Siapa Karen Mulder? Supermodel 90-an yang Kisahnya Kembali Disorot Terkait Epstein Files
Minggu, 08 Februari 2026 - 12:44 WIB
loading...
A
A
A
Di puncak kariernya, Mulder termasuk jajaran model dengan bayaran tertinggi di dunia. Ia menjadi simbol kecantikan global dan figur yang nyaris tak terpisahkan dari industri mode kelas atas saat itu.
Baca Juga : Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Tuduhan yang Mengubah Segalanya
Segalanya berubah drastis pada tahun 2001. Dalam sebuah rekaman acara televisi Prancis Tout le monde en parle, Mulder secara terbuka menuduh sejumlah pria berpengaruh melakukan pelecehan seksual terhadapnya, termasuk anggota agensi lamanya Elite Model Management dan Albert II, Pangeran Monako.
Wawancara tersebut tidak pernah ditayangkan, dan rekamannya dilaporkan dihapus. Tak lama setelah itu, Mulder mengulang klaim serupa dalam wawancara lain di Paris. Namun, alih-alih diselidiki secara mendalam, pernyataannya justru memicu skeptisisme luas. Sorotan media saat itu lebih banyak tertuju pada kondisi kesehatan mentalnya daripada substansi tuduhan yang ia sampaikan.
Rawat Inap, Kesehatan Mental, dan Menghilang
Beberapa jam setelah wawancara keduanya, saudara perempuan Mulder membawanya ke Villa Montsouris, sebuah klinik psikiatri di Paris. Ia menjalani perawatan selama beberapa bulan. Biaya perawatan tersebut dilaporkan dibayarkan oleh Gérald Marie, mantan CEO Elite Model Management—sosok yang di kemudian hari juga dituduh oleh sejumlah model melakukan pelecehan seksual.
Mulder kemudian diketahui berjuang melawan depresi kronis. Pada tahun 2002, ia sempat melakukan percobaan bunuh diri setelah mengonsumsi pil tidur dalam jumlah besar. Ia ditemukan tak sadarkan diri di apartemennya di Paris dan berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga : Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Tuduhan yang Mengubah Segalanya
Segalanya berubah drastis pada tahun 2001. Dalam sebuah rekaman acara televisi Prancis Tout le monde en parle, Mulder secara terbuka menuduh sejumlah pria berpengaruh melakukan pelecehan seksual terhadapnya, termasuk anggota agensi lamanya Elite Model Management dan Albert II, Pangeran Monako.
Wawancara tersebut tidak pernah ditayangkan, dan rekamannya dilaporkan dihapus. Tak lama setelah itu, Mulder mengulang klaim serupa dalam wawancara lain di Paris. Namun, alih-alih diselidiki secara mendalam, pernyataannya justru memicu skeptisisme luas. Sorotan media saat itu lebih banyak tertuju pada kondisi kesehatan mentalnya daripada substansi tuduhan yang ia sampaikan.
Rawat Inap, Kesehatan Mental, dan Menghilang
Beberapa jam setelah wawancara keduanya, saudara perempuan Mulder membawanya ke Villa Montsouris, sebuah klinik psikiatri di Paris. Ia menjalani perawatan selama beberapa bulan. Biaya perawatan tersebut dilaporkan dibayarkan oleh Gérald Marie, mantan CEO Elite Model Management—sosok yang di kemudian hari juga dituduh oleh sejumlah model melakukan pelecehan seksual.
Mulder kemudian diketahui berjuang melawan depresi kronis. Pada tahun 2002, ia sempat melakukan percobaan bunuh diri setelah mengonsumsi pil tidur dalam jumlah besar. Ia ditemukan tak sadarkan diri di apartemennya di Paris dan berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit.
Lihat Juga :