Cha Eun Woo Kehilangan Sejumlah Endorsement Buntut Kasus Penggelapan Pajak
Rabu, 28 Januari 2026 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Cha Eun Woo Diduga Memindahkan Alamat Perusahaan Ibunya ke Restoran Belut untuk Hindari pajak
Sebagai informasi, awal mula kasus ini terletak pada struktur kontrak yang tidak transparan antara agensi Fantagio dan sebuah perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo. Otoritas pajak Korea Selatan menilai perusahaan tersebut tidak memberikan layanan nyata, namun tetap menerima pembagian keuntungan.
Berdasarkan temuan tersebut, kantor pajak menetapkan perusahaan ibu Cha Eun Woo sebagai perusahaan cangkang (paper company) dan menjatuhkan tagihan pajak tambahan senilai lebih dari 20 miliar won. Kasus ini pun disebut sebagai kasus dugaan penggelapan pajak terbesar yang pernah melibatkan satu individu di industri hiburan Korea.
Hal ini membuat publik kecewa, mengingat citra Cha Eun Woo selama ini dikenal sebagai figur muda yang bersih, sopan, dan bertanggung jawab. Meski pihak Cha Eun Woo telah mengajukan prosedur keberatan pajak pra-penetapan sebagai langkah hukum, namun kritik dan kecaman dari publik masih terus bergulir.
Sebagai informasi, awal mula kasus ini terletak pada struktur kontrak yang tidak transparan antara agensi Fantagio dan sebuah perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo. Otoritas pajak Korea Selatan menilai perusahaan tersebut tidak memberikan layanan nyata, namun tetap menerima pembagian keuntungan.
Berdasarkan temuan tersebut, kantor pajak menetapkan perusahaan ibu Cha Eun Woo sebagai perusahaan cangkang (paper company) dan menjatuhkan tagihan pajak tambahan senilai lebih dari 20 miliar won. Kasus ini pun disebut sebagai kasus dugaan penggelapan pajak terbesar yang pernah melibatkan satu individu di industri hiburan Korea.
Hal ini membuat publik kecewa, mengingat citra Cha Eun Woo selama ini dikenal sebagai figur muda yang bersih, sopan, dan bertanggung jawab. Meski pihak Cha Eun Woo telah mengajukan prosedur keberatan pajak pra-penetapan sebagai langkah hukum, namun kritik dan kecaman dari publik masih terus bergulir.
(wur)
Lihat Juga :