Catatan Pilu Asma Nadia 20 Tahun Lalu di Korea: dari Sorakan Rasis hingga Fasilitas Wudhu yang Manis
Selasa, 03 Februari 2026 - 20:44 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia adalah eksportir minyak sawit (CPO) terbesar di dunia. Namun, sungguh ironis ketika negeri yang membanjiri dunia dengan minyak, justru membiarkan rakyatnya sendiri kehabisan stok di pasar domestik. Kita seolah lebih sibuk memuaskan pasar asing dan mengejar devisa, sementara kebutuhan mendasar bangsa sendiri dikesampingkan.
Hal yang sama terjadi pada minyak bumi. Minyak kualitas terbaik dari bumi kita diekspor agar dinikmati bangsa asing, sementara untuk kebutuhan dalam negeri, kita justru mengimpor minyak dengan kualitas yang lebih rendah.
Bahkan dalam urusan makanan instan sekalipun. Saya teringat cerita di Belanda; bagaimana produk mie instan asal Indonesia harus mengubah komposisinya dan membuang zat berbahaya agar boleh dijual di sana. Namun, zat yang dilarang di Eropa tersebut tetap tenang-tenang saja ada dalam bahan yang kita konsumsi di Indonesia sehari-hari.
Belajar dari Semangat Korea
Dari ladang ginseng, kita belajar tentang Nasionalisme Kualitas. Bangsa Korea sadar bahwa kemajuan negara dimulai dari memberikan yang terbaik untuk rakyatnya sendiri. Mereka tidak menjual "nyawa" dan "kesehatan" bangsanya demi sekadar angka ekspor.
Sudah saatnya kita belajar memberikan yang terbaik untuk bangsa sendiri. Jangan sampai kita menjadi orang kaya yang mati kelaparan di lumbung sendiri karena terlalu sibuk melayani meja makan bangsa lain.
Hal yang sama terjadi pada minyak bumi. Minyak kualitas terbaik dari bumi kita diekspor agar dinikmati bangsa asing, sementara untuk kebutuhan dalam negeri, kita justru mengimpor minyak dengan kualitas yang lebih rendah.
Bahkan dalam urusan makanan instan sekalipun. Saya teringat cerita di Belanda; bagaimana produk mie instan asal Indonesia harus mengubah komposisinya dan membuang zat berbahaya agar boleh dijual di sana. Namun, zat yang dilarang di Eropa tersebut tetap tenang-tenang saja ada dalam bahan yang kita konsumsi di Indonesia sehari-hari.
Belajar dari Semangat Korea
Dari ladang ginseng, kita belajar tentang Nasionalisme Kualitas. Bangsa Korea sadar bahwa kemajuan negara dimulai dari memberikan yang terbaik untuk rakyatnya sendiri. Mereka tidak menjual "nyawa" dan "kesehatan" bangsanya demi sekadar angka ekspor.
Sudah saatnya kita belajar memberikan yang terbaik untuk bangsa sendiri. Jangan sampai kita menjadi orang kaya yang mati kelaparan di lumbung sendiri karena terlalu sibuk melayani meja makan bangsa lain.
(dra)
Lihat Juga :