Kasus Kanker di Indonesia Masih Tinggi, Kemenkes Soroti Lemahnya Deteksi Dini
Selasa, 03 Februari 2026 - 06:30 WIB
loading...
Deteksi dini menjadi salah satu kunci penyembuhan kanker. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan mengungkap masih tingginya kasus penderita kanker di Indonesia. Ironisnya mayoritas pasien mengetahui penyakit tersebut saat sudah memasuki stadium lanjut.
Jelang Hari Kanker Sedunia, Direktorat PTM Kementerian Kesehatan, dr. Prihandriyo Sri Hijranti mengatakan temuan kanker pada pasien ini dilihat dari program cek kesehatan gratis (CKG). Ia mengatakan ada empat jenis kanker prioritaskan yang banyak ditemukan dari hasil pemeriksaan.
“Ada empat kanker prioritas yang tadi angkanya sudah tinggi sekali yaitu ada kanker leher rahim, kanker payudara, kemudian untuk yang pria biasanya kanker paru dan kolonektal, satu lagi ada lagi kita melihat faktor risiko terkait fibrosis ya, fibrosis hati yang kemungkinan nanti akan berkembang juga menjadi sirosis hepatis,” ungkap dr. Sri dalam acara Sarasehan World Cancer Day, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga : Kemenkes Akan Upgrade Cek Kesehatan Gratis 2026, Kanker Payudara Masuk Prioritas
dr. Prihandriyo Sri mengungkap 70 persen pasien dari hask CKG sudah mengidap kanker dengan stadium lanjut. Kemenkes pun terus menggencarkan pentingnya deteksi dini bagi masyarakat agar temuan kanker bisa diatasi sebelum semakin parah.
“Kita sedang melakukan transformasi kesehatan dan dimulai dengan layanan primer. Kita dominasi untuk deteksi dini (penyakit tidak menular),” tambahnya.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. R. Soeko Werdi Nindito D., MARS mengungkap angka pasien kanker meningkat di RS Dharmais selama 6 tahun terakhir. Salah satu permasalahannya akibat terlambat deteksi dini sehingga ditemukan dalam kondisi stadium lanjut.
Baca Juga : Brokoli Disebut Punya Senyawa Penumpas Kanker, Ini Penjelasan Ilmiahnya
dr. Soeko pun menjelaskan bahwa ada 7 program kanker yang perlu dipahami, di antaranya menggencarkan pemeriksaan kesehatan atau deteksi dini penemuan kabker di dalam tubuh.
“Dalam kanker itu ada 7 program yg harus dipahami, di antaranta promotif preventif kita promosi ke masyarakat seperti hidup sehat dan jangan merokok, kemudian deteksi dini salah satunya dengan CKG ini. Ini tahap awal deteksi dini,” jelas dr. Soeko.
Melalui momentum World Cancer Day 2026, Ketua Umum PP POI, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, menyampaikan setiap pasien memiliki perjalanan, kebutuhan, hambatan dan tantangan yang unik dalam melawan kanker.
Namun, seluruh pemangku kepentingan harus bersatu dalam sistem pelayanan yang adil, bermutu, dan berkesinambungan.
“Seluruh pemangku kepentingan perlu bergerak bersama agar layanan kanker dapat diakses secara setara oleh semua pasien,” tambah dr. Cosphiadi.
Jelang Hari Kanker Sedunia, Direktorat PTM Kementerian Kesehatan, dr. Prihandriyo Sri Hijranti mengatakan temuan kanker pada pasien ini dilihat dari program cek kesehatan gratis (CKG). Ia mengatakan ada empat jenis kanker prioritaskan yang banyak ditemukan dari hasil pemeriksaan.
“Ada empat kanker prioritas yang tadi angkanya sudah tinggi sekali yaitu ada kanker leher rahim, kanker payudara, kemudian untuk yang pria biasanya kanker paru dan kolonektal, satu lagi ada lagi kita melihat faktor risiko terkait fibrosis ya, fibrosis hati yang kemungkinan nanti akan berkembang juga menjadi sirosis hepatis,” ungkap dr. Sri dalam acara Sarasehan World Cancer Day, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga : Kemenkes Akan Upgrade Cek Kesehatan Gratis 2026, Kanker Payudara Masuk Prioritas
dr. Prihandriyo Sri mengungkap 70 persen pasien dari hask CKG sudah mengidap kanker dengan stadium lanjut. Kemenkes pun terus menggencarkan pentingnya deteksi dini bagi masyarakat agar temuan kanker bisa diatasi sebelum semakin parah.
“Kita sedang melakukan transformasi kesehatan dan dimulai dengan layanan primer. Kita dominasi untuk deteksi dini (penyakit tidak menular),” tambahnya.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. R. Soeko Werdi Nindito D., MARS mengungkap angka pasien kanker meningkat di RS Dharmais selama 6 tahun terakhir. Salah satu permasalahannya akibat terlambat deteksi dini sehingga ditemukan dalam kondisi stadium lanjut.
Baca Juga : Brokoli Disebut Punya Senyawa Penumpas Kanker, Ini Penjelasan Ilmiahnya
dr. Soeko pun menjelaskan bahwa ada 7 program kanker yang perlu dipahami, di antaranya menggencarkan pemeriksaan kesehatan atau deteksi dini penemuan kabker di dalam tubuh.
“Dalam kanker itu ada 7 program yg harus dipahami, di antaranta promotif preventif kita promosi ke masyarakat seperti hidup sehat dan jangan merokok, kemudian deteksi dini salah satunya dengan CKG ini. Ini tahap awal deteksi dini,” jelas dr. Soeko.
Melalui momentum World Cancer Day 2026, Ketua Umum PP POI, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, menyampaikan setiap pasien memiliki perjalanan, kebutuhan, hambatan dan tantangan yang unik dalam melawan kanker.
Namun, seluruh pemangku kepentingan harus bersatu dalam sistem pelayanan yang adil, bermutu, dan berkesinambungan.
“Seluruh pemangku kepentingan perlu bergerak bersama agar layanan kanker dapat diakses secara setara oleh semua pasien,” tambah dr. Cosphiadi.
(wur)
Lihat Juga :