Benarkah Teh Celup Mengandung Mikroplastik? Ini Faktanya!
Rabu, 21 Januari 2026 - 06:30 WIB
loading...
Kantong teh ternyata terbuat dari bahan sintetis yang dapat melepaskan mikroplastik. Foto: healthline
A
A
A
JAKARTA - Teh celup adalah jenis teh yang biasa dikonsumsi orang setiap harinya. Namun tak banyak yang tahu bahwa kantong teh ternyata terbuat dari bahan sintetis yang dapat melepaskan mikroplastik ke dalam minuman saat diseduh dengan air panas.
Mikroplastik adalah partikel plastik yang sangat kecil (kurang dari 5 milimeter) yang kini menjadi perhatian karena potensi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Beberapa kantong teh menggunakan bahan seperti nilon, polipropilena, atau plastik lain yang tidak sepenuhnya larut atau aman pada suhu tinggi.
Baca Juga : Teh vs Kopi: Mana yang Lebih Baik untuk Menjaga Kesehatan Tulang?
Ketika kantong teh tersebut direndam dalam air panas, maka partikel-partikel kecil plastik bisa terlepas dan masuk ke dalam minuman. Proses pembuatan teh celup modern sering melibatkan penggunaan kantong sintetis berbahan plastik karena daya tahan, bentuk, dan kemampuan filtrasi yang baik.
Namun, ketika kantong ini bersentuhan dengan air panas, terutama pada suhu tinggi, bahan plastik tersebut tidak sepenuhnya stabil. Partikel mikroplastik bahkan nanoplastik berukuran lebih kecil dapat terlepas ke dalam air seduhan.
Hal ini dinilai berbahaya karena paparan mikroplastik dalam jangka panjang dapat memberi dampak inflamasi atau respons imun. Karena itu, meskipun secangkir teh hangat terasa menenangkan namun potensi tambahan partikel plastik kecil dari kantong teh sintetik kini menjadi perhatian khusus.
Baca Juga : 5 Makanan Ini Rawan Terpapar Mikroplastik, Sering Dikonsumsi Sehari-hari
Untuk itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika harus mengonsumsi teh setiap harinya, bisa menggunakan teh serbuk yang diseduh dengan saringan logam atau kain. Bisa juga memilih teh yang dikemas dengan kantong berbahan kertas tanpa lapisan plastik.
Pastikan juga infuser teh terbuat dari bahan stainless steel atau kaca. Cara ini membantu meminimalkan kemungkinan partikel plastik masuk ke dalam minuman selama penyeduhan.
Mikroplastik adalah partikel plastik yang sangat kecil (kurang dari 5 milimeter) yang kini menjadi perhatian karena potensi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Beberapa kantong teh menggunakan bahan seperti nilon, polipropilena, atau plastik lain yang tidak sepenuhnya larut atau aman pada suhu tinggi.
Baca Juga : Teh vs Kopi: Mana yang Lebih Baik untuk Menjaga Kesehatan Tulang?
Ketika kantong teh tersebut direndam dalam air panas, maka partikel-partikel kecil plastik bisa terlepas dan masuk ke dalam minuman. Proses pembuatan teh celup modern sering melibatkan penggunaan kantong sintetis berbahan plastik karena daya tahan, bentuk, dan kemampuan filtrasi yang baik.
Namun, ketika kantong ini bersentuhan dengan air panas, terutama pada suhu tinggi, bahan plastik tersebut tidak sepenuhnya stabil. Partikel mikroplastik bahkan nanoplastik berukuran lebih kecil dapat terlepas ke dalam air seduhan.
Hal ini dinilai berbahaya karena paparan mikroplastik dalam jangka panjang dapat memberi dampak inflamasi atau respons imun. Karena itu, meskipun secangkir teh hangat terasa menenangkan namun potensi tambahan partikel plastik kecil dari kantong teh sintetik kini menjadi perhatian khusus.
Baca Juga : 5 Makanan Ini Rawan Terpapar Mikroplastik, Sering Dikonsumsi Sehari-hari
Untuk itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika harus mengonsumsi teh setiap harinya, bisa menggunakan teh serbuk yang diseduh dengan saringan logam atau kain. Bisa juga memilih teh yang dikemas dengan kantong berbahan kertas tanpa lapisan plastik.
Pastikan juga infuser teh terbuat dari bahan stainless steel atau kaca. Cara ini membantu meminimalkan kemungkinan partikel plastik masuk ke dalam minuman selama penyeduhan.
(wur)
Lihat Juga :