Kasus Kanker di Indonesia Masih Tinggi, Kemenkes Soroti Lemahnya Deteksi Dini
Selasa, 03 Februari 2026 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kita sedang melakukan transformasi kesehatan dan dimulai dengan layanan primer. Kita dominasi untuk deteksi dini (penyakit tidak menular),” tambahnya.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. R. Soeko Werdi Nindito D., MARS mengungkap angka pasien kanker meningkat di RS Dharmais selama 6 tahun terakhir. Salah satu permasalahannya akibat terlambat deteksi dini sehingga ditemukan dalam kondisi stadium lanjut.
Baca Juga : Brokoli Disebut Punya Senyawa Penumpas Kanker, Ini Penjelasan Ilmiahnya
dr. Soeko pun menjelaskan bahwa ada 7 program kanker yang perlu dipahami, di antaranya menggencarkan pemeriksaan kesehatan atau deteksi dini penemuan kabker di dalam tubuh.
“Dalam kanker itu ada 7 program yg harus dipahami, di antaranta promotif preventif kita promosi ke masyarakat seperti hidup sehat dan jangan merokok, kemudian deteksi dini salah satunya dengan CKG ini. Ini tahap awal deteksi dini,” jelas dr. Soeko.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. R. Soeko Werdi Nindito D., MARS mengungkap angka pasien kanker meningkat di RS Dharmais selama 6 tahun terakhir. Salah satu permasalahannya akibat terlambat deteksi dini sehingga ditemukan dalam kondisi stadium lanjut.
Baca Juga : Brokoli Disebut Punya Senyawa Penumpas Kanker, Ini Penjelasan Ilmiahnya
dr. Soeko pun menjelaskan bahwa ada 7 program kanker yang perlu dipahami, di antaranya menggencarkan pemeriksaan kesehatan atau deteksi dini penemuan kabker di dalam tubuh.
“Dalam kanker itu ada 7 program yg harus dipahami, di antaranta promotif preventif kita promosi ke masyarakat seperti hidup sehat dan jangan merokok, kemudian deteksi dini salah satunya dengan CKG ini. Ini tahap awal deteksi dini,” jelas dr. Soeko.
Lihat Juga :