiologis penting dari Dry January adalah pengaruhnya terhadap tekanan darah.
Baca juga: Petaka Alkohol Maut di Negara Arab, Tewaskan 23 Orang, Puluhan Lainnya Buta
Dr. Sohaib Imtiaz dari Verywell Health menjelaskan bagaimana kebiasaan minum alkohol bisa memengaruhi tekanan darah dalam jangka pendek maupun panjang, serta apa yang bisa terjadi jika seseorang berhenti minum selama sebulan.
Menurut Imtiaz, alkohol memiliki dampak pada tekanan darah baik secara cepat maupun bertahap selama bertahun-tahun. Ketika seseorang mengonsumsi lebih dari tiga minuman beralkohol sekaligus, tubuh mengalami dua fase perubahan tekanan darah:
Baca juga: Bukan Cuma Olahraga, Ini 4 Cara Menjaga Kesehatan Jantung yang Wajib Dilakukan
Penurunan sementara beberapa jam setelah minum
Kenaikan tekanan darah sekitar 3,7 mmHg selama 12–24 jam berikutnya.
Efek ini bisa terjadi berkali-kali, tergantung seberapa sering dan banyak alkohol yang dikonsumsi. Berhenti minum alkohol, meskipun hanya selama sebulan seperti pada Dry January, sudah dapat menurunkan tekanan darah.
Imtiaz menjelaskan, melepaskan alkohol dalam jangka pendek dapat membantu mengurangi tekanan darah, meskipun perubahan signifikan akan terlihat jika dilakukan dalam jangka panjang seperti enam bulan hingga satu tahun. Namun tantangan Dry January yang hanya berlangsung selama 30 hari tetap memberi dampak positif pada tekanan darah.
Baca juga: 5 Minuman Segar Pengganti Soda, Tetap Sehat dan Gula Darah Terkontrol
Bagi mereka yang minumnya cukup banyak, tidak harus langsung berhenti total untuk mulai merasakan perbaikan tekanan darah. Imtiaz menjelaskan bahwa mengurangi jumlah minuman per hari juga dapat memberikan manfaat.
Namun tentu saja, minum sedikit dengan tidak minum alkohol sama sekali akan mempengaruhi kesehatan pembuluh darah. Orang yang masih mengonsumsi alkohol meski dalam jumlah sedikit, tentu saja lebih tinggi mengalami risiko penyakit kardiovaskular dibanding yang sama sekali tidak mengonsumsi alkohol.
Selain manfaat yang sering dibicarakan seperti tidur lebih nyenyak atau energi yang meningkat, salah satu efek fisiologis penting dari Dry January adalah pengaruhnya terhadap tekanan darah.
Baca juga: Petaka Alkohol Maut di Negara Arab, Tewaskan 23 Orang, Puluhan Lainnya Buta
Dr. Sohaib Imtiaz dari Verywell Health menjelaskan bagaimana kebiasaan minum alkohol bisa memengaruhi tekanan darah dalam jangka pendek maupun panjang, serta apa yang bisa terjadi jika seseorang berhenti minum selama sebulan.
Menurut Imtiaz, alkohol memiliki dampak pada tekanan darah baik secara cepat maupun bertahap selama bertahun-tahun. Ketika seseorang mengonsumsi lebih dari tiga minuman beralkohol sekaligus, tubuh mengalami dua fase perubahan tekanan darah:
Baca juga: Bukan Cuma Olahraga, Ini 4 Cara Menjaga Kesehatan Jantung yang Wajib Dilakukan
Penurunan sementara beberapa jam setelah minum
Kenaikan tekanan darah sekitar 3,7 mmHg selama 12–24 jam berikutnya.
Efek ini bisa terjadi berkali-kali, tergantung seberapa sering dan banyak alkohol yang dikonsumsi. Berhenti minum alkohol, meskipun hanya selama sebulan seperti pada Dry January, sudah dapat menurunkan tekanan darah.
Imtiaz menjelaskan, melepaskan alkohol dalam jangka pendek dapat membantu mengurangi tekanan darah, meskipun perubahan signifikan akan terlihat jika dilakukan dalam jangka panjang seperti enam bulan hingga satu tahun. Namun tantangan Dry January yang hanya berlangsung selama 30 hari tetap memberi dampak positif pada tekanan darah.
Baca juga: 5 Minuman Segar Pengganti Soda, Tetap Sehat dan Gula Darah Terkontrol
Bagi mereka yang minumnya cukup banyak, tidak harus langsung berhenti total untuk mulai merasakan perbaikan tekanan darah. Imtiaz menjelaskan bahwa mengurangi jumlah minuman per hari juga dapat memberikan manfaat.
Namun tentu saja, minum sedikit dengan tidak minum alkohol sama sekali akan mempengaruhi kesehatan pembuluh darah. Orang yang masih mengonsumsi alkohol meski dalam jumlah sedikit, tentu saja lebih tinggi mengalami risiko penyakit kardiovaskular dibanding yang sama sekali tidak mengonsumsi alkohol.
(nnz)
Lihat Juga :