Pesan Menkes BGS untuk Perempuan: Jangan Mau Sama Cowok Perokok
Rabu, 14 Januari 2026 - 16:37 WIB
loading...
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memberikan pesan bagi perempuan agar menghindari laki-laki perokok. Foto/Getty Images.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan pesan bagi perempuan di seluruh Indonesia agar menghindari laki-laki perokok.
Ia mengungkapkan hal tersebut dalam video yang diunggah di akun media sosial pribadi miliknya pada Senin, 12 Januari 2026.
Baca juga: Cari Tahu Tentang Kantong Nikotin ZYN, Produk Alternatif Bebas Asap Tanpa Perangkat
Hal itu diungkapkan Budi lantaran asap rokok yang terpapar kepada orang yang tidak merokok seperti perempuan bisa berdampak secara signifikan.
“Buat para perempuan termasuk anakku sendiri. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar. Dia yang merokok tapi tubuhmu yang harus nanggung,” ungkap Budi dikutip dari video di akun media sosial pribadinya, Kamis (14/1/2026).
Baca juga: Anak Buahnya Usul KAI Sediakan Gerbong Khusus Perokok, Cak Imin: Itu Urusan Pribadi
Ia menjelaskan bahwa asap rokok dari laki-laki yang merupakan seorang perokok bisa menempel di udara, baju, rambut bahkan kulit orang lain di sekitarnya termasuk perempuan.
“Itu bisa masuk ke tubuhmu tanpa disadari dan bikin kamu jadi perokok pasif,” ucap dia.
Budi mengatakan bahwa, perokok pasif justru lebih beresiko terkena terkena kanker serviks sebesar 40 persen dari biasanya.
“Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, bikin aktivitas harian jadi susah, bahkan mendekatkanmu dengan kematian,” kata Budi.
Baca juga: Profil Pendidikan Nasim Khan, Anggota DPR yang Minta Gerbong Khusus Merokok di Kereta
Dilansir dari medicalnewstoday.com, para ilmuan memiliki hipotesa bahwa karsinogen dari asap tembakau bisa menyebabkan kerusakan DNA hingga berujung kanker serviks.
Paparan nikotin jangka panjang juga beresiko meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker sebagai efek fisiologis. Diantaranya seperti peningkatan perkalian sel dan penekanan apoptosis atau kematian sel secara normal.
Di sisi lain, asap rokok juga bisa menurunkan imun terhadap HPV. Pasalnya, jumlah sel darah putih yang melawan infeksi pada perokok termasuk perokok pasif lebih sedikit.
Hal tersebut bisa memungkinkan adanya penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga kurang optimal dalam melindungi tubuh dari HVP.
Selain itu mengutip dari American Cancer Society, wanita yang merokok memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih besar terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak merokok.
Apalagi, ditemukan kandungan produk sampingan tembakau dalam lendir serviks wanita yang merokok sehingga mempercepat perkembangan kanker serviks.
Meski demikian, Budi menerangkan bahwa dua penyakit kanker tersebut saat ini sudah bisa dideteksi sedari dini di Puskesmas terdekat.
“Kabar baiknya, kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa screening kanker lewat layanan cek kesehatan gratis di Puskesmas,” terang dia.
Pelayanan tersebut kini hadir lengkap dengan ultrasonografi (USG) guna melihat jaringan payudara dan tes HVP atau virus yang memicu kanker serviks sejak dini.
“Kamu bisa lakukan pemeriksaan payudara klinis, USG buat lihat jaringan payudara dan tes HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks,” tutup Budi.
Ia mengungkapkan hal tersebut dalam video yang diunggah di akun media sosial pribadi miliknya pada Senin, 12 Januari 2026.
Baca juga: Cari Tahu Tentang Kantong Nikotin ZYN, Produk Alternatif Bebas Asap Tanpa Perangkat
Hal itu diungkapkan Budi lantaran asap rokok yang terpapar kepada orang yang tidak merokok seperti perempuan bisa berdampak secara signifikan.
“Buat para perempuan termasuk anakku sendiri. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar. Dia yang merokok tapi tubuhmu yang harus nanggung,” ungkap Budi dikutip dari video di akun media sosial pribadinya, Kamis (14/1/2026).
Baca juga: Anak Buahnya Usul KAI Sediakan Gerbong Khusus Perokok, Cak Imin: Itu Urusan Pribadi
Ia menjelaskan bahwa asap rokok dari laki-laki yang merupakan seorang perokok bisa menempel di udara, baju, rambut bahkan kulit orang lain di sekitarnya termasuk perempuan.
“Itu bisa masuk ke tubuhmu tanpa disadari dan bikin kamu jadi perokok pasif,” ucap dia.
Budi mengatakan bahwa, perokok pasif justru lebih beresiko terkena terkena kanker serviks sebesar 40 persen dari biasanya.
“Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, bikin aktivitas harian jadi susah, bahkan mendekatkanmu dengan kematian,” kata Budi.
Baca juga: Profil Pendidikan Nasim Khan, Anggota DPR yang Minta Gerbong Khusus Merokok di Kereta
Dilansir dari medicalnewstoday.com, para ilmuan memiliki hipotesa bahwa karsinogen dari asap tembakau bisa menyebabkan kerusakan DNA hingga berujung kanker serviks.
Paparan nikotin jangka panjang juga beresiko meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker sebagai efek fisiologis. Diantaranya seperti peningkatan perkalian sel dan penekanan apoptosis atau kematian sel secara normal.
Di sisi lain, asap rokok juga bisa menurunkan imun terhadap HPV. Pasalnya, jumlah sel darah putih yang melawan infeksi pada perokok termasuk perokok pasif lebih sedikit.
Hal tersebut bisa memungkinkan adanya penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga kurang optimal dalam melindungi tubuh dari HVP.
Selain itu mengutip dari American Cancer Society, wanita yang merokok memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih besar terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak merokok.
Apalagi, ditemukan kandungan produk sampingan tembakau dalam lendir serviks wanita yang merokok sehingga mempercepat perkembangan kanker serviks.
Meski demikian, Budi menerangkan bahwa dua penyakit kanker tersebut saat ini sudah bisa dideteksi sedari dini di Puskesmas terdekat.
“Kabar baiknya, kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa screening kanker lewat layanan cek kesehatan gratis di Puskesmas,” terang dia.
Pelayanan tersebut kini hadir lengkap dengan ultrasonografi (USG) guna melihat jaringan payudara dan tes HVP atau virus yang memicu kanker serviks sejak dini.
“Kamu bisa lakukan pemeriksaan payudara klinis, USG buat lihat jaringan payudara dan tes HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks,” tutup Budi.
(nnz)
Lihat Juga :