Tren Denim 2026: Gaya Longgar, Nyaman, dan Tetap Jadi Favorit Anak Muda Urban Indonesia
Sabtu, 17 Januari 2026 - 06:30 WIB
loading...
Denim masih melekat kuat dalam keseharian masyarakat urban Indonesia. Foto/Ravie Mulia Wardani.
A
A
A
JAKARTA - Denim masih melekat kuat dalam keseharian masyarakat urban Indonesia, khususnya dalam tren generasi muda. Merchandise Indonesia 2025 mencatat denim dipilih karena praktis dan fleksibel saat digunakan di berbagai aktivitas.
Busana ini mudah dipakai untuk kerja, sosial, hingga keluarga, menjawab dua tantangan penting dalam fesyen yakni soal kenyamanan dan kesopanan.
Baca juga: Jangan Sering Dicuci, Dokter Tirta Ungkap Tips Merawat Outfit Denim
Saat ini, konsumen pun semakin bijak memilih pakaian dengan daya pakai jangka panjang. Model tahan lama dan perawatan minim makin diminati.
Denim dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut di tengah maraknya industri fesyen kekinian.
Perempuan cenderung memilih siluet modern yang tetap pantas. Sementara pria lebih menyukai potongan klasik dan fungsional.
Baca juga: Viral! Celana Jeans Nyeleneh Model ‘Ngompol’, Laku Terjual Rp13 Jutaan
Keduanya sama-sama mengutamakan kenyamanan dengan pilihan gaya yang lebih rasional dibanding mengikuti tren cepat.
Country Marketing Lead PT Levi Strauss Indonesia, Stiffen Andika, melihat perubahan jelas.
"Konsumen makin kritis memilih busana," ujarnya dalam keterangan resmi dikutipSabtu (17/1/2026).
Ia menilai kenyamanan dan fleksibilitas jadi kunci utama sebagai temuan lokal yang sejalan dengan tren global 2026.
Tahun ini, denim bergerak ke arah siluet longgar. Model baggy dan relaxed menggantikan skinny dan slim.
Potongan ini dinilai lebih nyaman dan effortless serta mengikuti ritme aktivitas harian pemakainya. Nuansa washed-out juga makin digemari konsumen. Tampilan pudar memberi kesan autentik dan timeless.
Gaya denim-on-denim kembali populer lewat teknik layering. Perpaduan tekstur menambah fleksibilitas tampilan.
Pengaruh pop culture global turut menguatkan tren ini. Bahkan, gaya denim artis K-pop banyak ditiru anak muda. Tren tersebut menegaskan denim sebagai busana inklusif dan adaptif.
"Denim selalu relevan di kehidupan sehari-hari," kata Stiffen.
Busana ini mudah dipakai untuk kerja, sosial, hingga keluarga, menjawab dua tantangan penting dalam fesyen yakni soal kenyamanan dan kesopanan.
Baca juga: Jangan Sering Dicuci, Dokter Tirta Ungkap Tips Merawat Outfit Denim
Saat ini, konsumen pun semakin bijak memilih pakaian dengan daya pakai jangka panjang. Model tahan lama dan perawatan minim makin diminati.
Denim dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut di tengah maraknya industri fesyen kekinian.
Perempuan cenderung memilih siluet modern yang tetap pantas. Sementara pria lebih menyukai potongan klasik dan fungsional.
Baca juga: Viral! Celana Jeans Nyeleneh Model ‘Ngompol’, Laku Terjual Rp13 Jutaan
Keduanya sama-sama mengutamakan kenyamanan dengan pilihan gaya yang lebih rasional dibanding mengikuti tren cepat.
Country Marketing Lead PT Levi Strauss Indonesia, Stiffen Andika, melihat perubahan jelas.
"Konsumen makin kritis memilih busana," ujarnya dalam keterangan resmi dikutipSabtu (17/1/2026).
Ia menilai kenyamanan dan fleksibilitas jadi kunci utama sebagai temuan lokal yang sejalan dengan tren global 2026.
Tahun ini, denim bergerak ke arah siluet longgar. Model baggy dan relaxed menggantikan skinny dan slim.
Potongan ini dinilai lebih nyaman dan effortless serta mengikuti ritme aktivitas harian pemakainya. Nuansa washed-out juga makin digemari konsumen. Tampilan pudar memberi kesan autentik dan timeless.
Gaya denim-on-denim kembali populer lewat teknik layering. Perpaduan tekstur menambah fleksibilitas tampilan.
Pengaruh pop culture global turut menguatkan tren ini. Bahkan, gaya denim artis K-pop banyak ditiru anak muda. Tren tersebut menegaskan denim sebagai busana inklusif dan adaptif.
"Denim selalu relevan di kehidupan sehari-hari," kata Stiffen.
(nnz)
Lihat Juga :