King Salman Humanitarian Gelar Program Bedah Jantung Gratis

Jum'at, 06 Februari 2026 - 22:36 WIB
loading...
King Salman Humanitarian...
Foto bersama Tim KS Relief dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono dan Direktur Medik dan Keperawatan RSJPD Harapan Kita, dr. Muhadi. Foto: Niko Prayoga.
A A A
JAKARTA - King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KS Relief) kembali menggelar aksi kemanusiaan berupa Program Bedah Jantung Gratis di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD Harapan Kita) Jakarta. Program tersebut dilaksanakan guna memperkuat kapasitas pelayanan jantung nasional di Indonesia.

Misi kemanusiaan yang berlangsung pada 2-6 Februari 2026 ini berfokus pada penanganan medis kompleks dan penyediaan alat kesehatan habis pakai berbiaya tinggi, seperti Contegra untuk jantung bawaan dan prosedur Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) bagi pasien dewasa.

Program menjadi sangat krusial mengingat RSJPD Harapan Kita melayani sekitar 1.300 operasi jantung pediatrik setiap tahunnya, di mana mayoritas pasien berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah yang bergantung pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kerja sama ini tidak hanya berupa tindakan medis, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan melalui kuliah tamu dari pakar intervensi jantung asal Arab Saudi.

Baca Juga : Operasi Bypass Jantung Kini Lebih Cepat Pulih, Pasien Sembuh dalam 1 Bulan

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi mengatakan bahwa aksi kemanusiaan tersebut merupakan arahan langsung dari Raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

"Ini adalah bagian dari kegiatan KS Relief sebagai sayap kemanusiaan untuk operasi jantung anak-anak dan operasi kualitatif tingkat lanjut atau TAVI di RSJPD Harapan Kita. Program ini sukses karena kerjasama yang sangat baik antara Kementerian Kesehatan RI dan Kerajaan Arab Saudi,” kata dia dalam konferensi pers di RSJPD Harapan Kita, Jumat (6/2/2026).

Faisal menambahkan, aksi kemanusiaan ini juga sekaligus sebagai refleksi hubungan antara Arab Saudi dengan Indonesia. “Kegiatan ini merefleksikan dalamnya hubungan antara kedua negara di bawah pimpinan Raja Salman dan Presiden Prabowo Subianto,” tambah dia.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyambut baik aksi kemanusiaan dari KS Relief. Ia juga turut menyoroti tantangan besar dalam penanganan jantung anak di Indonesia, di mana terdapat kesenjangan antara jumlah penderita dan kemampuan penanganan.

Baca Juga : BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Ini Cara Reaktivasi Mandiri Tanpa Ribet, Bisa Langsung Aktif

Dante mengungkapkan, dari sekitar 50.000 kasus kelainan jantung anak yang terdeteksi, hanya 5.000 yang mampu ditangani per tahun karena keterbatasan dokter spesialis dan biaya yang mencapai rata-rata Rp100 juta per operasi. Selain masalah jantung anak, intervensi pada katup aorta juga menjadi fokus karena biayanya yang fantastis, mencapai Rp500 juta per katup, dan belum sepenuhnya tercover oleh BPJS.

Maka dari itu, kehadiran KSR membantu menutup celah pembiayaan tersebut bagi masyarakat yang sangat membutuhkan, sekaligus mendukung inovasi subsidi yang telah dilakukan oleh pihak rumah sakit secara internal.

"Sudah 260 operasi dilakukan oleh tim ini di Indonesia di Rumah Sakit Harapan Kita. Di Indonesia, kelainan jantung anak mencapai 8 dari 1.000 kelahiran. Dari 50.000 kasus, kita hanya sanggup menangani 5.000; sisanya mengantri,” ungkap Dante.

Terlebih, biaya operasi jantung anak-anak sangatlah mahal dan biayanya hanya bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan sebesar 30 persen. Dante juga mengapresiasi aksi kemanusiaan yang dilaksanakan oleh KS Relief di RSJPD Harapan Kita.

“Biaya operasi jantung anak rata-rata Rp100 juta, sementara BPJS mungkin hanya mengcover 30 persen. Begitu juga katup aorta yang harganya Rp500 juta dan tidak ter-cover BPJS. Bantuan King Salman senilai 62 miliar rupiah ini sangat berarti bagi masyarakat Indonesia,” tutur dia.

Di sisi lain, Direktur Medik dan Keperawatan RSJPD Harapan Kita, dr. Muhadi, melaporkan bahwa kunjungan keempat KSR ini sangat spesifik karena menyasar kasus-kasus yang cukup kompleks. Hingga saat ini, sebanyak 31 kasus bedah jantung anak dan 4 kasus penggantian katup aorta tanpa operasi (TAVI) telah berhasil dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan.

Ia menerangkan bahwa selain memberikan alat medis mahal secara gratis, misi ini menjadi ruang belajar bagi tenaga medis lokal untuk mendalami teknik intervensi jantung terbaru yang dibawa oleh tim ahli dari Arab Saudi.

"Ini kunjungan keempat KSR ke Harapan Kita. Untuk kali ini sangat spesifik; ada 31 kasus bedah jantung pediatrik kompleks yang dikerjakan. Kami juga melakukan penggantian katup aorta tanpa operasi (TAVI) pada 4 pasien lansia yang tidak bisa dioperasi biasa. Alatnya sangat mahal, hampir Rp500 juta, dan belum di-cover BPJS sehingga ini disubsidi melalui misi ini,” terang Muhadi.

Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk melakukan evaluasi pola pembiayaan bersama BPJS Kesehatan agar prosedur teknologi tinggi seperti TAVI dapat lebih terjangkau oleh masyarakat luas di masa depan. Kerjasama KS Relief dengan RSJPD Harapan Kita ini diharapkan menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan nasional secara berkelanjutan.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat
Kronologi Calvin Dores...
Kronologi Calvin Dores Alami Serangan Jantung, Sempat Ngeluh Sesak Napas
Serangan Jantung Ancam...
Serangan Jantung Ancam Usia Produktif, Siloam Siapkan Sistem Penanganan Terintegrasi
Gelar Skrining Penyakit...
Gelar Skrining Penyakit Jantung Bawaan, PERKI Targetkan Siswa SD dan Pesantren
Jantung Koroner Penyebab...
Jantung Koroner Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Dampak jika Takut Bedah Jantung
Operasi Bypass Jantung...
Operasi Bypass Jantung Kini Lebih Cepat Pulih, Pasien Sembuh dalam 1 Bulan
APHRS Komitmen Tingkatkan...
APHRS Komitmen Tingkatkan Pelayanan Pasien Gangguan Irama Jantung
Road to Pulse Day 2026:...
Road to Pulse Day 2026: Kolaborasi Global Tingkatkan Kesadaran Aritmia
Youth Health Summit...
Youth Health Summit 2025: Remaja Diajak Cegah Penyakit Jantung Sejak Dini
Rekomendasi
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved