Mengenal Ptosis, Kondisi Kelopak Mata yang Disindir Dokter Tompi
Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:30 WIB
loading...
ptosis adalah kondisi medis di mana kelopak mata atas turun atau terkulai lebih rendah dari posisi normal. Foto/mittlemaneye.com
A
A
A
JAKARTA - Dokter Tompi baru-baru ini menjadi sorotan usai menegur materi stand up comedy milik komika, Pandji Pragiwaksono. Hal ini bermula saat Pandji menyinggung mata Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dengan sebutan ‘ngantuk’.
Ucapan Pandji itu pun kena tegur Dokter Tompi yang menganggap hal tersebut merupakan hinaan fisik. Dokter Tompi menjelaskan kondisi mata Wapres Gibran kerap disebut dengan ptosis.
Lantas, seperti apa penjelasan dari kondisi mata ptosis ini?
Baca juga: Pandji Dilaporkan ke Polisi, Gus Ulil: Kita Butuh Banyak Ketawa di Negeri Ini
Melansir American Academy of Ophthalmology, ptosis adalah kondisi medis di mana kelopak mata atas turun atau terkulai lebih rendah dari posisi normal. Kondisi ini bisa terjadi pada satu mata (unilateral) atau kedua mata (bilateral), dan tingkat keparahannya dapat bervariasi mulai dari ringan hingga menutupi sebagian atau seluruh pupil sehingga mengganggu penglihatan.
Ptosis dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa, dan tidak selalu hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi penglihatan serta kualitas hidup seseorang.
Ptosis terjadi ketika otot pengangkat kelopak mata yakni levator palpebrae superioris atau saraf yang mengontrolnya mengalami gangguan. Beberapa penyebab umum ptosis antara lain gangguan saraf, beban berlebihan pada kelopak mata seperti tumor, faktor usia lanjut hingga bawaan lahir.
Terkadang ptosis terjadi sebagai efek samping setelah operasi mata tertentu. Jarang sekali, penyakit atau tumor dapat memengaruhi otot kelopak mata, menyebabkan ptosis.
Gejala ptosis dapat berbeda pada setiap orang, beberapa di antaranya meliputi kondisi mata yang tampak turun, penglihata terhalang, hingga mata yang mudah lelah. Pada anak-anak, kondisi ptosis ini dapat menyebabkan mata malas (ambliopia) jika tidak ditangani.
Penanganan ptosis tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya, antara lain:
- Observasi pada kasus ringan tanpa gangguan penglihatan
- Pengobatan medis jika disebabkan oleh penyakit tertentu
- Operasi ptosis untuk memperbaiki posisi kelopak mata, terutama bila mengganggu penglihatan atau estetika
Dokter mata kemungkinan akan merekomendasikan operasi untuk membantu otot kelopak mata bekerja lebih baik. Ada obat tetes mata resep baru untuk beberapa orang dewasa dengan ptosis yang didapat. Obat tersebut dapat menargetkan otot yang mengangkat kelopak mata.
Pada beberapa orang dengan ptosis yang didapat, kelopak mata terbuka lebih lebar setelah menggunakan tetes mata tersebut. Obat ini perlu digunakan setiap hari agar tetap efektif.
Ucapan Pandji itu pun kena tegur Dokter Tompi yang menganggap hal tersebut merupakan hinaan fisik. Dokter Tompi menjelaskan kondisi mata Wapres Gibran kerap disebut dengan ptosis.
Lantas, seperti apa penjelasan dari kondisi mata ptosis ini?
Baca juga: Pandji Dilaporkan ke Polisi, Gus Ulil: Kita Butuh Banyak Ketawa di Negeri Ini
Melansir American Academy of Ophthalmology, ptosis adalah kondisi medis di mana kelopak mata atas turun atau terkulai lebih rendah dari posisi normal. Kondisi ini bisa terjadi pada satu mata (unilateral) atau kedua mata (bilateral), dan tingkat keparahannya dapat bervariasi mulai dari ringan hingga menutupi sebagian atau seluruh pupil sehingga mengganggu penglihatan.
Ptosis dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa, dan tidak selalu hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi penglihatan serta kualitas hidup seseorang.
Ptosis terjadi ketika otot pengangkat kelopak mata yakni levator palpebrae superioris atau saraf yang mengontrolnya mengalami gangguan. Beberapa penyebab umum ptosis antara lain gangguan saraf, beban berlebihan pada kelopak mata seperti tumor, faktor usia lanjut hingga bawaan lahir.
Terkadang ptosis terjadi sebagai efek samping setelah operasi mata tertentu. Jarang sekali, penyakit atau tumor dapat memengaruhi otot kelopak mata, menyebabkan ptosis.
Gejala ptosis dapat berbeda pada setiap orang, beberapa di antaranya meliputi kondisi mata yang tampak turun, penglihata terhalang, hingga mata yang mudah lelah. Pada anak-anak, kondisi ptosis ini dapat menyebabkan mata malas (ambliopia) jika tidak ditangani.
Penanganan ptosis tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya, antara lain:
- Observasi pada kasus ringan tanpa gangguan penglihatan
- Pengobatan medis jika disebabkan oleh penyakit tertentu
- Operasi ptosis untuk memperbaiki posisi kelopak mata, terutama bila mengganggu penglihatan atau estetika
Dokter mata kemungkinan akan merekomendasikan operasi untuk membantu otot kelopak mata bekerja lebih baik. Ada obat tetes mata resep baru untuk beberapa orang dewasa dengan ptosis yang didapat. Obat tersebut dapat menargetkan otot yang mengangkat kelopak mata.
Pada beberapa orang dengan ptosis yang didapat, kelopak mata terbuka lebih lebar setelah menggunakan tetes mata tersebut. Obat ini perlu digunakan setiap hari agar tetap efektif.
(nnz)
Lihat Juga :