Minum Kopi 3-4 Gelas Sehari Bisa Bikin Panjang Umur, Ini Alasannya
Senin, 05 Januari 2026 - 16:13 WIB
loading...
Kopi menjadi salah satu minuman yang jarang dilewatkan banyak orang, terutama di pagi hari. Foto/Vogue India.
A
A
A
JAKARTA - Kopi menjadi salah satu minuman yang jarang dilewatkan banyak orang, terutama di pagi hari. Tak sekedar minuman penghilang rasa kantuk, kopi juga ternyata dikaitkan dengan perlambatan penuaan biologis hingga sekitar lima tahun.
Hal ini berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan di BMJ Mental Health. Di mana penelitian itu menunjukkan bahwa mengonsumsi tiga sampai empat cangkir kopi per hari berkaitan dengan perlambatan penuaan biologis.
Peneliti melakukan percobaan pada 436 peserta dewasa yang memiliki kondisi kesehatan mental serius seperti skizofrenia, depresi, atau gangguan bipolar. Dalam analisisnya, mereka membagi peserta ke dalam kelompok berdasarkan jumlah kopi yang dikonsumsi setiap hari.
Baca juga: 5 Makanan yang Bahaya Bagi Tubuh Jika Diminum Bareng Kopi, Jeruk hingga Gorengan!
Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang minum tiga sampai empat cangkir kopi setiap hari memiliki telomer yang lebih panjang dibandingkan dengan peserta yang tidak minum kopi. Telomer adalah struktur di ujung kromosom yang melindungi materi genetik, telomer yang lebih panjang sering dikaitkan dengan “usia biologis” yang lebih muda dan kesehatan sel yang lebih baik.
Para peneliti memperkirakan bahwa tingkat telomer peserta yang minum kopi 3–4 cangkir sehari setara dengan sekitar lima tahun lebih muda secara biologis dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi. Usia biologis berbeda dari usia kronologis atau yang dikenal dengan umur sesuai tanggal lahir.
Baca juga: Espresso atau Kopi Hitam? Ini Pilihan Terbaik Sesuai Kebutuhan Energi dan Kesehatan
Usia biologis menunjukkan kondisi fungsi sel dan jaringan dalam tubuh, proses penuaan sel yang dipengaruhi berbagai faktor termasuk genetika, nutrisi, gaya hidup, dan stres oksidatif. Telomer yang memendek lebih cepat dapat menandakan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis dan penuaan sel yang lebih cepat.
Sebaliknya, telomer yang lebih panjang menunjukkan proses penuaan yang lebih lambat dan sel yang lebih terlindungi. Untuk itu para ahli menduga bahwa manfaat ini bisa didapat dari senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang ada dalam kopi.
Baca juga: Sering Dikonsumsi Sehari-hari, 6 Minuman Ini Tinggi Kadar Gula
Senyawa ini membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif dan peradangan. Di mana dua hal tersebut menjadi faktor utama yang mempercepat pemendekan telomer serta penuaan sel.
Sejumlah senyawa dalam kopi, seperti polifenol memiliki sifat tersebut, sehingga kopi secara tidak langsung dapat membantu mempertahankan panjang telomer. Namun para ahli mengingatkan untuk tetap mengonsumsi dalam batas wajar.
Batasi maksimal tiga hingga empat gelas per hari. Karena konsumsi melebihi jumlah itu tidak menunjukkan manfaat dan justru bisa menghilangkan efek positifnya.
Hal ini berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan di BMJ Mental Health. Di mana penelitian itu menunjukkan bahwa mengonsumsi tiga sampai empat cangkir kopi per hari berkaitan dengan perlambatan penuaan biologis.
Peneliti melakukan percobaan pada 436 peserta dewasa yang memiliki kondisi kesehatan mental serius seperti skizofrenia, depresi, atau gangguan bipolar. Dalam analisisnya, mereka membagi peserta ke dalam kelompok berdasarkan jumlah kopi yang dikonsumsi setiap hari.
Baca juga: 5 Makanan yang Bahaya Bagi Tubuh Jika Diminum Bareng Kopi, Jeruk hingga Gorengan!
Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang minum tiga sampai empat cangkir kopi setiap hari memiliki telomer yang lebih panjang dibandingkan dengan peserta yang tidak minum kopi. Telomer adalah struktur di ujung kromosom yang melindungi materi genetik, telomer yang lebih panjang sering dikaitkan dengan “usia biologis” yang lebih muda dan kesehatan sel yang lebih baik.
Para peneliti memperkirakan bahwa tingkat telomer peserta yang minum kopi 3–4 cangkir sehari setara dengan sekitar lima tahun lebih muda secara biologis dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi. Usia biologis berbeda dari usia kronologis atau yang dikenal dengan umur sesuai tanggal lahir.
Baca juga: Espresso atau Kopi Hitam? Ini Pilihan Terbaik Sesuai Kebutuhan Energi dan Kesehatan
Usia biologis menunjukkan kondisi fungsi sel dan jaringan dalam tubuh, proses penuaan sel yang dipengaruhi berbagai faktor termasuk genetika, nutrisi, gaya hidup, dan stres oksidatif. Telomer yang memendek lebih cepat dapat menandakan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis dan penuaan sel yang lebih cepat.
Sebaliknya, telomer yang lebih panjang menunjukkan proses penuaan yang lebih lambat dan sel yang lebih terlindungi. Untuk itu para ahli menduga bahwa manfaat ini bisa didapat dari senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang ada dalam kopi.
Baca juga: Sering Dikonsumsi Sehari-hari, 6 Minuman Ini Tinggi Kadar Gula
Senyawa ini membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif dan peradangan. Di mana dua hal tersebut menjadi faktor utama yang mempercepat pemendekan telomer serta penuaan sel.
Sejumlah senyawa dalam kopi, seperti polifenol memiliki sifat tersebut, sehingga kopi secara tidak langsung dapat membantu mempertahankan panjang telomer. Namun para ahli mengingatkan untuk tetap mengonsumsi dalam batas wajar.
Batasi maksimal tiga hingga empat gelas per hari. Karena konsumsi melebihi jumlah itu tidak menunjukkan manfaat dan justru bisa menghilangkan efek positifnya.
(nnz)
Lihat Juga :