Koleksi Chinese New Year 2026, Debz Angkat Tema Red Reverie
Kamis, 29 Januari 2026 - 20:10 WIB
loading...
Menyambut perayaan Chinese New Year 2026, brand fashion batik kontemporer Debz menghadirkan koleksi terbarunya, lanjutan dari koleksi NusaZen. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menyambut perayaan Chinese New Year 2026, brand fashion batik kontemporer Debz menghadirkan koleksi terbarunya, lanjutan dari koleksi NusaZen, yang kini diekspresikan dalam nuansa perayaan Imlek dengan karakter yang lebih bold, refincd, dan modern.
Di bawah arahan desainer Debby Fauziyanto, Debz memamerkan koleksinya di acara Preview & Mini Trunk Show Koleksi CNY 2026 yang diselenggarakan secara eksklusif di Sarinah Thamrin, Jakarta. Koleksi ini tetap
konsisten menggunakan batik sebagai Identitas utama yang dirancang dengan pendekatan kontemporer dan relevan secara global.
Temannya itu memang kita sudah ada seperti sebelumnya, harajuku style, jadi memang tahun ini kita lebih ke yang simple. Kita bikin desain, khususnya sisa-sisa batik dan selalu mengkombinasikan batik dengan ciri Nusantara juga ya," kata Debby Fauziyanto.
Sejak berdiri pada tahun 2015, Debby—lulusan Fashion Design & Merchandising Marketing dari San Francisco—telah membangun reputasi kuat di industri mode nasional dan internasional.
Penghargaan Best Designer pada ajang Australian Supermodel of the Year (ASOTY) 2023 menjadi penegasan atas dedikasinya dalam mengangkat wastra nusantara ke panggung dunia. Karya-karyanya telah ditampilkan dalam berbagai fashion presentation dan trunk show di Jakarta, Bali, Singapura, hingga Australia.
Melalui koleksi Chinese New Year 2026 by Debz, koleksinya ini mengusung tema Red Reverie, menampilkan perpaduan look edgy dan feminine dengan sentuhan Harajuku yang subtil serta elemen tradisional sebagai fondasi desain. Nuansa Harajuku diaplikasikan secara halus melalui pendekatan styling dan attitude, melengkapi karakter urban modern tanpa menggeser esensi budaya perayaan Imlek.
"Ciri khas dari Debz official, hitam stripe dengan dikombinasi dengan hobi yang benang merahnya Tahun Baru China. Tapi, sebenarnya koleksi-koleksi baju saya tuh all day, dipakai dari pagi sampai malam, bisa hangout. Jadi memang lebih simple, tapi formal dan nonformal," tuturnya.
Sementara, batik bernuansa merah menjadi highlight utama koleksi, dikombinasikan dengan kain semiwool stripes yang memberikan struktur dan kesan tailored, serta katun poplin yang ringan dan modern.
Siluet dirancang tegas namun tetap anggun, dengan permainan layering, potongan asimetris, serta detail handmade yang memperkuat nilai craftsmanship dan eksklusivitas di setiap look. Dominasi warna merah dan hitam menghadirkan kesan kuat, berani, dan elegan—merepresentasikan keberuntungan, kekuatan, dan kepercayaan diri perempuan modern.
Melalui acara Preview & Mini Trunk Show ini, Debz memperlihatkan lebih dekat detail, filosofi, dan proses kreatif di balik koleksi CNY 2026, sekaligus menghadirkan pengalaman personal dalam merayakan Tahun Baru Imlek dengan gaya yang ekspresif, modern, dan berakar pada tradisi.
Di bawah arahan desainer Debby Fauziyanto, Debz memamerkan koleksinya di acara Preview & Mini Trunk Show Koleksi CNY 2026 yang diselenggarakan secara eksklusif di Sarinah Thamrin, Jakarta. Koleksi ini tetap
konsisten menggunakan batik sebagai Identitas utama yang dirancang dengan pendekatan kontemporer dan relevan secara global.
Temannya itu memang kita sudah ada seperti sebelumnya, harajuku style, jadi memang tahun ini kita lebih ke yang simple. Kita bikin desain, khususnya sisa-sisa batik dan selalu mengkombinasikan batik dengan ciri Nusantara juga ya," kata Debby Fauziyanto.
Sejak berdiri pada tahun 2015, Debby—lulusan Fashion Design & Merchandising Marketing dari San Francisco—telah membangun reputasi kuat di industri mode nasional dan internasional.
Penghargaan Best Designer pada ajang Australian Supermodel of the Year (ASOTY) 2023 menjadi penegasan atas dedikasinya dalam mengangkat wastra nusantara ke panggung dunia. Karya-karyanya telah ditampilkan dalam berbagai fashion presentation dan trunk show di Jakarta, Bali, Singapura, hingga Australia.
Melalui koleksi Chinese New Year 2026 by Debz, koleksinya ini mengusung tema Red Reverie, menampilkan perpaduan look edgy dan feminine dengan sentuhan Harajuku yang subtil serta elemen tradisional sebagai fondasi desain. Nuansa Harajuku diaplikasikan secara halus melalui pendekatan styling dan attitude, melengkapi karakter urban modern tanpa menggeser esensi budaya perayaan Imlek.
"Ciri khas dari Debz official, hitam stripe dengan dikombinasi dengan hobi yang benang merahnya Tahun Baru China. Tapi, sebenarnya koleksi-koleksi baju saya tuh all day, dipakai dari pagi sampai malam, bisa hangout. Jadi memang lebih simple, tapi formal dan nonformal," tuturnya.
Sementara, batik bernuansa merah menjadi highlight utama koleksi, dikombinasikan dengan kain semiwool stripes yang memberikan struktur dan kesan tailored, serta katun poplin yang ringan dan modern.
Siluet dirancang tegas namun tetap anggun, dengan permainan layering, potongan asimetris, serta detail handmade yang memperkuat nilai craftsmanship dan eksklusivitas di setiap look. Dominasi warna merah dan hitam menghadirkan kesan kuat, berani, dan elegan—merepresentasikan keberuntungan, kekuatan, dan kepercayaan diri perempuan modern.
Melalui acara Preview & Mini Trunk Show ini, Debz memperlihatkan lebih dekat detail, filosofi, dan proses kreatif di balik koleksi CNY 2026, sekaligus menghadirkan pengalaman personal dalam merayakan Tahun Baru Imlek dengan gaya yang ekspresif, modern, dan berakar pada tradisi.
(dra)
Lihat Juga :