5 Makanan Ini Rawan Terpapar Mikroplastik, Sering Dikonsumsi Sehari-hari
Kamis, 15 Januari 2026 - 06:49 WIB
loading...
Apel dan wortel merupakan buah yang rawan terkontaminasi mikroplastik. Foto/Healthday
A
A
A
JAKARTA - Kandungan mikroplastik biasanya dikenal ada dalam makanan laut (seafood). Namun penelitan menunjukkan bahwa paparan mikroplastik ternyata juga terkandung dalam berbagai makanan dan minuman sehari-hari.
Para ilmuwan memperkirakan bahwa paparan mikroplastik dari makanan dan minuman bisa mencapai antara nol hingga 1,5 juta partikel per hari, tergantung jenis makanan dan kebiasaan makan seseorang. Berikut ini adalah lima makanan yang mengandung mikroplastik dan sering ditemui:
Baca Juga : Bagaimana Polusi Plastik Tersebar? Begini Caranya
Permen Karet
Permen karet sebagian besar terbuat dari basis plastik atau karet sintetis, sehingga saat dikunyah bisa melepaskan mikroplastik. Satu gram permen karet bisa melepaskan hingga 637 partikel mikroplastik, dan sebagian besar partikel ini keluar dalam 8 menit pertama mengunyah.Untuk mengurangi paparan, disarankan mengunyah satu permen lebih lama daripada sering mengganti dengan yang baru.
Garam
Hampir 94% produk garam yang diuji di seluruh dunia menunjukkan kontaminasi mikroplastik. Ini termasuk garam laut maupun garam dari sumber lain.Kontaminasi ini terjadi selama proses produksi dan pengemasan, sehingga garam sudah tidak lagi sepenuhnya murni.
Baca Juga : Ada di Air Hujan, Mikroplastik Juga Sudah Mencemari Buah dan Sayuran
Apel dan Wortel
Tidak hanya makanan laut dan olahan, buah dan sayuran segar pun bisa terkontaminasi mikroplastik. Nanoplastik atau partikel yang lebih kecil dari 1.000 nanometer, dapat masuk ke dalam jaringan tanaman melalui akar dari tanah yang sudah tercemar.
Sebuah studi menemukan bahwa apel dan wortel adalah beberapa buah atau sayuran yang terkontaminasi mikroplastik lebih banyak dibandingkan sayur lain seperti selada.
Teh dan Kopi
Partikel mikroplastik juga ditemukan dalam teh dan kopi, baik dari daun teh, kopi tersebut maupun dari cangkir yang digunakan. Penelitian menunjukkan bahwa gelas sekali pakai berlapis plastik yang dipakai untuk minuman panas dapat melepaskan lebih banyak mikroplastik ke dalam minuman.Minuman panas cenderung memiliki lebih banyak partikel dibanding versi dinginnya karena panas mempercepat lepasnya partikel dari wadah plastik.
Baca Juga :
Makanan Laut
Makanan laut tetap menjadi salah satu sumber mikroplastik yang paling diperhatikan karena organisme laut bisa menelan partikel plastik yang terurai di lautan. Namun menariknya, beberapa studi menunjukkan bahwa di beberapa hewan laut seperti kerang dan kerang laut, jumlah partikel di per gramnya bisa lebih rendah.
Sebenarnya ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi paparan mikroplastik dari makanan sehari-hari. Misalnya dengan memasak dan menyimpan makanan dalam wadah kaca atau logam. Karena wadah plastik dapat meningkatkan jumlah partikel kecil yang lepas ke makanan.
Makanan yang dikemas dalam plastik, terutama yang dipanaskan saat dimasak, berpotensi melepaskan lebih banyak mikroplastik. Karena wadah plastik bisa melepaskan mikroplastik ke dalam minuman panas atau dingin, maka minumlah dari cangkir kaca atau logam dan pilih susu atau minuman lainnya yang dikemas tanpa plastik jika memungkinkan.
Para ilmuwan memperkirakan bahwa paparan mikroplastik dari makanan dan minuman bisa mencapai antara nol hingga 1,5 juta partikel per hari, tergantung jenis makanan dan kebiasaan makan seseorang. Berikut ini adalah lima makanan yang mengandung mikroplastik dan sering ditemui:
Baca Juga : Bagaimana Polusi Plastik Tersebar? Begini Caranya
Permen Karet
Permen karet sebagian besar terbuat dari basis plastik atau karet sintetis, sehingga saat dikunyah bisa melepaskan mikroplastik. Satu gram permen karet bisa melepaskan hingga 637 partikel mikroplastik, dan sebagian besar partikel ini keluar dalam 8 menit pertama mengunyah.Untuk mengurangi paparan, disarankan mengunyah satu permen lebih lama daripada sering mengganti dengan yang baru.
Garam
Hampir 94% produk garam yang diuji di seluruh dunia menunjukkan kontaminasi mikroplastik. Ini termasuk garam laut maupun garam dari sumber lain.Kontaminasi ini terjadi selama proses produksi dan pengemasan, sehingga garam sudah tidak lagi sepenuhnya murni.
Baca Juga : Ada di Air Hujan, Mikroplastik Juga Sudah Mencemari Buah dan Sayuran
Apel dan Wortel
Tidak hanya makanan laut dan olahan, buah dan sayuran segar pun bisa terkontaminasi mikroplastik. Nanoplastik atau partikel yang lebih kecil dari 1.000 nanometer, dapat masuk ke dalam jaringan tanaman melalui akar dari tanah yang sudah tercemar.
Sebuah studi menemukan bahwa apel dan wortel adalah beberapa buah atau sayuran yang terkontaminasi mikroplastik lebih banyak dibandingkan sayur lain seperti selada.
Teh dan Kopi
Partikel mikroplastik juga ditemukan dalam teh dan kopi, baik dari daun teh, kopi tersebut maupun dari cangkir yang digunakan. Penelitian menunjukkan bahwa gelas sekali pakai berlapis plastik yang dipakai untuk minuman panas dapat melepaskan lebih banyak mikroplastik ke dalam minuman.Minuman panas cenderung memiliki lebih banyak partikel dibanding versi dinginnya karena panas mempercepat lepasnya partikel dari wadah plastik.
Baca Juga :
Makanan Laut
Makanan laut tetap menjadi salah satu sumber mikroplastik yang paling diperhatikan karena organisme laut bisa menelan partikel plastik yang terurai di lautan. Namun menariknya, beberapa studi menunjukkan bahwa di beberapa hewan laut seperti kerang dan kerang laut, jumlah partikel di per gramnya bisa lebih rendah.
Sebenarnya ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi paparan mikroplastik dari makanan sehari-hari. Misalnya dengan memasak dan menyimpan makanan dalam wadah kaca atau logam. Karena wadah plastik dapat meningkatkan jumlah partikel kecil yang lepas ke makanan.
Makanan yang dikemas dalam plastik, terutama yang dipanaskan saat dimasak, berpotensi melepaskan lebih banyak mikroplastik. Karena wadah plastik bisa melepaskan mikroplastik ke dalam minuman panas atau dingin, maka minumlah dari cangkir kaca atau logam dan pilih susu atau minuman lainnya yang dikemas tanpa plastik jika memungkinkan.
(wur)
Lihat Juga :